
Darren mendatangi kantor kepolisian, di sana dia menemui Delia untuk meminta penjelasan mengenai pertanyaan anak siapa dia sebenarnya? dan tentang apa yang terjadi pada Nadia.
"Darren kamu datang nak?! kamu pasti mau membebaskan mommy yah kan," ujar Delia dengan raut wajah antusias.
Darren menggeleng, dia menunggu Delia duduk di hadapannya sebelum dia bertanya tentang banyak hal yang mengganggu pikirannya.
"Maaf mommy, semua ini tuntutan dari om Xander. Dia menuntut mommy serta Nadira atas meninggalnya Nadia." Jawab Darren.
"Kamu kan bisa sewa Tuan Will! dia pengacara yang handal, mommy bisa keluar dari sini Darren!" Sentak Delia.
"Mom, tuan Will tidak menerima kasus kejahatan. Dan apa yang mommy lakukan, termasuk tindakan pembunuhan. Apalagi, Darren tidak bisa membayarnya." Lirih Darren.
"Apa maksudmu!!"
Delia benar-benar tersulut emosi, dia tidak ingin di penjara. Namun, dirinya merasa Darren tidak membelanya sama sekali.
"Semua harta yang Darren pegang, semua milik daddy yang ternyata bukan ayah kandung Darren. Darren cukup sadar diri mom, Darren akan mengembalikan semua hak milik daddy dan Dania. Termasuk perusahaan yang Darren pegang saat ini," ujar Darren dengan sendu.
"Jangan gila kamu!! perusahaan itu sudah menjadi atas nama kamu!! kamu berhak menerimanya! jangan di kembalikan! Kamu b0d0h apa gimana sih!!" Geram Delia.
"Mom." Sedih Darren, tak menyangka jika Delia sejahat ini.
"Dengar baik-baik Darren, mommy bela-belain lenyapin Nadia agar dia tidak membocorkan identitas mu yang sebenarnya! agar hidup kita tidak melarat! dan gara-gara wanita kampungan itu, kita terancam jatuh miskin tau gak!!"
Darren Benar sedih di buatnya, dia pikir Delia hanya tegas seperti ibu-ibu pada umunya yang sering memarahi anaknya. Namun, sepertinya bukan. Sifat Delia sangat buruk.
"Mom, kenapa mommy seperti ini? Sebenarnya, apa salah Darren?! sehingga mommy membuat posisi Darren sulit saat ini!!"
"Darren gak bisa bersatu dengan wanita yang Darren cintai! it's oke, semuanya demi mommy! mommy suruh aku nikahi Nadira, aku turutin walau gagal karena kebusukan mommy yang terbongkar! apa kurangnya Darren sebagai anak? dari kecil sampai besar terlalu banyak tuntutan yang mommy buat. Sampai, Darren gak bisa bedain. Mana kasih sayang mommy, dan mana tuntutan,"
Darren benar-benar meluapkan isi hatinya selama ini, Delia adakah segalanya baginya. CInta pertama bagi anak laki-laki, adalah ibunya. Namun, Delia malah menghancurkan hati anaknya sendiri.
"Darren, mommy hanya ingin yang terbaik untukmu!!" Sentak Delia.
"Bukan! mommy hanya ingin memenuhi keegoisan mommy selama ini. Cepat katakan, siapa ayah kandungku!" Bakas Darren.
Delia bungkam, membuat Darren yang melihatnya jadi kesal. Dia hanya ingin tahu siapa ayah kandungnya, apa sesulit itu untuk di katakan?
"Mom! Darren butuh status yang jelas! Siapa sebenarnya ayah Darren! kalau Darren mati, nama ayah kandung Darren yang akan di bawa!!"
"Mommy gak tau! Mommy gak tahu siapa ayah kandung kamu! Mommy gak tau!!" Bentak Delia dengan wajah basah karena air kata.
__ADS_1
Darren tertegun, melihat Delia menangis sesenggukan. Wanita paruh bayar itu menutup wajahnya, sangat sulit menceritakan tentang masa lalunya.
"Mom, please. Darren harus tahu," ujar Darren dengan sedih.
"Hiks ... Darren, mommy benar-benar enggak tahu. Setelah daddy kamu pergi dinas di luar kota, rumah kita di rampok hiks ... dan hiks ... perampok itu memperkosa mommy. Kalau kamu tidak percaya, kamu tanyakan pada daddy kamu. Dia tahu rumah kita di rampok, tapi mommy gak cerita tentang pemerkosaan itu!"
Tubuh Darren lemas tak bertenaga, dia menatap kosong ke depan. Delia kembali menangis, mengingat kejadian menyakitkan untuknya.
Flashback on.
Tengah malam, Delia terbangun dari tidurnya. Dia mendengar seperti ada benda yang jatuh, sehingga dia memutuskan untuk mengecek nya.
"Kucing kali yah." Gumam Delia.
Delia memeriksa ke arah dapur, netranya melihat kaleng susu yang tergeletak. Segera Delia membereskannya dan kembali ke kamarnya setelah semua di rasa aman.
