Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Klarifikasi


__ADS_3

Semakin Richard mengazamkan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak menyukai Lea.. semakin terlihat jelas dalam pikirannya kalau Richard sangat terganggu dengan memikirkan bahwa Lea akan pergi bersama Dimas suatu saat nanti, setelah Lea melahirkan anaknya. semakin jelas Richard membayangkan bahwa Dimas akan menjamah tubuh Lea. Semakin besar rasa sakit di dalam hati Richard yang terasa. Perih, bagaikan luka masih basah yang di kasih tetesan jeruk lemon.. Sakit bagai ribuan pedang yang menghunus tepat ke hatinya.


"Kurang ajar kau Dimas! Kedatanganmu sungguh mengganggu pikiranku! Kurang ajar!" Richard mengacak rambutnya dan meyandarkan tubuhnya di kursinya


Apa yang dikatakan Dimas berhasil membuat Richard semakin kesal. Hingga jam kerja hampir berakhir, Richard tak bisa bekerja secara optimal. Ada saja bayangan selintas yang mengganggu pikirannya, membuatnya tidak bisa berkonsentrasi penuh dalam bekerja.


"Baiklah,, kalau memang kau ingin mendapatkan bekas dariku, aku akan memberikan sesuai dengan harapanmu! Richard tersenyum kecut dan kemudian memanggil Sandi masuk ke dalam ruangannya


"Jam berapa dia pulang kuliah?" tanya Richard kepada Sandi yang baru saja memasuki ruangannya.


"Jam 3 sore tuan!" jawab Sandi kepada Richard


"Kalau begitu siapkan mobil sekarang! Bawa dia ke tempat spa terbaik kemudian bawa dia ke salon terbaik dan berikan gaun yang pantas kepadanya. Apa kau paham?"


"Baik Tuan!" Sandi segera keluar kita melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Richard


hari ini terasa cukup berat bagi Richard, lalu Bagaimanakah dengan Lea? Apa ada juga merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh Richard? atau Lea Merasa lebih beruntung setelah menjauh dari Richard?


(Sementara itu di kampus Lea)


"Huuuff... Kenapa sulit sekali sih mengusirmu dari otakku?" tak berbeda jauh dari kondisi Richard di kantor, hari ini di kampus Lea pun kuliah dengan suasana hati yang sangat tidak menyenangkan. Sudah ribuan kali Lea mencoba untuk melupakan Richard tapi lagi-lagi bayangannya semakin diusir semakin muncul. Lea juga merasa tak nyaman di kampus karena Rasa sakit di dalam hatinya saat melihat Dewa. tak bisa dipungkiri, bawa masih ada rasa dalam hati Lea untuk Dewa. hingga Lea memutuskan untuk pergi ke atap dan menunggu Dewa di sana."


"sebaiknya Aku selesaikan baik-baik dengannya supaya kami akan lebih nyaman di kampus nantinya. Bagaimanapun aku masih harus bertemu dengannya sampai satu atau dua tahun kedepan. setelah bicara dengannya aku bisa memutuskan apa yang harus aku lakukan. membiarkannya pergi atau melanjutkan hubungan kami." gumam Lea sambil meletakkan tasnya di sampingnya dan duduk menatap hamparan langit biru.

__ADS_1


"Kau masih datang ke tempat ini?" Dewa datang mendekat ke samping Lea dan duduk di sebelah Lea


"Sejak awal ini juga bukan tempatmu, kan? Aku tidak pernah melihat ada plang bahwa di sini adalah tempatmu dan aku tidak boleh masuk lagi ke tempat ini!" jawab Lea lalu menghela napas Panjang, Sesuai dengan harapan Lea, Dewa akhirnya datang Juga ke atap. Hari ini Lea dan Dewa tetap menjalankan kuliah seperti biasa walaupun mereka tidak saling berkomunikasi satu sama lainnya. Lea menyibukkan diri dengan bergabung bersama teman-teman perempuannya sedangkan Dewa lebih memilih untuk pergi ke lab dan menyiapkan bahan-bahan untuk praktikum Dewa adalah asisten laboratorium sehingga selain kuliah, Dewa juga bertugas untuk menyiapkan bahan-bahan praktikum bagi para mahasiswa tingkat satu.


"Apa kau masih tidak percaya padaku ? "


Lea mengangguk


"Kau tidak keberatan mengobrol denganku di sini sekarang?" tanya Dewa agak khawatir Lea akan menolaknya


Lea menggeleng


"Ke mana kau pergi kemarin malam?"


