Cinta Yang Halal

Cinta Yang Halal
Rizki dari Allah


__ADS_3

Semenjak pingsan di rumah sakit 3 hari lalu aku selalu merasa pusing dan mual.


Ka Adit juga Aneh selalu menginginkan sesuatu yang sulit untuk di dapat. Cintohnya kemarin saja dia meminta buah cerme yang sangat masam dan itu sulit di dapatkan.


Aku rasa aku masuk angin karena selalu merasa mual, atau jangan jangan aku terkena mag, gejala mag kan mual-mual.


Hari ini aku akan ke rumah sakin, untuk mengantarkan pesanan ka Adit, biasa Rujak mangga muda dan kedondong.


Sekalian saja aku akan memeriksa kesehatanku, aku takut jika aku terkena mag yang sudah kadalon, sebab sejak Dua minggu dulu waktu ka Adit selalu pulang malam, aku jarang sekali makan.


"Assalamualaikum Ka ". Aku memasuki ruang ka Adit, dan terlihat ka Adit sedang duduk di kursinya.


"Waalaikumsalam". Ka adit menjawab salamku, ku lihat ia tersenyum ke arahku.


"Ini rujak pesanan kakak". Aku menyodorkan rujak yang ia pesan tadi pagi.


"Suapin dong, aaa".


"Kakak kan udah gede makan sendiri saja, aku lelah".


Tiba-tiba perutku terasa mual lagi dan kepalaku pusing.


"Ka aku mau ke kamar mandi".  Aku hendak keluar ruangan ka Adit untuk mencari kamar mandi.

__ADS_1


Namun ka Adit mencegahku, karena ternyata di ruangannya juga ada kamar mandi.


Ku langkahkan kakiki menuju kamar mandi namun kepalaku semakin terasa pusing.


Aku memuntahkan isi perutku, kakiku sangat lemas.


Hampir saja aku terjatuh tapi untung ka Adit memegangi tubuhku.


"Sayang kamu kenapa". Tanya ka Adit kepadaku, ia terlihat sangat kawatir.


"Mungkin masuk angin atau mag ku kambuh ka, soalnya udah seminggu ini aku sering merasa mual dan pusing, mungkin karena 3 minggu terakhir ini aku jarang makan". Ucapku menahan gejolak mual di perutku.


Aku muntah lagi tapi kali ini yang keluar hanya cairan bening saja.


Aku hanya mengangguk, kulihat ia mulai keluar ruangan.


Ka Adit datang dengan di ikuti seorang dokter perempuan di belakangnya.


"Mir, tolong periksa istri saya dia sepertinya sedang kurang enak badan". Ucap ka Adit pada Dokter itu.


Dokter itupun memeriksaku.


"Bagaimana mir, kondisinya dia baik-baik saja kan". Ka Adit bertanya lagi kepada dokter itu.

__ADS_1


"Kamu ini gimana sih dit, masa seorang dokter ga tau ciri-ciri orang hamil, istrimu itu sedang hamil dit". Jawaban dokter itu berhasil membuatku kaget.


"Apa bener mir?". Ka adit seperri tak percaya.


"Ya ampun dit, dasar dokter gak peka kamu". Dokter itu terlihat sangat kesal pada ka Adit.


Terimakasih ya Allah akhirnya apa yang kami tunggu dan kami inginkan tercapai juga.


Terimakasik karenaMu telah mempercayai kami untuk menjadi seorang Ayah dan Ibu.


Semoga kami bisa menjaga titipanmu yang sangat berharga ini ya Allah.


Aditya pov.


Aku sangat kaget saat mira mengatakan bahwa Rania hamil, sungguh aku sangat senang.


Jadi selama ini aku yang menggantikan Rania ngidam, aku selalu ingin buah yang masam.


Ya Allah terimakasih atas rizki yang telah Engkau berikan kepada hamba.


Istri sholeha ditambah Anak yang akan melengkapi perjalanan pernikahan kami.


Semoga tidak akan ada badai dasyat yang membuat pernikahn kami tergoncang lagi.

__ADS_1


__ADS_2