Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Salon


__ADS_3

"Booking atas nama siapa nona?" sapa ramah resepsionis di lobby, setelah Lea masuk ke dalam tempat spa


"Hmmm... coba cek Alea safitri." Lea juga membalas dengan senyuman ramah


"Mohon maaf, nona Tidak ada. booking an atas nama Alea safitri Resepsionis masih tersenyum ramah pada Lea


"Kalau gitu, Bagaimana kalau Lea?" petugas resepsionis mengecek lagi di komputernya untuk booking an dengan nama yang disebutkan oleh Lea tadi


"Maaf, nona tidak ada juga nona."


"Huuufh... dia booking atas nama siapa, ya? Apa mungkin nama itu ya?"


Lea ada sedikit bingung di dalam hatinya


"Bagaimana kalau nyonya Richard Alexander?" tanya Lea ragu, sambil menggigit bibir dalamnya


"Booking an atas nama Nyonya Richard Alexander, Apa betul?" resepsionis mengklarifikasi kepada Lea


"lya betul itu Bukan Untukku."


"Kurang ajar kau Richard! apaan kau bikin booking an atas nama seperti itu? Memangnya aku siapa, hah? Istrimu? Culiiih... Jangan mimpil dalam hati Lea ngedumel memikirkan nama yang diberikan pada kode booking-nya.


Tak Berapa lama, seorang terapis cantik mengajak Lea untuk pergi ke dalam dan memberikan Informasi apa saja yang telah dipesan oleh Richard. mulai dari lulur, bleaching, meni pedicure, Hair Spa, facial, ratus, hingga flower bath. semua dilakukan oleh Lea hari ini. bukan itu saja, setelah selesai Spa, Lea juga mendapatkan make over untuk penampilannya, mulai dari rambut dan make-up semuanya di makeover termasuk mereka juga memberikan sebuah gaun malam yang sangat indah untuk Lea gaun malam berwarna merah tanpa lengan panjang menjuntai hingga ke lantai.


"Apa mau ada pesta dirumah keluarga Alexander, ya? sampai aku harus berpakaian seperti ini?" gumam Lea tak percaya dengan apa yang baru saja dikenakannya


"Kamu cantik juga Lea.. hahaha! Penampilanmu sudah seperti mau ke pesta dansa Cinderella!" Lea yang belum pernah bermake-up seperti ini sebelumnya, bahkan saat ingin menikah dulu hanya pergi ke salon biasa untuk make up, merasa sangat bahagia melihat penampilannya di kaca besar setelah selesai di make over dan mendapatkan perawatan spa. sakit di kakinya juga sudah jauh berkurang hanya tinggal sedikit yang terasa pegal.


"Nyonya muda, apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya lagi dan Richard yang sudah dipanggil oleh pihak salon setelah nada selesai


"Sudah, aku tinggal ke Kasir untuk bayar, Lea lalu Pergi ke kasir untuk menyelesaikan semua pembayarannya


"Totalnya empat puluh delapan juta rupiah nyonya." jawab wanita cantik ramah yang menjadi Kasir di salon ini


"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Lea menatap ke kasir tak percaya.

__ADS_1


"Betul, nyonya... ini semua total tagihannya. wanita itu memberikan chekers semua yang telah dilakukan oleh Lea dan harga masing-masingnya , termasuk harga gaun malamnya senilai tiga puluh sembilan juta rupiah.


"Ah, orang gila! Kenapa harus menghabiskan uang sebanyak ini hanya untuk spa dan pakaian seperti ini! Lea menggerutu kesal dan dengan berat hati memberikan kartu hitam yang tadi diberikan oleh ajudan Richard


proses pembayaran pun telah selesai


"Terima kasih nyonya, telah mempercayai kami untuk memberikan perawatan pada tubuh anda semoga anda puas. Ditunggu untuk kunjungan selanjutnya sapa wanita cantik tadi dengan tamah


"Terima kasih." jawab Lea simple


"Jangan harap aku akan datang lagi ke sini! Aku tak akan Sudi datang lagi ke sini dan membuang uang sebanyak itu untuk tempat ini! Huuffhh! dasar kalian orang kaya gila! kalau hanya ingin cepat seperti ini aku juga tahu tempat yang murah, dengan biaya kurang dari lima ratus ribu rupiah, sudah puas. Lea bersengut kesal saat keluar dari spa dan langsung menuju ke mobil yang telah disiapkan oleh Richard di depan lobby Spa.