"Ya" jawab Dewa singkat


"Hanya berputar-putar Jakarta saja, lalu dia menurunkanku di pinggir jalan"


"Apa maksudmu?"


"Dia itu teman suamiku."


"Kenapa kau bicara seperti itu padaku ?" Dewa memaksakan tubuh Lea untuk menatapnya dengan memegang dua lengan Lea untuk menghadap ke arahnya.

__ADS_1


"Ada apa Dewa? Kau tidak suka aku menyebut dia suamiku? Tetapi pada kenyataannya memang dia suamiku dan kami memang sudah menikah sah di mata agama. Lea seakan menantang Dewa dengan kalimat-kalimatnya tadi.


"bukan kau saja yang bisa Bermain di belakang kan... kalau kamu aku juga bisa melakukannya!" hubungan Lea sedikit emosi mengingat pertunangan Dewa dengan Anita.


Dewa tidak berkata apapun dan akhirnya melepaskan tangannya dari lengan Lea.


"Tiga bulan lalu, Ayahku memaksaku untuk ikut ke sebuah acara tanpa memberitahuku apa tujuannya. Mereka memintaku untuk memakai pakaian formal dan saat itu aku tidak berpikiran negatif apapun kepada mereka, ayah dan ibu tiriku. Kami masuk ke dalam ballroom hotel yang sangat mewah, dan ayah dan ibu tiriku membawaku masuk ke dalam sebuah ruangan VIP khusus di Aula pertemuan mewah. lalu setelah kami masuk ke dalam ruang VIP, ayah mengatakan padaku bahwa hari itu adalah hari pertunangan ku dengan Anita, yang tidak lain adalah teman SMA-ku. Aku tahu dari dulu memang Anita menyukaiku. Tapi aku tidak pernah memberikan harapan padanya. Aku sudah mencoba menolak permintaan Ayahku dengan sangat keras waktu itu tapi, keberanianku saat itu masih sangat lemah ketika ayah bilang bahwa perusahaannya akan bangkrut kalau tidak ada bantuan dari orang tua Anita.Saat itu Ayah bilang bahwa kami sekeluarga harus meninggalkan tempat tinggal kami dan tak punya uang sepeser pun kalau aku menolak pertunangan itu. Akhirnya, terpaksa malam itu aku bertunangan dengan Anita" Dewa menghela napas sebelum melanjutkan kalimatnya lagi.


"Aku tidak bercerita kepadamu tentang hal ini, karena menurutku ini bukanlah suatu hal yang penting. Setelah kejadian malam itu, aku berusaha keras untuk keluar dari masalah pertunangan itu hingga akhirnya aku memutuskan bahwa aku akan mengganti semua uang yang diberikan oleh keluarga Anita setelah aku berhasil nanti. Aku juga sudah mengatakan ini berkali-kali kepada Anita bahwa kami bukanlah sepasang kekasih yang sudah bertunangan. Kami tidak ada hubungan apa pun selama-lamanya. Dan kemarin, dia datang lagi kepadaku dengan tujuan untuk mengikatku kembali, setelah tahu apa kelemahanku, Anita sudah menemukan Ibu kandungku. Tapi untungnya kemarin aku tidak terbawa oleh perasaanku. aku berhasil menolaknya. Aku sudah putuskan, apapun yang terjadi pada ibu kandungku Aku tidak akan pernah bertunangan ataupun menikah dengan Anita Maafkan aku, kesalahanku adalah tidak memberitahumu masalah pertunangan kami itu karena menurutku, kau tidak ada hubungan apapun dengannya dan aku akan membereskannya segera mungkin tanpa membuatmu pusing." alih-alih meminta penjelasan kenapa Lea memanggil Richard dengan sebutan suami, Dewa memilih untuk menjelaskan semua permasalahannya secara jujur kepada Lea


"Berapa banyak dia meminjami uang untuk perusahaan ayahmu?" tanya Lea menyelidik.


"Dua puluh lima miliar."


"Dari mana kita dapat uang sebanyak itu Untuk menggantinya?"


"Hahahaha! Dewa kemudian menetap Lea dan tergelak tawa mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Lea


"Jadi kau akan membantuku?" tanya


Dewa setelah menyelesaikan tawanya.


Lea mengangguk dan tersenyum hingga pipinya menimbulkan warna rona merah membuat Lea terlihat sangat cantik.

__ADS_1


__ADS_2