cintaku di balas dusta

cintaku di balas dusta
Bab 35


__ADS_3

selepas pulang bekerja Marcell mengajak Tiara untuk cek kandungan di tempat teman Marcell praktek. cukup 35 menit mereka sudah sampai di klinik kandungan karena Marcell yang sudah memberitahu kepada Shireen jadi mereka tak perlu mengantri.


di dalam Tiara sudah berbaring di atas ranjang dan perut yang di olesi dengan gel dan setelah itu di tutup dengan selimut klinik karena tadi Tiara sempat bilang ke dokter bahwa Marcell bukan muhrimnya.


karena penasaran Marcell memaksa untuk menemani pemeriksaan dan betapa takjub Marcell mendengar suara detak jantung janin itu yang sedang tumbuh di perut Tiara. walaupun itu bukan anaknya namun Marcell terpesona saat melihat bentuk janin itu yang masih kecil. usia kandungan Tiara baru memasuki 8 minggu dan perkembangan janin begitu sehat.


Tiara yang mengetahui kondisi anaknya di buat terharu matanya sudah berkaca-kaca karena tak menyangka bahwa sekarang di perutnya sedang tumbuh malaikat kecilnya.


"Ya Allah terimakasih atas karunia yang Engkau berikan, hamba berjanji akan menjaganya dengan baik."


tak jauh berbeda dengan Marcell dia begitu memuji Allah akan kebesarannya


"Ya Allah sungguh besar kuasa Mu sehingga Engkau bisa menumbuhkan seorang manusia di dalam perut seorang wanita bahkan dari wujud yang masih kecil seperti berupa biji jagung bisa tumbuh besar dengan bentuk anak kecil yang imut, terimakasih Engkau izinkan hamba untuk melihat kebesaran Mu "


pemeriksaan selesai dan dokter Shireen memberikan resep vitamin untuk kesehatan ibu dan janinnya tak lupa juga memberikan informasi makanan dan minuman yang boleh di konsumsi dan yang harus dihindari.


keluar dari ruang pemeriksaan Marcell menyuruh Tiara duduk di loby sambil menunggu Marcell untuk menebus resep vitamin di apotek klinik tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pulang dari klinik tak sengaja Tiara melihat penjual rujak dan meminta Marcell untuk berhenti karena Tiara ingin makan rujak.


tak banyak bantahan Marcell menuruti permintaan Tiara. mereka menikmati rujak di pinggir jalan. Tiara sangat lahap makan rujak itu apalagi dengan mangga muda dia memakan itu tanpa merasakan asam sama sekali. Marcell yang melihatnya menjadi ngilu dan meringis membayangkan betapa asamnya mangga itu.


saat mereka sedang menikmati rujak Maureen datang menghampiri


"eh ada dua sejoli yang sedang kasmaran ni, duh lagi berpacaran ya. tapi kok di pinggir jalan si ngedate nya ? oh hampir lupa kalau yang di ajak ngedate ceweknya orang rendahan pasti level nya di pinggir jalan. hahahaha."


"ngapain kamu disini?." tanya Marcell

__ADS_1


"nggak ngapa-ngapain cuma pengen nyamperin aja pas lihat kalian. kenapa nggak boleh aku kesini ? kamu harus tahu ini tempat umum jadi bebas aku datang kesini."


"kak..." ucap Tiara memperingatkan Marcell agar jangan terpengaruh oleh ucapan Maureen


"kenapa Tiara? kamu juga nggak suka...


iya...." ucap Maureen sewot


"nggak mbak, oh ya mbak mau beli rujak biar sekalian nanti saya yang bayar"


"ogah banget, nggak level"


"kalau kamu nggak mau beli lebih baik pergi ganggu penglihatan saja." ucap Marcell


"kamu syirik kan ma aku secara aku cantik banyak yang terpesona melihatku bahkan jatuh hati ke aku nggak seperti wanita di sebelah kamu itu "


