
Setelah satu jam waktu nya Nayana minum obat.
Tetapi Arden tidak tega untuk membangunkannya.
Tiba-tiba saja terlintas di pikiran Arden cara untuk memberikan obat itu kepada Nayana.
Arden terlebih dahulu meneguk obat itu ke mulut nya kemudian dia mencium bibir Nayana dan memasukkan obat itu ke dalam mulut Nayana.
Ia mengulangi cara itu berkali kali.
"Ahh begini lebih baik..." Pikir Arden.
Semalaman Arden menjaga Nayana,ia sangat khawatir dengan kaeadaan Nayana.
Siangnya saat Nayana terbangun ia kaget melihat sekeliling nya.
"Ha ini dimana ya,kenapa aku bisa disini." Celetuk Naya.
Kemudian ia melihat Arden yang sedang tidur di sampingnya dan menggenggam tangannya.
"Apa ini dirumahnya?Ahh dia sangat imut ketika tidur seperti ini." Sambil tersenyum menatap Arden.
Arden pun terbangun.
"Sayang,apa kau sudah enakan?" Tanya Arden
Nayana hanya mengangguk.
Arden pun langsung memeluk Nayana.
"Sayang,apa kau tau aku sangat khawatir pada mu?"
"Haha iya aku sudah baik-baik saja sekarang,dimana kita?"
"Kita ada dirumah ku sayang.."
"Ha,apa??"
Arden pun langsung menatap Nayana dan mengecup bibir Nayana.
__ADS_1
"Ahh sana cuci muka dan sikat gigi mu dulu !" Usir Nayana.
"Aku tidak mau,aku hanya ingin memeluk mu pagi ini !"
Nayana pun hanya bisa pasrah,ia pun merasa bahagia karena Arden sangat mengkhawatirkannya.
Tiba-Tiba ada yang mengetuk kamarnya.
Nayana pun panik dan mendorong Arden menjauh.
"Siapa??" teriak Arden kesal
"Saya tuan muda,sarapannya sudah siap,mau di antar atau makan d bawah."
"Antarkan saja kesini ! , mengganggu saja !!!"
Tak lama pelayan pun datang ke kamar dan menyajikan sarapan.
"semua sudah siap tuan muda,silahkan di nikmati." ucap pelayan tersebut.
"ya sudah sana pergi !" mengusir pelayan tersebut.
Arden pun mengambil semangkuk bubur untuk Nayana.
Arden pun menyuapi Nayana,tetapi Nayana menolak.
"Arden,aku bisa makan sendiri !"
"Hei,kau masih sakit,biar aku yang menyuapi mu !"
Nayana pun akhirnya mengalah dan di suapi oleh Arden.
Setelah itu Arden mengambil obat Nayana,dan lagi-lagi terlintas di pikirannya untuk mengulang cara semalam.
Ia tiba-tiba meneguk obat itu hingga membuat Nayana bingung.
"Hei,itu kan obat ku..kenapa kau yang minum !"
Tiba-tiba Arden langsung memegang pipi Nayana kemudian mencium bibir Nayana lalu mentransfer obat itu ke mulut Nayana.
__ADS_1
Nayana pun kaget dan refleks memukul bahu Arden.
"Apa yang kau lakukan !"
"Begini lah caraku memberikanmu obat !" tertawa senang.
"Jadi tadi malam juga seperti ini?"
"Tentu saja sayang..."
"Ihh kau ini..."
"Ayo kita ulangi sayang,masih Ada 3 obat lagi loh ini."
"Aku tidak mau,aku bisa meminumnya sendiri !!!" dengan nada ketus
"Sayang,ayolah...." merengek.
"Tidak,lepaskan aku !"
Kemudia Arden langsung mencium bibir Nayana dan tangannya meraba ke bagian Dada Naya.
Arden mengunci tangan Nayana hingga Nayana tidak bisa melawan.
"Bagaimana?lebih baik seperti tadi kan?"
"Dasar mesum !!" teriak Nayana.
Nayana pun kembali meminum obat nya.
Setelah itu mereka berdua bersenda gurau di atas kasur tersebut.
"Arden? kenapa kau membawa ku kesini? terlebih ini dikamar mu?Apa orang tua mu tidak marah?"
"Tidak,orang tua ku tinggal diluar Negeri,mereka tidak ada disini !" Jawab Arden santai.
"Ohh,jadi kau hanya tinggal sendirian disini?"
"ya begitu lah,aku tinggal disini bersama para pelayan dan pak Robin."
__ADS_1
"Pasti kau kesepian ya?"
Arden kembali menatap Nayana dengan tajam dan mencium Nayana kembali,mereka terus berciuman,hingga membuat Nayana terengah-engah.