
Di hari selanjutnya Arden yang semakin penasaran akan Nayana terus mencari-cari tau soal Nayana.
"Dimana gadis itu,kenapa hingga siang begini aku belum melihatnya."
Arden sempat bertanya kepada teman sekelas nya tentang Nayana.
"Zio,apa kau kenal Nayana?"
"Nayana?siapa itu?"
"Ahh,bukan siapa-siapa."
"Haha tak mungkin,pasti dia orang yang berkesan untuk mu,selama ini kau tak pernah bertanya soal wanita."
"Aku hanya penasaran."
"Penasaran?Haha apa kau menyukainya?"
"Aku tak tau,yang jelas saat ini aku sangat penasaran akan gadis ini ! "
"Wah...pasti gadis ini sangat spesial,hingga seorang Arden bisa seperti ini."
"Apaan sih !!" sambil memukul bahu Zio
Arden pun semakin penasaran hingga Ia berani mencari data siswa/i di kantor sekolah nya.
Dan ia mengatahui kelas Nayana.
Arden pun langsung bergegas datang ke kelas Nayana.
Semua murid putri terkejut melihat Arden yang sangat populer itu datang ke kelas mereka.
Dan langsung saja Arden bertanya kepada salah satu murid yang ada di kelas itu.
"Hey kau,apa kau mengenal Nayana?"
"Nayana Ristanto?"
"Iya."
"Oh hari ini dia tidak masuk sekolah."
"Ha?kenapa?apa kau tau kenapa dia tidak masuk sekolah hari ini?"
"Kemarin saat jam pelajaran olahraga dia cidera,mungkin karena itu."
"Apa Parah?" tanya Arden khawatir
"Ku dengar kakinya terkilir." sambil menatap kagum akan ketampanan Laki-laki itu.
"Apakah kau tau alamat rumahnya?"
"Mana ku tau." dengan nada ketus
__ADS_1
Sahabat Nayana yang mendengar itu langsung menghampiri Arden dan bertanya.
"Kau siapanya Nayana?"
"Ahh,kenapa kau ingin tau?"
"Karena aku sahabat nya ! wajar saja aku ingin tau."
"Aku hanya ingin tau tentang Nayana,memang nya salah."
"Oh fans nya?"
"Haha,kau lucu sekali,Apa kau tau siapa aku ini?,bisa-bisanya kau berkata begitu."
"Yah,terus untuk apa kau bertanya soal Nayana?"
"Aku kan sudah bilang aku hanya ingin tau saja,bukan urusan mu juga kan."
"Heh..." jawab Qira ketus
"Hey,Apa kau tau Alamat Nayana?" Tanya Arden lagi.
"Untuk apa kau bertanya Alamat Nayana?"
"yah aku ingin menjenguk Nayana,katanya dia cidera."
"Apa kau sedekat itu denga nya?" jawab Qira dengan nada sinis.
"Aku tak percaya saja,seorang Arden laki-laki populer di Sekolah ini bertanya soal Nayana."
"Memang ada aturan yang melarang aku mendekati nya?"
Qila pun terdiam dan tak menjawab pertanyaan Arden.
"Kalau kau tak mau memberikan alamatnya,berikan saja aku nomer telfon nya !"
"Aku tidak ada nomer telfonnya !"
"Hahaha..Apa kau bercanda?kau bilang kau sahabatnya."
"Yah,aku bilang tidak ada."
Dengan cepat Arden merebut telfon gengam Qila yang ada di tangannya dan mencari nomer telfon Nayana.
"Hey,apa-apaan kau,kembalikan Handphone ku !!"
Arden hanya diam dan terus mencari no telfon Nayana.
Dan Arden pun mendapatkannya.
__ADS_1
"Ini ku kembalikan Handphone mu,Thank you yah...."
Dengan kesal Qira mengambil Handphone tersebut sambil menggerutu.
"Dasar sialan,bisa-bisa nanti Nayana marah padaku."
Arden merasa senang mendapatkan nomer telfon gadis itu
"Nanti setelah pulang aku akan mengganggu nya." Sambil tersenyum sinis.
Setelah pulang sekolah dan sesampainya dirumah Arden pun langsung menelfon Nayana.
"Ahh,nomer siapa ini?" celetuk Nayana
"Hallo,siapa ini?"
"Hai...."
"Hah,laki-laki,siapa ini?" Pikir Nayana dalam hati.
"Hey kenapa kau diam?" Tanya Arden
"Kau siapa?"
"Apa kau lupa suara ku Naya?"
Nayana pun berpikir,sepertinya suara ini tidak asing di dengar.
"Ini aku sayang,Arden..." goda Arden
Nayana pun langsung mematikan telfon tersebut.
"Aihh,kenapa dia bisa mendapatkan nomerku" pikir Nayana dalam hati.
Arden pun merasa sedikit kesal dengan kelakuan Nayana.
Arden pun terus menelfon Nayana.
Nayana yang kesal akhirnya mengangkat kembali telfon dari Laki-laki tersebut.
"Kenapa kau matikan?"
"Terserah aku dong,kau kenapa bisa menelfonku?" Tanya Nayana.
"ya karna aku dan kamu punya handphone." jawab Arden sambil tertawa.
"Iya aku tau itu,kau kira aku bodoh !!" dengan nada ketus
"Hey,ayolah kenapa kau ketus sekali sayang.."
__ADS_1