
"Jadi kau mau memaafkanku? "Dewa memegang tangan Lea
Lea mengangguk. "Lain kali jangan seperti itu kepadaku Aku tidak suka salah paham, Dewa... "
"Terima kasih kau mau memaafkanku"
Dewa lalu mendekat kepada Lea dan mendekap tubuh Lea erat hingga menempel dengan tubuhnya, serta memberi kecupan kepada Lea Hatinya sangat bahagia mendengar bahwa dirinya telah dimaafkan Rasa sesak di dalam dadanya yang mencuat dari kemarin ketika Lea pergi meninggalkannya di kampus akhirnya hilang hanya dengan anggukan maaf dari Lea.
Untuk beberapa waktu mereka masih berada di atap bercanda gurau seperti biasanya dan sudah tidak ada masalah lagi di antara mereka. "Kenapa tadi kakimu jalannya pincang?
"Jadi kau mengamatiku?"
"Tentu saja tak lepas satu detik pun Alea Safitri!" jawab Dewa dengan menunduk dan berbisik ke telinga Lea yang saat ini sedang merebahkan badan tiduran dengan kepala Lea ada dipangkuan Dewa.
"Aku berjalan lebih dari sepuluh kilometer kemarin."
"Wow... sama seperti lari maraton! Apa kau berjalan setelah pria itu menurunkanmu dari mobil?"
Lea menggeleng dan menceritakan semuanya kepada dewa, mulai dari Richard menelepon istrinya sehingga Lea tidak bisa mengambil telepon dan uang yang ada di dalam kamar Richard, lalu akhirnya memutuskan untuk jalan kaki sampai ke tempatnya bekerja
"Kenapa tasmu bisa ada di dalam sana?"
"Kemarin ibunya Richard menyuruh orang untuk menjemputku dari kampus. terus, menyuruhku untuk merawat Richard yang lagi sakit demam. Jadi aku menaruh tasku di kamarnya." Lea tak menceritakan sama sekali bahwa Lea tidur satu kamar dengan Richard pada Dewa Lea hanya menceritakan hal yang penting saja yang menurutnya aman untuk diceritakan pada Dewa
"Maafkan aku Dewa. Bukannya aku tidak mau menceritakan semuanya kepadamu tapi aku cuma tidak mau kalau nanti kita betulan sudah menikah, lalu saat kita ada masalah, kau akan membahas hubunganku dengan Richard.. Lagipula, semua yang aku lakukan bersamanya bukan atas dasar cinta, lebih karena kewajiban dari perjanjian yang sudah dibuat oleh keluarga kami.. Selain itu, dia juga memaksaku untuk melakukannya." Lea mencoba memberikan alasan pada dirinya sendiri saat meminta maaf kepada Dewa, di dalam hatinya tentulah tidak ada keberanian bagi Lea untuk mengungkapkan semuanya secara terang-terangan kepada Dewa.
__ADS_1
Dewa juga sudah tidak bertanya banyak lagi setelah mendapatkan penjelasan dari Lea Dewa sangat percaya penuh kepada Lea, yang memang dari dulu selalu jujur kepada Dewa sehingga tidak ada alasan baginya untuk tidak mempercayai kata-kata Lea
"Mau turun dan ke tempat kerja part time-mu sekarang?"
"Ayo! Kita harus semangat kerja untuk menghasilkan dua puluh lima miliar!" jawab Lea penuh semangat
"Itu tanggung jawabku! Jangan dipikirkan!" Dewa berdiri dan membantu Lea yang kakinya masih sakit
"Naik ke punggungku!"perintah Dewa kepada Lea yang langsung dilakukan oleh Lea dengan senang hati
"Kamu nggak keberatan ngegendong aku sampai lantai dasar? Iya, aku ngerti. tapi, ngeresin hutang itu kita lakukan berdua Dewa, supaya kau bisa cepat terbebas dari hutang dua puluh lima miliar itu!" jawab Lea yang sudah ada di belakang punggung Dewa
"Kamu gak berat, kok! Baiklah, kita bereskan berdua secepat-cepatnya ya! Maafkan Aku merepotkanmu"Dewa dengan hati-hati menyusuri tangga menuju lantai dasar
"Nyonya muda!"
