
Sesuatu yang di awali oleh kebaikan pasti akan mendatangkan kebaikan pula.
Lima tahun kini sudah berlalu, kini aku sudah mempunyai dua anak yaitu Faeza dan Humairah.
Faeza sudah berusia Lima tahun sekarang dan Humairoh berusia 3 tahun
Faeza sudah dapat menghafal lima juz al-qur'an dan humairah di usianya yang masih sangat kecil Alhamdulillah sudah hampir menghapal satu juz al-qur'an.
Orang tua mana yang tidak bahagia bila anak-anaknya bisa menjadi hafiz di usia yang masih sangat muda.
Aku dan ka Adit tidak memaksakan mereka untuk terus menghapal namun kami membuat mereka mendengar murotal-murotal al-qur'an sehingga dengan mudah mereka bisa mengingat.
Dan yang membuatku merasa bangga pada anak-anaku adalah jika aku belum memperdengarkan murotal al-qur'an mereka akan merengek padaku atau pada ayahnya mereka mungkin akan menangis seharian jika saja kami lupa memutar muroral al-qur'an di rumah.
Kami begitu bahagia di saat anak seusia mereka akan sangat suka bermain di bandingkan mendengar vidio mengaji, mereka malah tidak mau bermain terlalu lama.
Dan mereka sangat betah saat aku atau ka Adit memutar vidio murotal, mereka akan sangat khusyu mendengarkannya.
Kadang ka Adit membelikan mainan untuk mereka namun mereka menolak mereka malah lebih suka di belikan kaset murotal al-qur'an.
Seminggu sekali kami harus membelikan kaset murotal yang berbeda-beda orang yang mengajinya.
Kini aku juga sedang mengandung dan usia kandunganku sudah lima bulan, semoga anak yang berada dalam kandunganku juga bisa seperti kakak-kakaknya aku dan ka Adit sepakat memberinya nama Aisyah nur rohmah nugraha.
Adit pov.
Lima tahun waktu sudah berlalu kini aku mempunyai dua anak yang pintar-pintar dan sebentar lagi akan memiliki tiga anak karena Rania sedang hamil lagi.
Sebagai seorang ayah aku sangat bahagia anak-anakku tumbuh menjadi seorang hafiz cilik.
Aku begitu bangga pada istriku karena bisa mendidik anak-anaku dengan baik.
Ternyata benar kata pepatah apa yang kita tanam maka itu yang akan kita tuai.
Sesuatu yang di awali kebaikan akan mendatangkan kebaikan.
Aku percaya bahwa Allah sudah menentukan jodohku jadi aku selalu menjaga hatiku hanya untuknya.
Dan terlihat hasilnya sekarang sesuatu yang aku awali dengan kebaikan membuat hidupku juga di liputi kebaikan.
__ADS_1
Andai saja dulu aku memulainya dengan sebuah hubungan yang haram mungkin aku tidak akan mendapatkan anak-anak yang sholeh.
Mana mungkin hasil akan bagus jika bibitnya saja tidak bagus.
4 bulan kemudian
"Ka Adit" aku berteriak karena perutku sudah sangat mulas, sepertinya aku akan melahirkan.
"Ada apa sanyang?, ya ampun air ketubanmu pecah" Ka Adit terlihat sangat panik.
Sudah kebiasaannya selalu panik saat aku hendak melahirkan.
"Ka jangan panik, ayo bantu aku ke rumah sakit, aku sudah tak tahan". Aku mencoba menenangkannya, cih seharusnya dia yang menenangkanku.
Ka Adit menggendongku ke mobil, untung saja jarak rumah sakit dan rumah cukup dekat kami bisa sampai di rumah sakit sekitar sepuluh menitan.
Ka Adit menemaniku ke ruang persalinan, di mulai berkeringat dingin.
Sudah kebiasaan dia saat aku melahirkan dia pasti akan menangis.
Alasannya tetap sama dia tidak tega melihat aku kesakitan.