"oh ya...itu mah alibi kamu aja kan"


"tidak. lebih baik jadilah apa adanya.


tidak merendah walau tak punya dan tidak malu walau kekurangan. sebab orang yang menghargai apa yang ia miliki lebih baik dari pada orang yang memaksakan diri untuk sebuah pujian." ucap Tiara lembut namun bisa membuat Maureen mati kutu di buatnya.


karena tak ingin bertambah malu akhirnya Maureen pergi dari tempat itu. Marcell hanya tersenyum melihatnya.


tak membutuhkan emosi untuk menghadapi wanita seperti Maureen cukup sikap tenang dan pikiran yang cerdas


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sesuai janjinya Tiara datang ke masjid bersama dengan Martin dan juga tante Tika yang memaksakan diri untuk ikut. Tiara sangat senang ada tante Tika bersama mereka dengan begitu dia tak terlalu repot untuk menghindari Martin.

__ADS_1


jujur Tiara merasa tak nyaman jika berdua saja bersama Martin bukan karena Martin nya tapi lebih tepatnya dirinya enggan disebut memanfaatkan keadaan oleh Agam. tak ingin mendapatkan hinaan lagi dari Agam Tiara mencoba menghindari tante Tika begitupun dengan Martin.


mereka mengikuti tausiyah ustadz Adi dengan bahasan mengenai berumah tangga.


Tiara mendengarkan tausiyah ustadz dengan khusyuk dan menghayati nilai-nilai agama yang disampaikan. sudah lebih dari 1 jam tausiyah berlangsung dan di akhiri dengan shalawat. para jamaah pun meninggalkan masjid.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam mobil tante Tika mencoba bertanya kepada Tiara kenapa akhir-akhir ini sulit untuk di ajak berkunjung kerumahnya apa ada salah yang tante Tika lakukan sehingga bisa membuat Tiara menjauh namun di jawab oleh Tiara bahwa memang akhir-akhir ini dia sedang sibuk dengan kerjaannya dan Tiara mencoba meminta maaf kepada tante Tika.


Martin mencoba mengalihkan obrolan mamanya dengan Tiara. bertanya kepada mamanya besok akhir pekan akan ada bazar di kampus dan mamanya akan membuat apa. dana dari bazar itu untuk korban gempa di kota A. tante Tika ingin membuatkan minuman kekinian yan di sukai anak muda zaman sekarang dan uang hasil penjualan disumbangkan semuanya. mengetahui akan hal itu Tiara juga ingin ikut dalam Basar


"emmm Martin apa boleh aku ikut berpartisipasi dalam bazar itu?"


"tentu saja boleh Ra. bazar itu di buat untuk siapa saja yang ingin membantu korban gempa dengan apa yang mereka punya. semisal mereka punya pakaian bekas yang masih layak pakai terus mau di sumbangkan bisa. atau bisa membuat makanan, minuman, Snack dll terus bisa kita jualin di bazar itu nanti uangnya untuk korban gempa. ya itung-itung bazar sekalian mengundang perhatian orang supaya mau menyumbang."


"kalau aku nyumbang switer sama tas rajut boleh"


"tentu saja boleh malah sangatlah boleh" ucap Martin sambil melihat Tiara dari kaca spion mobil.


"makasih ya tin udah di izinkan "


"iya Ra, sama-sama "


mama yang melihat Martin curi-curi pandang ke Tiara lewat kaca spion. dan mulai mengerti jika anaknya menyukai Tiara dan tante Tika akan mendukung hal itu asalkan Tiara mau. walau sebenarnya masih berharap Agam lah yang mau di jodohkan dengan Tiara. namun sayang Agam tak memiliki ketertarikan kepada Tiara. mungkin Agam lebih suka hidup bebas dari pada mempunyai istri.


tak berapa lama mereka sampai di rumah Tiara. dan Tiara berpamitan langsung masuk ke dalam tanpa menyuruh mereka mampir dengan alasan sudah malam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2