
setelah mendapatkan penanganan dari tim medis Tiara di pindahkan ke ruang inap kelas satu. bi lastri dan mang Ujang menuju ruang inap cempaka untuk mengetahui kondisi Tiara.
Tiara sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan wajah yang pucat, Bi Lastri menghampiri Tiara yang belum sadarkan diri setelah mendapatkan penanganan.
tak terasa air mata Bi Lastri membahasi pipi melihat kondisi Tiara. bi Lastri sangat menyayangi Tiara seperti anaknya sendiri.
"nak kamu harus kuat dan cepat sadar juga sembuh nak, bibi akan buatkan masakan kesukaan kamu nak. cepat sembuh nak" ucap Bi Lastri dengan mencium kening Tiara yang masih tertidur efek karena obatnya.
"ya Allah kasihan sekali kamu non harus mendapatkan cobaan bertubi-tubi, cepat sembuh non. mamang berdoa semoga non Tiara segera bisa bahagia. Amin" ucapnya dalam hati
"mang Ujang pulang aja ngak apa-apa, kasihan si Sony jaga rumah sendirian. biar nak Tiara saya yang menjaganya "
"baiklah bi. nanti kalau ada apa-apa langsung kasih tau ya bi"
"iya mang"
"aku pamit pulang dulu bi. assalamualaikum"
"walaikum salam, hati-hati mang di jalan."
mang Ujang mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan ruang inap Tiara
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ke esok harinya Tiara bangun dari tidur dan mendapati dirinya sudah berada dalam ruangan serba putih dan Tiara mencium bau obat-obatan.
mengedarkan pandangannya melihat sekeliling dan dia baru teringat akan dengan kejadian kemarin lalu bagaimana janinnya. meraba perut dan berharap janinnya tidak kenapa-kenapa.
menengok ke sebelah mendapati di sofa bi Lastri sedang tertidur. Tiara mencoba memanggil-manggil bi Lastri.
bi Lastri terbangun dari tidurnya karena mendengar seseorang memanggil namanya. melihat ke arah Tiara yang juga sedang melihat kearahnya
"kamu sudah Bagun nak apa yang kamu rasakan"ucap bi Lastri menghampiri Tiara
"bi bagaimana dengan kondisi janinku? dia nggak kenapa-kenapa kan? dia selamat kan bi" tanya Tiara khawatir
"tenang nak, Alhamdulillah janinnya tidak kenapa-kenapa namun kamu harus banyak istirahat. jangan banyak bergerak dan stres karena kejadian kemarin membuat kamu pendarahan. sekang kamu harus break stres selama 1minggu"
"iya bi terimakasih untuk semuanya "
"iya nak sama-sama. kamu makan dulu ya setelah itu minum obat"
"iya"
__ADS_1
bi lastri mengambilkan makanan dan bermaksud untuk menyuapi Tiara namun Tiara menolaknya.
"Tiara bisa makan sendiri bi"
"ya sudah"
"bi boleh aku minta tolong?"
"minta tolong apa nak?"
"aku ingin pergi dari kota ini bi, aku ingin hidup damai bersama anak ku.bibi bisa bereskan baju bajuku di rumah dan bawakan kesini?"
"kamu mau pergi ke mana nak?"
"ngak tahu bi yang penting tidak tinggal lagi di kota ini"
"tapi nak...."
"tolong Bi. ini demi keselamatan bayi ku"
"baiklah nanti bibi pulang ke rumah buat bereskan semua barang-barang kamu dan membawanya ke sini "
"terimakasih bi"
"iya bi"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sebelum pergi menjauh Tiara akan menulis surat untuk Marcell dan juga Bu Selly sebagai bentuk salam perpisahan darinya.
