
Bu.selly berbincang dgn ustadzah di ruang tamu tiba-tiba hp nya berbunyi dgn segera Bu Selly mengangkat telepon tersebut dan betapa terkejutnya beliau setelah mendapatkan kabar dari sebrang sana
"dasar anak nggak tahu diri, bisa-bisanya dia menikah tanpa restu dari ku"
"sabar Selly, istighfar jangan emosi"kata ustadzah menasehati
"gimana nggak emosi Aisyah,anak semata wayang ku nikah tanpa persetujuanku dan apa kamu tahu yg dia nikahi itu wanita yg nggak bener"
"Selly setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan siapa tahu berkat anak mu dia mendapatkan hidayah"
"semoga saja Ai, jujur aku merasa gagal dalam mendidik anak ku dan aku juga tdk bisa mewujudkan wasiat terakhir almarhum suami ku"
"yang sabar Sel,semua sudah di atur sama Allah kita tinggal menjalankan. tetap sabar dan tawakal"
"iya Ai, makasih ya sudah mau mendengarkan cerita ku."
"sama sama sell,kayak ma siapa aja dari dulu Kitakan saudara”
”iya walau tak ada hubungan darah sama sekali tapi kamu sekeluarga begitu baik lebih dari saudara sendiri yg memiliki hubungan darah "
kedua wanita itu sama sama tersenyum. mereka memang dekat sejak SMP dan berlanjut sampai sekarang bahkan mereka dulu ingin menjodohkan anak mereka tapi sayang Allah berkehendak lain karena semua anak ustadzah Aisyah laki-laki
*
__ADS_1
*
*
setelah selesai dari pasar Tiara kembali ke bilik untuk membersihkan badan dan beristirahat.
sesampainya di bilik Tiara mendapati Bu.selly sedang menangis. buru_buru Tiara membuka pintu dan langsung menghampiri Bu.selly
"mama kenapa menangis, ada masalah apa ma?cerita sama Tiara"ucapnya sambil duduk di dekat Bu.selly dan mengelus punggung bu.selly
"tidak ada, mama hanya teringat almarhum papa nak.mama benar-benar merindukan papa"
"sabar ma, papa sudah bahagia disana. mama jangan sedih nanti disana papa juga ikut sedih.bagaimana kalau kita sholat Dhuha setelah itu kita doakan papa ma"
”ya sudah ayo ambil wudhu ma"
"baiklah"jawab mama sambil beranjak dari tempat tidur
”semoga kamu tidak tambah sakit hati Tia jika kamu mendengar Raka sudah menikah lagi, dan semoga kamu segera bahagia walaupun bukan dgn anak mama,Ya Allah bahagiakan Tiara sudah cukup dia menderita sejak kecil,izinkan dia mendapatkan yg terbaik menurut Mu,Amin."doa Bu Selly dalam hati
*
*
__ADS_1
*
malam hari pun tiba suasana di pondok begitu mendamaikan hati apalagi dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menambah ketentraman dijiwa.
Tiara terduduk di pojok masjid dia terus berzikir kepada Allah SWT dan perbanyak sholawat.
hatinya sudah mulai merasakan ketentraman dan kelapangan, masalah yang dihadapi seakan lebih mudah.
Tiara sekarang sudah ikhlas dengan jalan hidupnya, dia berserah kepada Allah
karena dia tahu bahwa seorang makhluk tak boleh jauh dari sang pencipta
Tiara juga belajar mencintai Allah dengan sungguh-sungguh,dia belajar menomor satukan Allah dari apapun.
dari pesantren ini Tiara mendapat banyak ilmu dari ustadz, ustadzah maupun para santriwati.
Tiara mencoba mendalami makna ayat Alquran dan dia akan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah menjadi pedoman hidupnya
dia ingin jauh lebih baik lagi dalam menjadi hamba Nya.
”Dan Dia mendapati mu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk"QS.Ad_Dhuha ayat 7
surat ini menambah keyakinan di hati Tiara bahwa akan ada petunjuk untuknya
__ADS_1