Cinta Yang Halal

Cinta Yang Halal
Gadis satu tahun lalu


__ADS_3

Menjadi istri yang baik adalah impianku, mungkin bila gadis yang ka Adit cintai datang dalam kehidupan pernikahan kami sekarang.


Aku akan merelakan ka Adit memperistrinya, aku tidak ingin ka Adit tersiksa, sungguh aku sangat mencintai ka Adit.


Sebagai istri aku juga harus busa membahagiakan suamiku jadi apabila ia bisa bahagia dengan orang lain aku rela di madu.


Meski mungkin akan ada rasa sakit yang aku rasakan nanti.


Ah sudahlah yang harus aku lakukan sekarang adalah membahagiakan ka Adit.


Kemarin Ka Adit memintaku membuka cadar jika sedang berada bersamanya di rumah.


Aku akan menuruti keinginannya, karena itu permintaan suamiku, dan lagipula Ka Adit adalah suamiku dan aku tidak akan mendapatkan dosa meski Menampakan wajahku padanya.


Tok tok tok...


Aku mendengar suara pintu di ketuk aku melihat siapa yang datang, dan ternyata itu Ka Adit.


Aku melihat ka adit kaget melihatku, dia menatapku begitu lama, hingga akhirnya dia tersadar dan beristigfar.


Aku tidak tahu mengapa ka Adit beristigfar saat melihatku.


"Kamu". Ucap ka Adit, apakah ka Adit masih marah kepadaku atas kejadian sepele satu tahun lalu.


Aku hanya diam.


"Kamu kenapa ada di sini?'' tanya Ka Adit kepadaku.


Barusaja aku mau menjawab ka Adit sudah memanggil namaku.


"Rania, sayang kamu di mana". Teriak ka Adit, sungguh ka Adit tidak menyadari bahwa aku ini Rania.


Aku hendak memberitahu bahwa aku ini Rania yang ia cari tapi ka Adit sudah melontarkan pertanyaan kepadaku.


"Kenapa kamu ada di sini?, kemana istriku?". Sudah jelas aku istrinya dia malah bertanya lagi, sungguh aku menyesal dia memang belum pernah melihat wajahku karena aku selalu memakai niqab meski aku sedang tidurpun.


"Aku Ran mas". Ucap ku tapi dia sudah menyela ucapanku sebelum aku selesai berbicara.


"Iya aku tau kamu Ran si wanita menyebalkan satu tahun lalu, yang aku tanyakan kenapa kamu ada di sini, dan kemana istriku?". Ucapnya sungguh menyebalkan.


"Iya ini aku". Jelasku namun dia kembali menyela ucapanku.


"Apa kamu teman Rania, Ran?".


Tanyanya, sungguh dia sangat bodoh aku adalah Rania dan dia bertanya apakah aku teman  Rani.

__ADS_1


Aku langsung pergi ke kamar dan mengambil cadar karena sangat sulit menjelaskan bahwa aku ini istrinya.


"Hey, apa yang kau lakukan kau mengambil cadar istriku". Tanyanya sedikit keras.


Aku langsung memakainya, dan dia bengong melihatku.


"Rania". Ucapnya.


"Iyah ini aku dari tadi aku mau bilang tapi Kakak selalu saja menyela ucapanku". Ucapku padanya.


"Jadi kamu adalah Ran?". Tanyanya tak percaya.


"Iya aku Ran, gadis menyebalkan yang Kakak bilang tadi, maafkan aku karena Kakak tidak tau aku ini siapa semenjak pernikahan kita, dan baru saat ini Kakak mengetahunya". Ucapku panjang lebar.


"Dasar gadis bodoh, kau ini kenapa tidak memberitahuku jika kau sudah mengenaliku". Ucapnya.


"Aku kira Kakak tahu bahwa aku ini". Aku belum selesai berbicara dan dia sudah menyela


"Ternyata gadis menyebalkan itu istriku sekarang, kau sudah sangat berubah Ran sampai-sampai aku tidak mengenalimu". Ucap Ka Adit sambil memelukku.


"Berhentilah memanggilku gadis menyebalkan" ucapku ketus, kejadian itu sudah satu tahun lalu tapi panggilan itu tetap saja dia lontarkan kepadaku.


