
Bu Selly menemui dokter yang menangani Raka untuk memastikan apakah ada metode pengobatan lainnya yang bisa membuat Raka benar-benar bisa berjalan dan ternyata di Indonesia ada metode itu. Sang dokter juga sudah memberikan rekomendasi dokter terbaik di Indonesia. Bu Selly yang mendapatkan kabar tersebut sangat senang karena mereka bisa segera kembali untuk bertemu dengan malaikat kecil mereka. Tak ingin membuang waktu Bu Selly segera kembali ke hotel untuk memberitahu Raka kabar tersebut. Bu Selly juga sudah memesan tiket pesawat untuk pulang hari ini juga.
Sesampainya di hotel Bu Selly langsung di todong pertanyaan dari Raka.
"ma bagaimana apa bisa kita pulang sekarang?"
"iya sayang kita akan pulang hari ini, sekarang kita berkemas"
"Alhamdulillah, iya ma ayo cepat kita berkemas aku g sabar segera pulang bertemu putra ku"
"mama juga sayang"
Raka sangat senang sekali saat tahu jika anaknya adalah laki-laki, anak pertama yang di idam-idamkan agar bisa menjadi penerusnya. Raka juga meminta bi Lastri untuk memantau kondisi ibu dan bayi. Setelah ini Raka berjanji akan ada selalu untuk putranya dan Raka juga berharap setelah sang putra lahir hati Tiara sedikit luluh agar bisa kembali kepada Raka. Selama ini Raka selalu memberikan perhatiannya pada Tiara bahkan tak pernah absen untuk bilang cinta kepadanya namun Tiara bersikap biasa saja dan hal itu membuat Raka merasa takut jika Tiara tak akan kembali kepadanya. Raka hanya bisa berdoa semoga di satukan kembali oleh tuhan hanya ini harapan yang tertinggal.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Tiara hari ini pulang ke rumah Bu Selly karena kondisinya sudah membaik, Tiara begitu bersyukur karena Allah memudahkan dirinya melahirkan secara normal ditambah kondisinya juga baik-baik saja begitupun dengan putranya.
Tiara, Nana dan bi Lastri pulang di jemput oleh mang Ujang. tiara mengendong putranya di bantu oleh bi Lastri, sang putra yang sedang tertidur pulas itu wajahnya begitu damai dan lucu. Tiara sangat gemas dengan putranya sesekali Tiara mencium wajah Arkana membuat bayi mungil itu menggeliat karena merasa terganggu
"maafkan mama sayang jika kamu terusik tidurnya, habis mama gemas ma kamu nak"
"ya mau gimana lagi Na aku gemes banget dan juga bahagia g terasa 9 bulan aku mengandung sekarang sudah ada di gendongan ku"
"aku sebenarnya juga gemes ma arka Ra, ingin aku gigit pipinya "
"enak aja mau gigit aku yang keluarin nya aja butuh perjuangan dan doa, ehhh udah di luar kok mau di buat semena-mena g boleh tahu "
__ADS_1
"iya Ra iya aku kan juga bercanda mana mungkin aku akan gigit pipi gembul ini ya g sayang"ucap Nana sambil mengelus pipinya arka
Bi Lastri yang menjadi pendengar diantara mereka hanya menggelengkan kepala dan tersenyum, bi Lastri sangat bahagia akhirnya bisa kesampaian memiliki seorang cucu walaupun itu bukan berasal dari anak kandungnya
" mang nanti mampir apotek ya aku mau beli alat penyedot ASI"
"iya nak"
"kenapa mesti di sedot Ra, emang ASI kamu g keluar?"
"ya keluar tapi saat arka tidur asi aku seakan sakit belum lagi nanti akan menetes hingga bajunya terlihat basah"
bi Lastri hanya tersenyum melihat interaksi antara Tiara juga Nana mereka seperti kakak beradik .bi Lastri sangat bahagia sekali bisa tinggal bersama dengan Tiara
__ADS_1