
"Fuuuuuh!" Richard menghela napas dalam-dalam lalu meletakkan kembali handphonenya di atas nakas menyandarkan kepalanya di sandaran bantal dan menutup matanya
Kau gila Richard! Apa yang baru saja kau lakukan? Richard membuka matanya menatap ke langit-langit atas dan kemudian menatap ke bawah ke tubuhnya yang saat ini seluruh kancing piyamanya sudah terbuka dan celana yang digunakannya sudah berantakan di samping tempat tidurnya sehingga tubuh Richard terekspos seluruhnya.
"Fuuuuh!" Richard menghela napas lagi sambil memperhatikan tubuhnya dengan bekas cairan berwarna putih masih ada berceceran di kotak-kotak depan tubuhnya
'Bagaimana bisa aku melakukan ini?
hahaha! Richard justru tergelak tawa melihat kegilaan yang baru saja dilakukannya. Berhubungan suami istri jarak jauh via video call
"Viona, kau hampir membuatku gila.... Aku tidak tahu bagaimana nasibku kalau kau harus pergi lebih lama lagi dari satu minggu! Hufhhh sepertinya aku sangat merindukanmu Viona, sampai aku mau melakukan video call seperti ini untuk pertama kalinya!"pikiran Richard masih terus saja berjalan jalan entah kemana memikirkan semua yang baru saja terjadi
'Aku bahagia melihatmu... tapi maafkan aku.. tadi aku melakukan beberapa trik terhadapmu... aku sengaja menggunakan bahasa ibumu supaya wanita yang ada di sisiku tadi tidak tahu apa yang aku katakan kepadamu. Maafkan aku, ini sungguh di luar keinginanku. Sejujurnya aku tidak ingin menutupi apapun dari wanita itu, tapi entah kenapa hatiku memaksaku untuk menggunakan bahasa lain yang tidak diketahuinya saat berbicara denganmu Hmmmm... kenapa dengan diriku sebenarnya, ya? Sepertinya aku memang butuh psychiater! Aku harus mengecek kesehatan mentalku atau mungkin ini karena terlalu lelah bekerja? Sehingga membuatku banyak berimajinasi dan tidak bisa berpikir dengan benar? Sudah seminggu ini aku cukup lelah mengurusi perusahaan raksasa keluarga Alexander yang membuatku hampir tidak punya waktu. Di kantor aku sangat sibuk, bahkan untuk makan siang pun sering sekali terlewat atau aku memakannya di mobil sambil mengecek pekerjaanku. Yah, mungkin semua ini bisa terjadi karena aku kelelahan! Richard mencoba mencari jawaban atas beberapa kesalahan yang diperbuatnya akhir-akhir ini, terutama kesalahan apabila berada di dekat Lea
kemudian berdiri, berjalan pelan sambil berpegangan dengan tiang infusnya untuk membersihkan tubuhnya yang terkena cairan berwarna putih tadi.
Walaupun sedikit pusing, tapi kondisi Richard sudah lebih baik sehingga ia merasa tidak perlu memanggil bantuan siapapun untuk menolongnya sekarang.
Tak butuh waktu lama untuk Richard membersihkan tubuhnya, lalu dia membenarkan pakaiannya kembali dan berjalan lagi kearah pintu
__ADS_1
Klek
"Isshh... Ke mana dia pergi? Aku kan hanya menyuruhnya untuk keluar dari kamarku tadi dan menunggu di luar kamarku, bukan menyuruhnya untuk pergi menjauh dari pintu kamarku!" Richard bergumam sambil menutup pintunya kembali dan berjalan pelan menuju ke tempat tidurnya. Ada sedikit kesal di hati Richard karena tidak menemukan Lea di luar pintu kamarnya. Richard tadi memang memberikan perintah kepada Lea untuk menunggu di pintu luar kamarnya sebentar tapi sekarang justru Lea sudah tidak ada di sana dan ini membuat Richard sedikit kesal
"Apa dia tidak mengerti maksudku tadi ? Tapi tadi aku sudah sangat jelas menyuruhnya untuk menunggu di luar pintu kamarku bukan pergi menjauh dari kamarku!" Dengan kesal Richard mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang untuk memanggil Lea kembali ke kamarnya.
Tapi
"Sekarang sudah jam tiga sore? Tadi perasaan masih sekitar jam satu-an?" gumam Richard sambil memperhatikan jam di handphonenya
"Huuufhhh!"Lalu Richard menghela napas panjang dan memikirkan sesuatu di kepalanya
Lalu Richard kembali mengambil handphonenya yang tadi sempat ditaruhnya kembali ke nakas saat dirinya sedang berpikir
[Suruh seseorang, panggil dia suruh kembali ke kamarku!]
send
Richard mengirim pesan kepada Sandi untuk memanggil Lea kembali ke kamarnya. Sandi sebetulnya tidak ada di rumah besar, tapi para ajudan di bawah Sandi ada di rumah besar. Richard tentunya tidak menyimpan semua nomor para ajudannya, sehingga yang dihubungi oleh Richard adalah asisten pribadinya yaitu Sandi, yang saat ini juga sedang sibuk mengurus urusan Richard di kantornya Sandi selalu menggantikan Richard apabila Richard tidak bisa melakukan pekerjaannya. Tapi,tentu saja semua yang dilakukan Sandi berdasarkan kehendak dari Richard. Sesibuk apapun Sandi, dia akan selalu merespon pesan Richard. Karena handphone yang untuk panggilan Richard sudah dipisahkan olehnya dan suaranya nyaring berbunyi sehingga dia tahu bahwa pesan itu adalah dari Richard dan harus segera dibalas
__ADS_1
[Baik tuan muda]
Jawaban pesan singkat yang masuk ke handphone Richard dari Sandi,membuat Richard sudah tersenyum bahagia
Punya ajudan sepertimu kadang-kadang menyebalkan, karena aku selalu merasa dikuntit. Tapi, kau sangat berguna di situasi situasi seperti ini Sandi! Pujian tulus Richard yang lebih mirip dengan sindiran kepada Sandi di dalam hatinya sambil menaruh handphonenya kembali di nakas.
Lima menit berlalu
"Lama Sekali." gumam Richard tapi masih mempertahankan posisinya yang sama tiduran diatas bantalnya.
Lima belas menit berlalu.
"Kenapa lama sekali ya?" Richard sudah dalam posisi duduk dan sudah sangat kesal menunggu lama.
Tiga puluh menit berlalu.
"Apa maunya dia? Apa dia mau ku kesal? Di mana dia sekarang?" Richard sudah sangat marah karena orang yang ditunggunya datang tak muncul juga, padahal sudah tiga puluh menit berlalu kalaupun harus berkeliling di rumah besar, waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari tiga puluh menit. Tentu saja ini sudah membuat Richard sangat marah dan langsung mengambil handphonenya untuk menghubungi kembali Sandi.
"Sandi, di mana wanita itu? Aku sudah menyuruhnya datang lebih dari tiga puluh menit yang lalu! Kenapa sampai sekarang dia belum juga datang ke kamarku? Apa yang dilakukan para ajudan ku di bawah? Apa mereka tidak tahu siapa yang aku maksud untuk dipanggilkan?" tanya Richard yang sudah sangat gusar kepada Sandi. Kali ini Richard bahkan tidak lagi mengirim pesan tapi sudah menelepon Sandi dengan marah marah.
__ADS_1
"Mohon maaf Tuan Muda, nyonya muda Alea tidak ada di rumah besar dan sekarang para ajudan sedang mencarinya"