
Pagi-pagi sekali Darren serta istri dan anaknya bersiap untuk pergi ke kota. Di karenakan pria itu hanya memiliki motor, oleh karena nya dia berniat untuk memboyong keluarga kecilnya menaiki bis.
"Opa nda kilim jemputan daddy?" Tanya Gibran yang kini menggandeng tangan Savanna. Keluarga kecil itu berjalan memasuki terminal yang sudah padat dengan calon penumpang.
"Kita naik bis aja yah, biar cepet." Sahut Darren yang menggendong Gabriel.
Savanna sempat melirik suaminya, padahal dirinya tahu jika suaminya telah menolak jemputan yang Recky akan utus untuk mereka. Savanna tak mengerti jalan pikir suaminya, dia hanya diam menurut tanpa banyak protes.
"Ayo naik." Ajak Darren membuyarkan lamunan Savanna.
Darren lebih dulu menaikkan Gabriel, lalu Gibran. Setelahnya dia membantu sang istri naik ke bis tersebut.
"Aku ambil tiketnya dulu, kamu masuk duluan yah sama anak-anak." Pinta Darren.
Savanna mengangguk, dia membawa kedua putra sambungnya itu dan membawanya duduk di kursi berjejer 3.
"Waahh naik bis selu yah. Dedek mau minta opa belikan bis deh." Gibran terpukau saat melihat jendela bis, pasalnya motor dan mobil terlihat kecil. Itu yang membuat Gibran takjub.
"Gak usah aneh-aneh. Gak ada tempat parkirnya," Ketus Gabriel.
"Apa lah abang ini, nda betul telus." Gerutu Gibran.
Gibran menempelkan wajahnya di jendela, posisi jendela bis berhadapan dengan bis lain. Gibran melihat seorang anak perempuan sedang menatapnya dengan cairan yang keluar dari hidungnya.
"Ihhh melel!" Pekik Gibran.
Sontak Savanna dan Gabriel menatap ke arah yang Gibran tatap, seketika Savanna menutup jendela dan menatap putranya itu dengan tatapan peringatan.
"Gak boleh begitu, kalau kakaknya marah gimana?"
"Solly mamah." Cicit Gibran.
Tak lama Darren datang, dia menaruh tas gendongnya di bagasi atas dan duduk di pinggir. Si kembar di biarkan duduk di dekat jendela sebab keduanya lebih tertarik melihat ke luar.
Bis pun berjalan, tambah senang lah Gibran saat mendengar klakson yang berirama itu.
"DI CINI CENANG DI CANA CENANG Di MANA MANA HATIKU CENANG. DI PACAL CENANG, DI LUMAH CENANG DI MANA-MANA HATIKU CENANG."
"TANGAN DI LAMBAI-LAMBAI, PINGGUL DI GOYANG-GOYANG. KAKI DI CENTAK-CENTAK PUTEL BADAN."
Semua orang terhibur dengan kelucuan Gibran, bahkan sang supir ikut tersenyum mendengar seruan anak menggemaskan itu.
"AYO DEK! LAGI!!" Seru knek supir.
"Nda lah, dedek capek." Cicit Gibran dan meminta Savanna memangkunya.
"Yaaahh ...,"
Savanna membawa Gibran ke pangkuannya, bocah menggemaskan itu menyamankan dirinya di pelukan ibu sambungnya sambil memejamkan matanya.
Si kembar telah tertidur dengan nyaman, Savanna pun ikut menyamankan dirinya dengan meletakkan kepalanya di bahu lebar suaminya dengan tangan keduanya yang saking menggenggam.
"Gibran manja banget sama kamu sayang, kalau dia punya adek nanti ... kira-kira apa reaksi dia?" Tanya Darren melirik putra kembarnya yang tetidur dengan bersandar pada Savanna.
__ADS_1
"Mereka masih kecil kak," ujar Savanna.
"Apa salahnya mereka punya adek? kakak ingin anak perempuan, dan itu dari rahim kamu."
Savanna mengulum senyumnya, dia menunduk malu saat Darren menatapnya dengan penuh cinta. Melihat kegemasan istrinya, Darren mengecup puncak kepala Savanna dan menyandarkan kepalanya di atas kepala sang istri.
"Maaf yah, kamu harus hidup sulit setelah nikah sama kakak." Lirih Darren.
"Enggak usah di bahas lagi! nanti berantem lagi! kan, kita menikah juga karena cinta bukan harta. Kalau harta, ngapain aku nikah sama kakak. Mending aku nikah sama anak CEO." Sewot Savanna.
"Kamu tuh yah." Darren yang gemas menarik pipi istrinya yang kini mulai tembam.
Selang beberapa lama, Darren meminta supir bis menghentikan bis. Dia mengajak istri serta anak-anaknya turun, sebab mereka sudah sampai ke tujuan.
"Dek, bangun dek! udah sampe!" Seru Darren membangunkan Gibran.
Namun, jangan memanggilnya Gibran jika bocah gembul itu akan mudah di bangunkan. Gibran sangat sulit di bangunkan, apalagi ketika jadwal dirinya tidur siang.
"Biar aku yang gendong kak." Usul Savanna.
