
Qira pun sampai di Pos tempat mereka mencari bendera tadi.
Qira pun berteriak memanggil Nayana.
"Nayanaaa.....Nayanaaaa.... !!!" berteriak keras.
Tetapi tidak ada jawaban.
Qira pun turun ke bawah bukit tersebut dan berteriak kembali tetapi tetap tidak ada jawaban.
"Ahh dimana Nayana,Apa dia benar-benar pergi duluan meninggalkan kami?" Gumam Qira.
"Apa sebaiknya aku kembali ke tenda saja terlebih dahulu untuk mengecek Nayana seperti kata Niken,mungkin saja benar dia pergi duluan !" Pikir Qira dalam hati.
Dan dengan berat hati Qira pun kembali melanjutkan perjalanannya.
Setelah Sampai di tenda,Qira pun kembali mencari Nayana.
"Kenapa Nayana juga tidak ada disini ?" Gumam Qira panik.
Setelah semua kelompok sampai di tenda,Qira pun kembali mencari Nayana,dan menayakan pada kelompok lain apakah mereka melihat Nayana,tetapi tidak ada yang melihat.
Qira pun semakin panik,ia terlihat ingin menangis,Zio yang melihat Qira langsung menemui Qira.
"Qira,ada apa?kenapa kau terlihat ingin menangis?" Tanya zio.
"Zio,Naya hilang !" sambil menangis.
"Apa??Nayana hilang,bagaimana bisa?" Zio juga terlihat panik.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau,aku baru menyadari setelah sudah pergi jauh dari tempat terakhir aku bersama Nayana."
Zio langsung mencari Arden untuk mengabarkan kalau Nayana hilang di hutan.
"Arden..Arden dimana kau?" Panggil Zio panik.
"Hei hei... kenapa kau berteriak seperti itu !!"
"Den Nayana hilang di hutan !"
"Hah?Apa?" langsung berdiri dan panik.
Mereka berdua langsung berlari dan menemui Qira.
"Qira bagaimana bisa terjadi,kemana Nayana pergi hah?" Tanya Arden dengan Nada tinggi.
semua murid sontak melihat kearah mereka.
"Tidak tau?kau kan sahabatnya?bagaimana bisa kau tidak tau !!" Jawab Arden semakin panik.
"Arden sudah lah,jangan seperti itu,Qira juga tidak menyangka Nayana akan hilang seperti ini !"
Panitia yang mendengar itu langsung menghampiri mereka dan bertanya apa yang terjadi.
setelah di jelaskan mereka pun pergi mencari Nayana kedalam hutan.
Semua berteriak memanggil Nayana.
Sementara itu Nayana terus berjalan mencari jalan keluar,ia tersesat di dalam hutan itu,Nayana mulai kelelahan dan ingin menangis,tapi ia menahan tangisannya.
__ADS_1
"Dimana aku,kenapa aku kembali ketempat yang sama sejak tadi !"
Hari pun semakin sore dan mulai gelap,beberapa dari mereka kembali ke tenda untuk mengambil senter dan perlengkapan lainnya.
"Nayana,dimana kau,jangan membuatku khawatir !!" Gumam Arden.
"Tenang saja bro,kita pasti akan menemukan Nayana." Jawab Zio berusaha menenangkan Arden.
Malam pun tiba,Nayana semakin ketakutan karena disana sangat gelap,ia sudah tidak bisa melihat jalan dengan jelas.
"Mama papa,aku sangat takut..." teriak Nayana.
Kemudian terdengar suara binatang-binatang yang membuat Nayana semakin ketakutan.
"Ya Tuhan,bagaimana ini,gimana jika ada hewan buas dan menakutkan disini..." dengan nada ketakutan dan lemas.
Nayana kemudian pasrah dan duduk di bawah sebuah pohon.
Sementara itu di lokasi camping,semua orang berkumpul dan panik,mereka berusaha menenangkan Qira,mereka juga berdo'a agar Nayana segera di temukan.
Hanya Niken yang terlihat biasa-biasa saja dan cenderung terlihat senang.
"Aku tidak menyangka akan sejauh ini,tapi ya sudah lah,ini balasan untuk mu Nayana..." Gumam Niken dalam hati.
Hari pun semakin larut,ketua panitia menyuruh semua orang beristirahat terlebih dahulu.
"Semuanya,ayo kembali ke tenda,kita istirahat dulu,nanti kita lanjutkan lagi pencariannya." teriak ketua panitia.
Mendengar itu Arden pun merasa sangat kesal.
__ADS_1
"Apa?Kenapa kembali ke tenda ha?" Dengan Nada tinggi.
"Hei kau tak lihat semua kelelahan?" Jawab ketua.