Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Jangan panggil aku tuan


__ADS_3

TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Lea dan membuat Lea segera berbalik ke arah pintu untuk melihat keperluan orang yang mengetuk pintu.


"Nyonya Muda, ini pakaian ganti dan buku kuliahnya!" Bi Siti sudah ada di depn pintu dengan barang-barang milik Lea


"Ih, Bi Siti.. bicara apa sih.. aku Lea.. panggil gitu aja kaya biasa, ga usah embel-embel nyonya muda ga penting gitu!" Lea refleks mengoreksi kalimat Bi Siti, melupakan kalau Richard ada di belakangnya.


"Kau istriku sekarang, semua pelayan harus memanggilmu seperti itu sebagai penghormatan bagiku dan keluargaku!" protes Richard mengoreksi kata-kata Lea


"Huuh.. gawat, Tuan muda marah!" Bi Siti panik


"Permisi Tuan dan Nyonya Muda!" Bi Siti segera ngacir meninggalkan kamar Richard.

__ADS_1


"Haaaah.. enaknya jadi Bi Siti, bisa ngacir begitu... Nah aku.. seperi terbelenggu rantai yang sangat besar di leherku!" Lea yang merasa salah bicara dan tidak bisa menghindar dari Richard merasa sangat Iri kepada Bi Siti dan dengan berat hati Lea harus menutup pintu kamarnya kembali.


"Maaf tuan, tadi saya salah bicara.. dan terima kasih sudah menyuruh seseorang mengambilkan barang-barang saya." Jawab Lea sambil menunduk tak berani menatap kearah Richard


"Jaga bicaramu lain kali, dan panggil aku dengan sebutan lain selama di rumah ini! Jangan sampai eyang, ayah dan ibuku mendengar kau memanggilku dan Viona dengan sebutan tuan dan nyonya!" Perintah Richard lagi kepada Lea


Lea mengangguk. "Lalu saya harus panggil tuan dengan sebutan apa?" Tanya Lea agak bingung


"Apa statusku terhadapmu, Alea?" jawab Richard sambil mendekat kepada Lea


"Uweeeeek... geli banget aku mesti bilang kayak gitu!" Lea sudah ingin memuntahkan isi perutnya lagi mendengar panggilan Richard dari bibirnya


"Panggil aku seperti itu!"

__ADS_1


"Baik Tuan, eh.. Maksudnya suamiku!" jawab Lea dengan wajahnya yang merona merah.


"Haisssshh.. betulkan tebakanku dia ingin di panggil seperti itu! Menyebalkan kau Richard!" Lea semakin menggerutu di dalam hatinya."


"Panggil aku seperti itu kalau di di rumah ini Apabila ada orang lain, Apa mengerti?"


"Huuufhh.. Aku nggak ingin mendengar kata-kata itu dari Bibirmu kalau bukan terpaksa! Karena aku hanyalah suami dari Viona!" Richard merasa merinding bulu kuduknya saat Lea memanggilnya seperti itu sehingga berkali-kali Dia mengingatkan dirinya mengenai siapa Viona dan apa hubungannya dengan Viona


"Baik, tuan. Saya mengerti!" Jawab Lea masih dalam posisi menunduk hanya menatap ke arah sepatu Richard


"Jiahahhah... apa dia pikir aku ke-ge-er-an ya? aku juga nggak berharap kok untuk memanggilmu dengan sebutan memalukan seperti itu! Huuuufffhh.. Jangan sampai kau berpikir aku mengharapkan menjadi istrimu selamanya, yah! kau benar-benar merendahkanku, Richard! Kau menyebalkaaaaan!" Lea semakin geram di dalam hatinya Tapi tentu saja tak berani di ungkapkan olehnya.


"Bagus, kalau kamu sudah paham, Alea!" Richard lalu berjalan meninggalkan Lea dan membuka jasnya, sabuk, dan dasinya. lalu melanjutkan kalimatnya Kenapa diam saja di situ? kunci kembali pintu kamar ini dan segera ke kamar mandi, siapkan air hangat di bathtub untukku!".

__ADS_1


"Haaaah?" Lea berteriak agak kaget mendengar perintah Richard


"Kamu mendengar atau hanya ingin aku mengulangi kalimatku tadi?" Tanya Richard sambil telak pinggang dan mengernyitkan keningnya di hadapan Lea


__ADS_2