Setelah sampai di kamarnya, Delia berniat menutup pintu. Namun, netranya membulat sempurna saat melihat seorang pria bertopeng di balik pintu.
"AAA!! EHMPP!!"
Delia di bekap dengan sebuah sapu tangan yang sudah di beri obat bius, sehingga wanita itu pingsan dan tak sadarkan diri.
Hingga pagi, Delia terbangun dari tidurnya. Dia terkejut saat menyadari dirinya tak berbusana, bahkan kamarnya sangat berantakan. Terlebih, area intimnya yang terasa sangat sakit.
"TIDAAAKK!!!"
Flashback On.
"Uang, perhiasan, semuanya mereka ambil. Termasuk memperkosa mommy, mommy gak berani bilang sama daddy. Mommy takut daddy menceraikan dan mengusir mommy. Mommy sangat mencintai daddy mu Darren hiks ... mommy sangat mencintai dia."
"Sampai akhirnya kamu lahir, saat usiamu 3 tahun. Di situlah baru mommy tahu, ternyata golongan darahmu berbeda dengan kami. Beruntung saat itu, daddy tidak mengetahui nya."
Darren menundukkan kepalanya, kejadian yang di alami oleh Delia sangat lah tragis. Dimana Dirinya di perkosa oleh orang yang tidak dirinya ketahui.
"Maafkan mommy Darren, maafkan mommy. Jika saat itu daddy tahu, dia pasti akan mengusir kita. Mommy gak mau kamu hidup susah dengan menjadi gelandangan di luar sana." Isak Delia.
Darren berpindah tempat di samping Delia, dia memeluk erat mommy nya itu. Delia membalas pelukan putranya, keduanya menangis hingga kedua polisi datang.
"Maaf, waktu pembesukan telah selesai."
Darren melepaskan pelukannya, dia menghapus air mata Delia dengan tangannya.
__ADS_1
"Makasih mommy masih pertahanin Darren, tapi maaf. Darren gak bisa bebaskan mommy dari sini, semoga hukuman mommy bisa diringankan." Lirih Darren.
Delia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia oun kembali masuk ke dalam sek tahanan. Sementara Darren, dia memutuskan untuk ke rumah Recky untuk menjelaskan semuanya.
Sesampainya di sana, kebetulan sekali seperti nya Recky akan berangkat ke kantor. Keduanya kini berpapasan di depan pintu utama.
Sehingga, Recky mengajak Darren masuk saat tahu apa tujuan Darren ke rumahnya. Kini, keduanya duduk di ruang tanu dengan situasi yang canggung.
"Sebelumnya maaf, Darren meminta maaf atas kesalahan mommy." Lirih Darren.
"Bukan salahmu." Ucap Recky dengan singkat.
Darren membuka tas yang ia bawa sedari tadi, di sana ada beberapa dokumen dan juga beberapa kunci mobil miliknya. Darren menaruh dokumen serta kunci mobilnya di atas meja.
"Ini semua Darren kembalikan, harta yang daddy berikan. Maaf, jika selama menjadi anak daddy. Darren banyak buat kecewa." Ujar Darren sambil memberanikan diri menatap Recky.
"Itu semua sudah saya berikan atas namamu, kenapa di kembalikan?"
"Karena ini semua bukan hak Darren, harta dan warisan daddy adalah milik Dania. Bukan Darren, karena Darren bukan anak kandung daddy." Ujar Darren sambil mengambil nafas panjang.
Recky menatap nanar semua yang Darren berikan, dirinya kembali mengingat setiap momen bersama putranya. Dari di lahirkan hingga sekarang, berputar di memorinya.
"Maaf, maafkan mommy. Bukan Darren membela mommy, tapi kenyataannya mommy hanyalah korban," ucap Darren.
"Korban?" Bingung Recky.
Darren mengangguk, dia bercerita apa yang terjadi dengan Delia. Recky yang mendengarnya sontak saja merasa terkejut, dia tak menyangka jika perampokan itu bukan hanya hartanya yang hilang. Tapi, kehormatan istrinya juga di renggut olehnya.
"Aku tidak tahu siapa ayah kandungku, aku bingung saat ini. Mommy masuk penjara, dan Gabriel tengah di rawat." Lirih Darren.
"Saga hampir melupakan nya, bagaimana kabar putramu?" Tanya Recky yang merubah panggilannya menjadi saya.
Darren tersenyum hambar, Recky tidak lagi menyebut dirinya sebagai daddy. Darren merasa, dirinya sudah lancang karena kembali memanggil daddy pada orang yang bukan ayah kandungnya.
"Dia ... amnesia."
"Apa?! sampai separah itu?! antarkan saya kesana! saya ingin melihat nya." Pekik Recky segera bangkit dari duduknya.
Bagaimana pun situasi sekarang, Recky sangat menyayangi si kembar. Bahkan sayangnya pada si kembar melebihi sayangnya dia pada Darren. Hanya saja, kemarin dia sungguh wanita dengan kenyataan yang ada.
_______
__ADS_1
Double up nih🤗🤗🤗