"Hufffh lagi-lagi panggilan menyebalkan itu!" Lea sangat geram melihat orang di depannya datang setengah berlari dan memanggil namanya dengan sebutan itu di saat Lea sedang bersama dengan Dewa
"Apa maumu?" tanya Lea Ketus, sambil meminta Dewa menurunkannya dari punggung Dewa.
"Anda harus ikut saya sekarang Nyonya muda!" pria itu memaksa Lea dengan kata-katanya yang selalu sama arahnya yaitu mengancam Lea dengan mengatakan bahwa akan menghentikan pengobatan ibunya satu-satunya cara efektif untuk melemahkan Lea adalah mengingatkan Apa isi perjanjian yang telah dibuat oleh keluarganya dan keluarga Alexander Richard memang menyuruh ajudannya menggunakan cara itu setiap kali Lea menolak
"Kesehatan ibu adalah yang paling utama aku tidak peduli lagi dengan semua rasa sakit dan pedih dalam hatiku, asalkan aku bisa melihat Ibu sembuh."Bisik Lea dalam hati, setelah berpamitan dengan Dewa dan akhirnya mengikuti laki-laki ajudan Richard yang menjemputnya
"Kamu jangan khawatir, sampai kapanpun aku akan terus menunggu dan menantimu hingga pria itu membebaskanmu dan kita akan pergi bersama sejauh-jauhnya." Dewa sangat tidak terima dengan apa yang terjadi saat ini dalam hatinya yang diinginkannya hanyalah cepat berhasil dan sukses sehingga bisa membawa pergi Lea secepatnya, membayar hutang keluarganya, dan hidup tenang bersama Lea selama-lamanya
__ADS_1
"Kita mau ke mana?" tanya Lea saat masuk ke dalam mobil di mana saat ini sama seperti kemarin Lea hanya. duduk sendirian tanpa Richard disampingnya.
"Tuan menyuruh saya untuk mengantar Nyonya muda ke Body Spa Boutique and Salon" jawab ajudan Richard jujur kepada Lea
"Apa kau yakin tidak salah tempat?" Lea memastikan kepada supir Richard
"Tidak Nyonya muda, memang Tuan Sandi berdasarkan perintah Tuan Richard memberitahu saya harus membawa Nyonya Muda ke Body spa boutique and salon"
Lea tidak bertanya lagi setelah konfirmasi yang diberikan oleh ajudan Richard.
"Kenapa dia memberikanku fasilitas seperti itu? Apa dia mengkhawatirkan kakiku yang sakit? Dasar pria' aneh! kalau gilanya kumat sangat mengerikan.kalau lagi sangat baik bahkan bisa menjadi tempat curhat juga! Hehehe.. untung kemarin aku mendengarkannya! yang dikatakannya ada benarnya juga... hubungan ku kini semakin membaik dengan Dewa, apa aku juga harus berterima kasih dengannya?" Ada senyum di wajah Lea saat mengingat Richard yang telah memberikan saran kemarin.
Lea juga sangat senang dengan Richard yang memperhatikan sakit di kakinya dan memberikan kesempatan untuknya melakukan Spa, membuat Lea sangat bahagia perjalanan ke tempat spa yang lebih dan satu jam, Bahkan tak membuat Lea merasa lelah atau kesal hatinya sangat bahagia apalagi sepanjang jalan Lea terus berkomunikasi dengan Dewa melalui pesan singkat, membuat mood Lea cukup baik di akhir hari.
"Nyonya muda, kita sudah sampai di tempat Spa-nya."
"Baiklah terima kasih."
"Tuan menyuruh anda untuk membawa ini, nyonya!" ajudan Richard memberikan sebuah amplop berwarna putih kepada Lea yang berisikan sebuah kartu di dalamnya
"untuk apa ini?"
"Tuan bilang untuk memenuhi semua kebutuhan nyonya, bisa dibeli dengan kartu itu, termasuk untuk membayar semua yang dipesan tuan di dalam."
kalau kalian suka cerita author jangan lupa sedekah like komen dan vote tunggu terus kelanjutannya bye😘
__ADS_1