Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Hukuman Untuk Lea


__ADS_3

"Hukuman?" Lea mengulangi kata yang di keluarkan dari bibir richard


"Aduh... dia mau menghukumku apa?" Rasa takut mulai menjalar di sekujur tubuh Lea. Keringat mulai keluar dari dahi Lea, detak jantung Lea juga semakin kencang dan seluruh tubuh Lea terasa lemas mendengar kata hukuman dari bibir Richard


"Taruh tasmu!" Perintah Richard yang langsung dilakukan oleh Lea.


BRAAAK


Lea melemparkan tasnya, refleks tepat ke bawah lantai.


"Buka sepatumu!" Perintah Richard lagi, yang juga langsung dilakukan oleh Lea


"Apa yang mau dia lakukan ya? Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk membela diriku dari hukuman yang akan diberikan olehnya?" Lea mencoba berpikir dalam hatinya, mencari jalan keluar untuk bernegosiasi dengan Richard


Tanpa menunggu lama, Richard


langsung menarik tangan Lea setelah


Lea membuka sepatunya.


"Ah,, ke mana dia mau menarik tanganku? Lea berpikir ketika kakinya mengikuti Richard yang menarik tangannya "tunggu! Kenapa ke arah kamar mandi?" Lea mulai panik dan berusaha menghentikan Richard dengan menarik tangannya


Tuan...." Lea berusaha memanggil


nama Richard Untuk menghentikan


langkah Richard

__ADS_1


"Kau harus menerima hukumanmu!" hanya itu jawaban Richard tanpa menengok ke arah Lea, membawa Lea tetap masuk ke dalam kamar mandi dan melanjutkan kalimatnya lagi setelah mereka masuk ke dalam kamar mandi sambil Richard Mengunci pintu kamar mandi dari dalam "Kau yang memaksaku untuk menghukum seperti ini tak seharusnya, wanita yang sudah menikah keluyuran tengah malam bersama laki-laki lain! Tak seharusnya, wanita yang sudah menikah boncengan naik motor sambil berpelukan dengan laki-laki lain di depan suaminya sendiri! tak seharusnya, wanita yang sudah menikah memiliki hubungan dengan laki-laki lain!" Richard berbicara sambil membuka pakaiannya sendiri di depan Lea ada dan menatap mata Lea


"Oh Tuhan, ternyata dia marah padaku! Dia tidak suka aku melakukan apa yang aku lakukan tadi bersama Dewa! Kenapa dia jadi mengerikan seperti ini! Kenapa dia membuka semua pakaiannya di depanku seperti ini! Tetapi, dia memang selalu melakukan itu kan dua hari ini Ini? Hanya saja, dia tidak pernah marah seperti ini dua hari sebelumnya! Lea panik dan sangat takut menatap Richard. sedangkan, kata-kata Richard Terdengar sangat menusuk ke dalam hati Lea yang Lea sendiri masih belum mengerti bagaimana Harus Menyikapinya.


"Tuan, Aku mohon jangan!" Lea memegang tangan Richard sambil menangis saat Richard sedang memegang kancing bajunya. saat ini, tubuh Richard bahkan sudah polos


"Sekarang katakan padaku, siapa aku ?" tanya Richard lagi kepada Lea


"Suamiku."


"Siapa yang lebih berhak atas tubuhmu selain aku saat ini dengan statusku sebagai suamimu?" tanya Richard yang sangat mengintimidasi ditelinga Lea


"Tidak ada yang lebih berhak selain dirimu, tuan!" jawab Lea sambil menangis.


"Aaaakhhh... Ambyar sudah hidupku! Pantas kau ingin menikahiku dulu sebelum menyimpan benihmu padaku..... Ternyata seperti ini efek dari menikah! Kurang ajar, kau Richard!" kesal yang hanya bisa dipendam dalam dada, membuat air mata Lea tumpah semakin tak terkendali


Tapi, Tuan.... Lea masih enggan melepaskan tangannya dari tangan Richard.


Richard tak lagi membiarkan Lea menolak dan mencoba bernegosiasi. Richard melepaskan tangan Lea secara paksa, lalu membuka pakaian Lea juga secara paksa. Membiarkanmu Lea menangis meraung-raung, dan Richard tetap membuka pakaian Lea hingga tubuh Lea yang putih, langsing, masih sangat kencang dan menarik terlihat semuanya.