Aku merasakan dia berkeringat dingin, dan matanya berkaca-kaca, jika saya aku tidak sedang menahan rasa sakit mungkin aku sudah tertawa terbahak-bahak karena melihat Dokter pria cool yang menagis karena melihat orang melahirkan.
Aku merasa bayiku sudah keluar dan aku mendengar tangisnya.
Ka Adit menitihkan kembali airmatanya setelah ia melihat bayinya yang masih berlumuran darah.
"Hey jangan menangis, ini anak ketigamu dan kau masih saja cengeng seperti dulu, lagipula aku yang kesakitan jadi seharusnya aku yang menangis". Di sela aku menahan rasa sakit dan sedang mengatur napas aku senang meledeknya.
"Hei kau meledekku, ka baru saja mempertaruhkan nyawamu, wajar saja aku menangissimu aku kasian padamu dan terharu melihat perjuanganmu itu". Dia mengusap airmatanya, dan mengecup keningku.
Aku melihat para suster menahan tawanya saat aku meledek ka Adit.
Dan dokter vina yang membantuku bersalin menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kami.
"Kamu tuh ran baru saja melahirkan sudah meledeki suamimu, dan kamu dit istrimu baru melahirkan dan kau sudah mengajaknya berdebat". Ucap dokter vina yang notabetnya adalah teman dekat kami.
"Ka tahukan vin, dokter cool ini selalu menangis saat melihat istrinya melahirkan, dan itu sangat lucu". Ucapku pada vina.
__ADS_1
"Vin kamu tahu kan istriku ini sangat berharga jadi wajar aku menangis saat dia mempertaruhkan nyawanya untuk malaikat kecil kami". Ka Adit juga berbicara pada vina.
"Sudah-sudah kalian ini malah membuat kegaduhan". Lerai vina.
"Kamu juga dit untung saja saat mengoprasi pasien kamu tak menangis, bagaimana kalau tingkat bapermu itu terjadi saat kau mengoprasi pasien aku takut pasien itu lewat". Ucap vina pada ka Adit.
Aku tersenyum mendengar penuturan vina, benar juga untung saja ka Adit mengis jika melihat aku melahirkan.
Bagaimana jika ka Adit menangis saat menangani operasi pasiennya .
"Kami ini vin, ya itu beda lagi lah aku juaga tidak selemah itu sehingga harus menangisi pasienku terlebih dahulu" ka Adit terlihat kesal karena ucapan dokter vina membuat para suster yang ada di sana tertawa.
Aki sudah di pindahkan ke ruang rawat Faeza dan Humairah sudah ad di sampingku mereka terus memainkan jemari adiknya.
"Sayang jangan di ganggu dong dede bayinya kan mau bobo". Ucapku pada mereka.
"Maaf Bu". Ucap mereka bebarengan.
"Yah yah dede bayonya do bawa pulang kan?". Faeza bertanya pada ayahnya.
"Tentu saja dede bayinya di bawa pulang sayang".
"Yah nama dede bayinya siapa?" Tanya humaiah.
"Namanya Aisyah nur rohmah nugraha, bagamana bagus tidak?".
"Bagus yah" Ucap Faeza dan Humairoh serentak.
"Nanti kalau dede bayinya pulang ke rumah Ka Faeza sama Ka Humairoh harus sering membaca Al-qur'an yah". Ucapku pada mereka.
"Siap Bu" jawabnya serentak.
"Nanti dedek aisyah harus kalian ajari ya membaca al-qur'an biar dia pintar seperti kalian" ucap Ka Adit.
"Siap yah". Jawab mereka serentak juga.
Sungguh ini adalah kebahagiaan terbesarku keluarga haemonis yang selalu di liputi kebahagiaan.
Aku percaya sesuatu yang baik akan mendatangkan kebaikan maka dari itu aku sesalu menjaga hatiku hanya untukmu jodoh agar kita bisa memetik hasil yang bagus dari apa yang kita tanam.
__ADS_1