Tiara akan memberi tahu Bu Selly tentang kehamilan melalui surat itu karena beberapa hari ini Bu Selly tidak bisa di hubungi.bahkan selama Tiara di rawat di rumah sakit pun tak ada kabar dari Bu Selly hal itu membuat Tiara khawatir namun Tiara mencoba berpikir positif mungkin di sana sedang sulit sinyal.
setiap hari Marcell memberikan kabar dan perhatian kepada Tiara walau berada jauh disana namun Marcell tetap menyempatkan untuk menghubungi Tiara.bagi Marcell Tiara penting untuknya bahkan dia sangat rindu kepada Tiara namun sayang masalah pekerjaan yang belum selesai membuatnya tetap tinggal di sana.
sudah 1 Minggu Tiara di rawat dan hari ini sudah di izinkan untuk pulang.
Tiara di jemput oleh bi Lastri. wanita paruh baya itu sangat sedih harus berpisah dari Tiara hari ini padahal bi Lastri sudah menawarkan untuk Tiara tinggal di kampungnya saja namun Tiara menolak dan memilih pergi ke tempat teman Tiara yang dulu sama-sama tinggal di panti.
bi Lastri memeluk Tiara dengan menangis karena akan berpisah.untuk yang kedua kalinya bi lastri merasakan kehilangan anaknya.
"jangan lupakan bibi nak"
"tentu saja tidak bi. insyaallah jika masih di beri umur nanti setelah anak ku lahir aku akan kembali ke kota ini bertemu bibi juga mama"
__ADS_1
"iya nak. nanti di sana jaga kesehatan kamu nak jangan telat makan dan jangan makan sembarangan"
"iya bi. makasih nasehatnya"
"ya Allah kenapa hamba harus berpisah kembali dari putri hamba"
"bi nggak boleh begitu, semua sudah di gariskan oleh Allah kita sebagai hamba tinggal menjalani dengan ikhlas"
"iya nak "ucap Bu Lastri sambil memeluk Tiara dengan erat
"bi aku titip ini untuk mama ya dan bilang ke mama aku minta maaf jika banyak salah dan membuatnya kecewa"
"iya nak"
bi Lastri dan Tiara berjalan keluar dari rumah sakit untuk mencari taksi.sebelum pergi Tiara akan mampir terlebih dahulu ke konter hp terdekat untuk menjual hpnya dan rencananya uang itu akan di buat modal usaha di tempatnya yang baru dan setelah itu
Tiara akan mampir terlebih dahulu ke rumah Marcell untuk memberikan surat perpisahan nya agar Marcell tak mencarinya dan berharap Marcell bisa melupakan dirinya dan bisa mendapatkan kebahagiaan walau bukan dengan Tiara.
tiba di kediaman Marcell Tiara menyuruh taksi untuk menunggu sebentar dan Tiara bicara kepada satpam penjaga rumah Marcell
"maaf mbak cari siapa?"
"maaf pak apa benar ini rumah Marcell Eka putra?"
"iya mbak.ada yang bisa di bantu?
"saya nitip ini ya pak tolong berikan ke kak Marcell"
"oh ya mbak kalau boleh tahu nama mbak siapa"
"saya mutiara pak"
"oke kalau begitu nanti saya sampaikan"
"terimakasih pak"
"sama-sama mbak"
Tiara pergi meninggalkan rumah Marcell tujuannya sekarang adalah bandara. masih di temani oleh bi Lastri bahkan tangan Tiara terus di genggam oleh bi Lastri menunjukkan bahwa bi Lastri tak ingin berpisah dari Tiara.
Tiara melihat bi Lastri dengan tersenyum untuk menunjukkan bahwa dia baik-baik saja.
"selamat tinggal kota penuh kenangan, disini aku mendapatkan semuanya. kebahagiaan kesedihan harapan dan luka di hati ini.semoga akan jauh lebih baik saat aku pergi dari kota ini. selamat tinggal mas Raka semoga kamu bahagia selalu dan sesuai dengan permintaan mu aku meninggalkan mama dan semoga kamu bisa menjaga mama" ucap Tiara dalam hati
__ADS_1