Darren mengiyakan saja, mereka pun turun dari bis tersebut. Mereka berjalan kaki hingga sampai di kediaman Atmajaya, sebab jarak antara tempat mereka turun dan rumah sangat lah dekat.
"ASTAGA! ADEN!!" Pekik satpam saat melihat Darren.
Darren tersenyum, dia menyapa pria paruh baya yang sudah bekerja lama di rumahnya sebagai satpam.
"Apa kabar mang ujang?" Tanya Darren ramah.
"Baik aden, aduh si aden!! akhirnya balik juga!" Pekik mang ujang.
"Udah den, nyonya juga udah di rumah. Histeris gak mau di rawat di rumah sakit, walaupun disini jadinya kayak penjara sementara." Jawab mang ujang sambil meringis pelan.
Darren mengalihkan pandangannya, dia sana terdapat dua mobil polisi. DI karenakan Delia masih tahanan, dia tidak bisa bebas seenaknya.
"Yaudah, ayo masuk den." Ajak mang ujang sebelum akhirnya pria paruh baya itu memperhatikan Savanna.
"Ini ...,"
"Istri saya." Ujar Darren sambil merangkul Savanna.
"Ya ampun, den? cepet banget kawinnya den? mang ujang aja udah puluhan tahun menduda. Ih, si aden pinter nyari istrinya. Cantik pisan." Puji mang ujang.
Savanna tersenyum salah tingkah, sementara Darren pria itu tersenyum bangga. Lalu mang ujang mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
Di kamar, Dania membantu Delia untuk makan. Dengan kesabaran yang penuh, Dania menyuapkan bubur ke mulut Delia yang miring akibat stroke.
"Aa ... len ...,"
"Bang Darren?" Tanya Dania ketika Delia menyebutkan suatu kata.
Delia mengangguk, Dania pun tersenyum dan kembali menyuapkan bubur encer itu pada Delia.
"Abang otw kesini, mommy tunggu aja yah." Jawab Dania.
__ADS_1
Delia berusaha untuk makan, air matanya menetes. Dia tengah terpuruk, mengapa dirinya harus merasakan hal ini? kenapa dirinya seperti saat ini?
Kedua polisi sedang berbicara dengan Recky, semnetara dua yang lain sedang berjaga di kamar Delia.
Dania tersenyum melihat Delia memakan bubur yang dia suapkan, tatapannya beralih ke arah pintu.
"ABang!" Pekik Dania.
Darren langsung berlari ke arah ranjang, dia berjongkok di samping ranjang dan menatap Delia dengan netra berkaca-kaca.
"Mommy."
"Enn ... en ...,"
"Iya, ini Darren," Balas Darren.
"Ma ... af ... ma ... af."
Darren mengangguk dengan air mata yang mengalir di pipinya, dia tak tega melihat kondisi Delia saat ini. Bagaimana pun kesalahan yang Delia lakukan. Tidak menutup kemungkinan jika wanita itu adalah ibunya
"Darren sudah maafin mommy, maafin Darren juga yang jarang ngunjungin mommy." Isak Darren.
Savanna hanya diam berdiri sambil menggendong Gibran, akhirnya bocah gembul itu bangun dan mengucek katanya.
"Sayang, sini." Panggil Darren sambil melambaikan tangannya pada Savanna.
Savanna berjalan ragu mendekat pada suami serta mertuanya, dia menatap takut-takut ke arah Delia. Savanna yang melihat kondisi Delia saat ini sungguh membuatnya kerasa kasihan, bahkan untuk mengontrol tangannya saja Delia tidak mampu.
Delia melihat Savanna, entah mengapa dia hanya diam tak tahu jika Savanna sudah menjadi istri dati Darren putranya.
"Mom, Darren telah menikahi Savanna dua bulan yang lalu."
Tidak ada reaksi apapun dari Delia, wanita itu hanya diam dan menatap ke arah lain. Berusaha menggerakkan jari-jarinya, akan tetapi dirinya masih belum bisa.
"Mommy, cepat sembuh yah. Savanna doakan mommy." Lirih Savanna dan hanya di respon erangan kecil dari Delia seperti mencibir Savanna dengan bahasa yang tak jelas.
Gubran memperhatikan oma nya dengan kening mengerut. Dia menatap Savanna dan bergantian menatap Delia.
"Mamah mamah!" Panggil Gibran dengan suara berbisik.
Savanna mendekatkan telinganya pada mulut Gibran, sehingga anak itu mendekatkan mulutnya pada telinga Savanna dan berkata,
"Kenapa bibilna oma nda cimetlis? oma lagi kaku yah? tanganna nda di gelakin, bibilna juga. Dedek bantu lulusin bibilna oma, boleh nda?"
"Hus gak boleh begitu yah, nanti oma sedih. Kasihan, kan omanya lagi sakit." Balas Savanna.
"Iya tapi dedek gleget, mau dedek benelin." Seru Gibran membuat pasang jatah mengarah pada keduanya yang berbeda usia itu..
_____
Mana nih yang cari si kembar🤭🤭🤭
Jangan lupa masih bintang lima yah🥰🥰🥰
__ADS_1
Like, komen, dan vote karyaku😍😍😍 terima kasih🥰
Maaf yah up satu terus😅, tapi aku usahain up lebih dari 1000 kata🤗🤗