
"Arden,bagaimana klau kita makan malam saja,dan kita aku akan masak untuk mu?"
"Tidak..tidak,kau masih belum sembuh total sayang,nanti kau akan kelelahan lagi !" jawab Arden sambil menyentuh pipi Nayana.
"Tapi aku ingin memasak untuk mu.." Rengek Nayana.
"ya baik lah klau begitu,tetapi aku akan membantu mu memasak,jangan membantah lagi !" dengan nada tegas.
"ya baiklah kau boleh membantu." sambil tersenyum.
"Kau mau masak apa? aku akan menyuruh pelayan menyiapkan semuanya."
"Bagaimana jika steak?"
"Terserah kau saja sayang,aku akan makan semua masakan mu !"
"Hehe dasar bucin....." Sambil tertawa lepas.
"Hei,kau menertawakan ku !!"
Setelah semua bahan nya siap,mereka pun mulai memasak.
Arden pun dengan sigap membantu Nayana memotong bahan-bahan masakan,Arden terlihat bahagia,mereka memasak dengan diselingi canda gurau yang membuat para pelayan yang melihat itu merasa iri,mereka juga merasa senang karena bisa melihat senyum dan tawa Arden,karena selama ini Arden terlihat dingin saat dirumah.
"Semua sudah siap,ayo kita tata di atas meja !" seru Nayana.
"Baiklah sayang,biar aku yang membawa nya !"
Mereka kemudia menata meja sedemikian rupa sehingga terlihat cantik dan indah di pandang mata.
"Sayang,aku baru pertama kali melakukan ini,ternyata asyik juga,lain kali kita masak bersama lagi ya.." Celetuk Arden.
__ADS_1
"ya baiklah.." Sambil tersenyum menatap Arden.
"Kalau begitu ayo kita mandi dan berganti pakaian !"
"Tapi aku kan tidak membawa pakaian kesini !"
"Tenang saja sayang,aku sudah menyuruh Pelayan untuk membeli pakaian untuk mu,jadi ayo kita bersiap !"
Mereka pun pergi mandi dan bersiap-siap.
"Sayang,kau sangat cantik memakai gaun ini !" sambil mengecup kening Nayana.
"Benarkah? aah terima kasih."
Mereka berdua pun makan dan merayakan hari jadi mereka yang pertama.
Arden terlihat sangat bahagia.
"Nayana,terimah kasih karena kau lah yang membuat hidup ku berwarna setelah bertahun tahun lamanya." Gumam Arden dalam hati.
"Arden,apa orang tua mu sering kesini?" Tanya Nayana.
"Mereka hanya sesekali kesini,mungkin setahun sekali."
"Kenapa kau tak tinggal bersama orang tua mu saja disana?"
"Hei jika aku tinggal bersama orang tua ku bagaimana nasib mu nanti !" sambil tersenyum.
"Haha tenang saja,aku kan bisa cari pacar baru !"
"Apa?kita baru pacaran beberapa jam dan kau sudah berani berkata seperti itu !" Sambil menatap Nayana tajam.
__ADS_1
Nayana langsung berpaling muka.
Arden pun mendekat dan mencium bibir Nayana.
"Sayang,kau harus di hukum atas ucapan mu tadi !"
"Apa?Kenapa aku di hukum??"
"Karena kau berani mencari laki-laki lain saat aku pergi !"
"Hei aku kan cuma bercanda..." dengan nada memelas.
Arden langsung menarik Nayana dan masuk ke kamar nya.
Arden melempar Nayana ke atas kasur nya.
Arden langsung mencium bibir Nayana dengan sangat agresif.
"Arden,hentikan !!"
Arden tidak memperdulikan Nayana,dia terus mencium bibir Nayana hingga membuat Nayana terengah engah.
"Arden lepaskan..." Teriak Nayana.
"Tidak mau !!"
Arden kembali mecium Nayana dan tangannya mulai meraba kemana-mana hingga ke bagian "penting" nya.
Tetapi dengan cepat Nayana menepis tangan Arden dan mendorong nya.
"Arden jangan !!! Aku belum siap untuk itu !" Rengek Nayana
__ADS_1
Arden pun kemudian menatap Nayana dan berkata "Baiklah sayang,aku tidak akan memaksa mu !"
Mereka pun melanjutkan ciuman mereka,Nayana pun membalas ciuman itu,tangannya melingkar di leher Arden,dan tangan Arden ******* dada Nayana.