'Aaaaakh!" Lea sedikit memekik


Tanpa belas kasihan kepada Lea,


Richard mendorong tubuh mungil Lea ke


dalam Bathtub, hingga terasa sangat

__ADS_1


sakit pada tulang belakang Lea yang


tubuhnya terdorong, terjatuh di atas


Bathtub dingin tanpa air.


"Jangan, Tuan nada menangis


Richard lalu masuk ke dalam bathtub berukuran dua orang itu, *******-***** sangat kencang dengan tangannya, dua Puncak di depan tubuh Lea dengan kasar, walaupun kedua tangan Lea sudah memegang


tangan Richard untuk menghentikan gerakan Richard, tadi Richard tetap tidak peduli. Richard tetap meremas, kemudian mendekatkan kepalanya ke bagian Puncak, gigi Richard menggigit keduanya secara bergantian hingga Lea berteriak kesakitan, dan beberapa kali Richard juga menggigit bagian tubuh nada lainnya menimbulkan warna merah dan bekas


Gigitan gigi yang beberapa titik


menimbulkan bercak darah sedikit walau tidak mengalir.


Belum selesai sampai seperti situ Richard tidak sadar apa ya dilakukannya, Richard menghisap, menyesap ujung tertinggi yang tadi diremasnnya hingga teriakan Lea berubah dari teriakan kesakitan, menjadi teriakan berarti lain.


Tuan..." panggil Lea dengan suara yang sudah berubah mendayu dan parau


"Aaarggghhh... Kau menjijikkan Lea! Kau menikmatinya! Kau memalukan!" Lea menghina dirinya sendiri untuk menyadarkannya, tapi tetap, kegiatan Richard membuat lea kehilangan kewarasan.


Tak ada panggilan Lea yang dihiraukan oleh Richard, justru itu membuat Richard semakin tak sadar apa yang dilakukannya. Membuat Richard semakin larut dalam hukuman untuk Lea yang dibuatnya sendiri.


Hingga akhirnya, setelah melihat Lea yang sudah beberapa kali keluar semakin lemas, Richard memasukkan miliknya ke dalam tubuh bagian bawah milik Lea yang sudah tentu saja lebih mudah daripada dua hari pertama kemarin. Teriakan Lea keluar saat Richard masuk, menambah nikmat di telinga Richard. Cairan di sana sudah cukup banyak, dengan kondisi ruang yang sempit, membuat milik tadi terjepit sempurna, dan rasanya sangat membuat Richard keenakan hingga Richard sendiri, juga mengeluarkan suara yang menunjukkan bahwa dia sendiri menikmati permainannya, sebelum akhirnya mereka Mencapai puncak surga dunia bersamaan di dalam Bathtub yang airnya kini sudah penuh.


"Oh Tuhan... apa yang sudah aku lakukan? kenapa aku justru bermain dengannya dan menikmati permainanku seperti ini? Apa yang aku perbuat tadi dengannya? Ah,, aku tadi hanya berniat menakutinya! bukan bermain sejauh ini! Bagaimana ini? Kenapa aku justru terbawa perasaan seperti ini? Tadi aku sangat kesal padanya karena kesalahannya, tapi aku tidak ingin melakukan seperti ini padanya! Viona.. maafkan aku Viona.. ini sungguh di luar dugaanku! Aku juga tidak menyangka Aku melakukan ini padanya!" jerit Richard jauh di dalam lubuk hatinya. Ada rasa bersalah dalam diri Richard telah melakukan perbuatan itu kepada Lea, tapi ada rasa bahagia dan senang juga telah melakukan itu kepada Lea Yang tak dapat dipungkiri oleh Richard. Rasa bersalah pada Viona juga menghantui diri Richard.

__ADS_1


"Maafkan aku Alea! Aku tak ingin melakukan ini padamu, tapi rasa marahku kepadamu karena kesalahan yang kau buat sudah membuatku kehilangan akal sehatku. Aku harap, selama kau menjadi istriku, jangan lagi melakukan kesalahan yang sama! Kecuali, kalau kau ingin kejadian seperti malam ini terjadi kembali! Apa kau paham?" akhirnya, kata-kata seperti itulah yang keluar dari bibir Richard, sambil


__ADS_2