Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
jijik


__ADS_3

Sekujur tubuhnya bergetar ketika Richard menempelkan Bibirnya di due puncak gunung miliknya, ketika Richard memberikan banyak tanda menyakitkan di tubuhnya, ketika Richard dengan ekstrim menyangga punggung Lea dengan lututnya, sehingga Lea di dalam bathtub tapi seperti mengambang di atas airnya, lalu Richard maju ke depan hingga bibirnya pas berhadapan dengan lubang bawah milik Lea lalu menyesap bagian bawah milik Lea, membuat Lea harus mencengkram kuat pinggiran bathtub dengan sangat kencang, menjerit dan menangis seketika. tapi, apapun yang Lea lakukan.. tak ada yang dapat menolong Lea dari kebuasan Richard pada malam ini. Richard begitu brutal bahkan terus melakukan berbagai serangan pada tubuh Lea hingga membuat Lea jatuh lemas, tak ada lagi kesanggupan baginya menjerit dan berteriak. Sakit, tapi tubuh Lea seperti menginginkannya. Satu sisi Lea mengutuk, satu sisi rasanya Lea menyukai getaran dari setiap aktivitas yang membuat neuron saraf di tubuhnya menjadi sangat aktif.


"Kau kini tak punya tenaga lagi melawanku, kan? Hah, kau sangat kurangajar padaku.. hukumanmu sangatlah berat!" gumam Richard saat melihat Lea sudah terkulai lemas setelah beberapa kali mendapatkan pelepasan, berteriak dan menangis.

__ADS_1


kemudian, Richard mengangkat Lea keluar dari bathtub meletakkannya di lantai kamar mandi yang dingin, lalu masukkan miliknya, tanpa ada perlawanan lagi dari Lea dan Richard bisa melakukan serangan terakhir di lantai yang dingin itu.


"Haaaaaah.. apa yang sudah kulakukan padanya ?" Richard mundur beberapa langkah, dan duduk di lantai Setelah mendapatkan, pelepasan, dan menatap tubuh Lea yang berbaring telentang di lantai kamar mandi, penuh dengan lebam, luka, dan banyak bekas tanda merah serta gigitannya

__ADS_1


"Ah, tolong aku.. mau apa lagi dia sekarang?" jantung Lea berdetak cukup kencang saat Richard menggendong tubuhnya ala bridal style masuk ke dalam kamar dengan kondisi Richard yang juga masih belum memakai apapun di tubuhnya. Tak ada kata-kata yang di keluarkan oleh bibir Richard, bahkan Lea juga tak berani untuk menatap wajah Richard. hanya menunduk menatapi tubuhnya sendiri dengan rasa jijik. "Kapan semua ini akan berakhir? Aku sangat membencimu Richard! Kau sangat menjijikan! kau telah menipuku, Kau bilang kau tidak akan menyentuhku.tapi apa buktinya? Kau bukan hanya menyentuhku, kau bahkan menyakiti seluruh tubuhku!" rasa sakit menyeruak dari dalam tubuh Lea saat melihat banyaknya lebam yang ada di lengan juga banyaknya bercak merah yang ada di sekujur tubuhnya. Rasa kesal dan marah juga ada dalam diri Lea dan semua tertahan menbuat sesak dalam dadanya, dan terasa menyakitkan. "Kalau bukan kakek memperhitungkan perawatan kesehatan ibuku.. aku sudah membunuhmu, Richard!!' gumam Lea, yang menjadi alasan kemampuannya menahan semua sakitnya saat ini


"Tunggu.. Tunggu.. Apa maunya sekarang? Kenapa dia membawaku ke sini? Apa yang mau di lakukannya di sini

__ADS_1


__ADS_2