Cinta Yang Halal

Cinta Yang Halal
Extra part


__ADS_3

Kehidupan kami berjalan dengan penuh kebahagiaan hari ini adalah hari di mana adiku ziya menikah lagi.


Saat ziya menjalani operasi penyakitnya yang bahaya itu dia bertemu dengan teman lamanya.


Ziya mulai membuka hatinya lagi untuk lelaki lain, dia tidak ingin terus mengenang masalalunya yang gagal dalam pernikahannya.


Reza juga mau menerima anak ziya dengan baik.


Aku sangat bersyukur keluargaku selalu mendapatkan kebahagiaan yang sangat melimpah.


Mungkin ada sedikit masalah namun aku dan ka Adit selalu menjalaninya dengan sabar itu mungkin sebuah kerikil-kerikil kecil saja.


Faeza kini sudah berusia 20 tahun dan ka Adit selalu saja mendesaknya untuk segera menikah.


Aku sih terserah dia saja toh dia sudah dewasa sekarang, dia juga menurutku sudah siap secara materi jika untuk menikah, faeza sudah menjadi seorang dokter di usianya yang sangat muda.


Adik-adiknya pun mereka sangat mendukung Ayahnya bahwa kakanya harus segera menikah, apalagi Humairah yang sudah tidak sabar untuk segera di khitbah, dia tidak ingin melangkahi kakanya jadi dia selalu saja mengompori Ayahnya supaya menyuruh kakanya untuk segera menikah.


Aku tidak mengekang mereka, jika yang mereka lakukan adalah untuk demi kebaikan aku akan selalu mendukungnya apalagi mereka sudah besar-besar sekarang.


Aku senang mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang mengenal agama dengan baik, bukan hanya aku yang semangat untuk mengajari mereka tentang ilmu agama, tetapi ka Adit juga selalu membuat mereka disiplin untuk mempelajari ilmu agama.


Faeza yang sudah hapal 30 juz, Humairah yang sudah hapal 15 juz, dan Aisyah yang sudah hapal 5 juz.


Apa yang membuat seorang orang tua senang selain melihat anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah.


Apalagi mereka begitu bersemangat untuk mempelajari ilmu agama, satu kalimat yang mereka ucapkan yang membuat kami begitu terharu dan begitu bahagia.


"Kami bersemangat belajar agama dan menghafal al-qur'an karena kami ingin membahagiankan ayah dan bunda dunia akhirat". Sungguh kata ini sangat berharga untuk kami.

__ADS_1


Suatu yang diawali dengan kebaikan akan mendatangkan kebaikan pula.


"Kau kini telah dewasa bisa memilih jalanmu sendiri kami sebagai orang tua hanya ingin kau berada di jalan yang benar". Ucap Rania.


"Iya za lagipula kami menyuruhmu menikah dengannya karena kami yakin dia yang terbaik untukmu". Ditya ikut menasehati anaknya.


"iyah ayah bunda eza ngerti, tapi apakah dia juga mau pada eza, aku hanya tidak ingin memaksa anak orang untuk mencintaiku". Faeza memang tidak akan pernah menolak perintah kedua orang tuanya, sebab dia tau orang tuanya pasti tau apa yang terbaik untuk dirinya.


"Dia menerimamu Za, justru dia yang meminta di carikan calon kpd ayahnya". Ucap Aditya.


"Baiklah, ayah bunda aku mau menikah dgnnya". Ditya menerima tawaran ayahnya untuk menikah dgn anak teman ayahnya.


Aku tahu sesuatu yang di paksa tidak akan baik malah akan membuat retak suatu hal.


Namun kak Adit tidak pernah memaksa Faeza, dia hanya menawarkan apakah Faeza mau ta'aruf dgn Syifa, dia adalah anak dari Kelvin dan Ulva, sahabat kami.


Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitupun kami.


Sebab cinta adalah fitrah manusia sedangkan pacaran adalah jalan menuju fitnah.


1 bulan kemudian.


Hari ini aku melepaskan pangeran ku untuk menjalani bahtra rumah tangga.


Tugasku mengarahkannya pada sesuatu yang baik takan pernah selesai hingga tuhan memanggilku.


Namun kini salah satu kebaikan itu telah ia tempuh.


Aku tak menyangka hubunganku yang dulunya di penuhi dgn kesalahpahaman ternyata bisa membuahkan anak-anak yang soleh dan solehah.

__ADS_1


Namun aku tau sesuatu yang baik pasti untuk orang baik pula.


Tidak ada kesia-siaan untuk melakukan hal baik.


Memendam cinta hanya untuk kekasih halalmu merupakan perjuangan yang luar biasa.


Menurutku cinta bisa datang kapan saja namun kesetiaan dan ketaatan sulit di dapatkan.


Maka aku tak pernah mengharapkan cinta saat aku menikah dgn kak Adit aku hanya berharap kesetiaannya dan ketaatannya pada Allah.


Sebab aku percaya jika dia setia dan taat pada tuhannya maka dia juga akan setia kpdku dan tidak akan pernah menyia-nyiakanku, cintanya akan tumbuh dgn sendirinya.


Percayalah Cinta Yang Halal lebih indah dari cinta Semu yang selama ini dijalani kebanyakan orang.


Pacaran bukan cara saling mengenal yang baik, sebab orang yang pacaran itu penuh dgn kepura-puraan.


Janji sehidup semati tapi saat melihat pertemuan/laki-laki yang lebih mereka berpaling dari pasangannya.


Ta ada hak untuk melarang sebab tak ada ikatan yang kuat di antara orang yan pacaran tapi saat dalam hubungan pernikahan kita punya hak untuk melarang pasangan berpaling sebab dia telah sah menjadi milik kita.


Orang yang mampu menjaga ketaatannya maka mampu juga menjaga kita.


Jika kau pernah melakukan kesalahan dgn pacaran maka perbaikilah, tinggalkan masa lalu lalu raih masa depanmu bersama cinta halalmu itu.


Percayalah kebaikan tidak akan pernah menyakiti.


Cinta yang baik adalah cinta yang halal, cinta yang di berikan kpd pasangan halalmu.


Menunggu lah yakinlah pangeranmu akan datang membawa cinta sesungguhnya, jangan tertipu dgn pangeran Abal-Abal yang mengobral cintanya hanya untuk membawamu ke jalan yang tidak baik.

__ADS_1


SELESAI


__ADS_2