"Apa ini permainan takdir Ran, kau sekarang bedara di sisiku, aku dulu sempat berrkata dalam hati agar tidak memiliki Istri yang bersikaf sepertimu dulu".ucap ka Adit.


"Tidak, karena Allah mendengar doaku aku tidak ingin mempunya istri yang bersikap seperti dirimu saat dulu, dan sekarang ternyata sikap itu sudah mulai hilang darimu". Ucapnya sambil mengelus kepalaku.


"Masa". Ucap ku


"Ran jangan menyebalkan seperti dulu". Ucapnya dengan mata yang melihatku sinis, aku hanya tersenyum.


Rasanya sangat bahagia akhirnya dia tahu aku sekarang, sungguh dia pun sudah berubah tidak terlalu menyebalkan seperti dulu.


Oh yah apa kabar dengan Ulva dan mas Kelvin yah mereka sudah setahun lebih tinggal di luar negri, dan saat pernikahanpun mereka tidak datang, karena Ulva baru saja lahiran.


Aku sangat merindukannya, aku duduk melamum mengingat pertemuanku dengan Ka Adit di Walimahan Ulva dan mas Kel.


Tiba-tiba Ka Adit mengagetkanku. Dengan meniupi leherku yang tertutup jilbab.


"Dasar, jangan menyebalkan aku tidak suka". Ucap ku sambil memanyunkan bibir.


"Jangan memanyunkan bibir seperti itu jika tidak ingin aku terkam sekarang juga". Aku menjadi gugup mendengar ucapannya.


"A,,ap,,pa maksud Kakak?". Tanyaku sok tidak mengerti.


"Jangan pura-pura tidak mengerti, jika kamu tidak mengerti ucapanku kamu tidak akan gugup seperti itu". Ucap Ka Adit dengan senyum evilnya.

__ADS_1


"Suadahlah aku ingin tidur aku sangat ngantuk". Ucapku untuk menghindarinya.


Tiba-tiba dia mengangkatku, dan menaruhku di atas ranjang, aku sangat kaget gugup tentu saja menyelimuti diriku.


"Tidak usah gugup seperti itu, aku hanya membantu istriku tidur saja, sudah ayo tidur jangan berpikir yang macam-macam". Ucapnya sambil tersenyum menyebalkan.


"Aku rindu dengan Ulva Ka". Ucapku  pada ka Adit.


"Ya sudah nanti jika aku libur kerja kita ke Ulva, lagi pula aku juga sudah lama tidak bertemu Kelvin". Jawabnya.


"Janji yah". Ucap ku manja.


"Iya janji". Jawabnya dan dia mencium keningku.


"Ye akhirnya aku ke korea, semoga saja aku bisa bertemu Lee min ho". Ucap ku girang, ya Ulva dan mas Kel memang tinggal di korea.


"Sudah ayo pejamkan matamu katanya kamu ngantuk".


"Iya ka".


Tiba-tiba aku merasakan napas Ka Adit di leherku, aku sedikit merinding tapi tak lama kemudian aku mendengarnya berbicara.


"Awas ya kalau kamu terus memikirkan Lee min ho, kita tidak jadi kesana". Ucapnya mengancam.


"Aku hanya becanda ka, mana mungkin aku bertemu Lee min ho yang notabetnya artis papan atas". Ucap ku sambil mendekatkan tubuhku padanya.


Aku memeluknya dan tertidur di dekapannya. Ini sungguh nyaman aku sangat suka dekapannya.


"Ka,, Ka Adit bangun". Dia hanya mengeliat dan bergunam..


"Hmmm". Suamiku ini sungguh mengemaskan, saat baru bangun.


"Ayo bangun, ini sudah jam tiga, ayo kita sholat tahajud dulu".


"Iya, baiklah sayang kamu duluan saja, nanti kakak nyusul". Ucapnya.


"Ya sudah tapi awasya jangan tidur lagi". Ucap ku.


"Iya".


Aku membangunkanya karena mamah mertuaku bilang kalau Ka Adit suka sholat tahajud.


Aku begitu beruntung mendapatkan suami yang sholeh, baik, juga tampan, dan sedikit sifat menyebalkan.


Semoga saja kami bisa menjadi keluarga yang selalu bahagia dan di rahmati Allah.

__ADS_1


__ADS_2