Mobil melaju cukup kencang membelah kota Jakarta, saat ini sudah hampir jam sepuluh malam waktu yang dibutuhkan untuk spa memang cukup lama masing-masing terapis dibutuhkan waktu sekitar dua jam-an sehingga nada baru bisa selesai pada waktu cukup malam.


"Kita mau ke mana?" tanya Lea ketika supir Richard sudah masuk ke dalam pintu tol dalam kota


"Menuju destinasi selanjutnya Nyonya sesuai dengan perintah Tuan Richard "Jawab ajudan Richard singkat


Lea tak bertanya lagi hanya mengamati lampu lampu jalan di sepanjang jalan tol sambil sekali-kali. membuka handphonenya untuk membalas pesan singkat dari dewa. Lea juga mengirimkan fotonya kepada dewa dengan pakaian yang baru saja dikenakannya.


"Aku tidak tahu. sepertinya mau ada acara di Keluarga Alexander" jawab Lea jujur


"Kau cantik sekali... bahaya sekali kalau ada pria yang melihatnya seperti itu! bisa banyak yang jatuh hati padamu!!!! bahkan dewa memberikan tanda seru yang sangat banyak di dalam pesan singkatnya


"Cemburu?" jawab Lea simple


"Sangat!" Dewa juga menjawab dengan satu kalimat pendek yang menunjukkan bahwa Dewa benar-benar sangat jealous


"Tenang aja, aku gak akan macam-macam kok. habis pesta, aku langsung cuci muka dan ganti ke pakaian yang biasa aku pakai buat tidur. piyama strawberry hihi" Lea berusaha menjaga mood Dewa, yang sudah dibuatnya cemburu


"Hmmmm." jawab Dewa singkat


"Ngambek? Ya udah kalau ngambek udahan dulu ya, kirim pesannya!" Lea mencoba untuk mengancam Dewa Dan


Satu menit menunggu

__ADS_1


Belum ada pesan masuk


Lima menit menunggu


Masih sama,Tidak ada notifikasi pesan sama sekali


Sepuluh menit menunggu


Handphone ada tetap tidak bergetar tak ada lagi pesan masuk ke dalam handphone Lea, walau sudah 30 menit menunggu


"Waduh sepertinya marah betulan nih!" Lea mulai panik dan hendak menulis pesan kepada Dewa


"Nyonya muda kita sudah sampai!"


Belum sempat Lea menulis pesan singkat kepada dewa, ajudan Richard sudah memberitahu mereka sudah sampai di tempat tujuan, sehingga Lea tak punya pilihan lain selain memasukkan handphonenya kedalam tas dan keluar dari mobil setelah ajudan Richard membukakan pintu untuknya


"Kita ada di mana ini?" tanya Lea kepada ajudan tadi yang memberhentikan mobil di sebuah villa besar yang terlihat sepi dan kosong dari luar walaupun lampu di dalam memang menyala


"Tempat tujuan kita nyonya, mari..." ajudan Richard berjalan di depan Lea dan kemudian mengetuk pintu lalu membukanya, mempersilahkan Lea masuk ke dalam dan kemudian dia menutup pintu dari luar.


"Villanya besar sekali! Mewah juga!" Lea celingak-celinguk karena didalam villa itu sepertinya kosong. Lea mencoba mencari orang yang ada di dalam Vila itu.


"Kau sudah datang!" Richard turun dari tangga atas, masih mengenakan piyama mandinya, dengan rambut yang juga yang masih basah menandakan bahwa Richard baru selesai mandi Richard berjalan ke tempat dimana Lea berdiri


"Kenapa tuan berpakaian seperti itu? dimana pestanya? Kenapa Villa Ini masih sepi? pertanyaan Lea kepada Richard. Lea masih kebingungan mencari orang-orang yang akan datang ke pesta seperti yang ada di pikirannya.


"Alea, Siapa yang bilang kepadamu akan ada pesta?"


"Kalau bukan pesta.. Lalu, kenapa tuan menyuruhku datang ke tempat spa, berdandan dan memakai gaun seperti ini? Harga gaunnya juga tidak murah! Sssshhh... Lea meringis mengingat harga gaunnya yang cukup untuk biaya hidupnya satu tahun.


"Bisa gila aku kalau mengikuti keinginan orang kaya raya seperti mereka empat puluh delapan juta buat baju dan make up!' Lea protes di dalam-hatinya.


"Kenapa kamu meringis?" Richard agak bingung dan menggaruk dagunya yang tidak gatal


"Hmmm.. Tuan, apa Sekarang Anda mulai berbicara lagi denganku?" tanya Lea yang baru menyadari bahwa Richard sudah tidak bersikap seperti tadi pagi lagi

__ADS_1


__ADS_2