
saat akan melewati pintu tiba-tiba ponsel Tiara yang berada di atas meja rias berbunyi. Tiara berjalan masuk kembali untuk mengambil ponselnya dan ternyata Marcell menelepon.
"assalamualaikum Tia"
"walaikum salam kak"
"kamu sedang apa sekarang?."
"aku sedang berada di kamar kak,oh ya kak Marcell lagi apa sekarang?"
"aku sedang menyelesaikan laporan ku disini agar segera bisa pulang menemui kamu. jujur aku rindu kamu Tia. bagaimana kondisi mu dan kehamilan mu sekarang?."
"kami baik-baik saja kak "
"syukurlah kalau begitu. kamu sudah makan belum?."
"belum kak"
saat asik mengobrol dengan Marcell,Tiara mendengar suara orang menjerit. Tiara langsung berjalan ke arah luar tanpa menutup telepon dari Marcell
"astaghfirullah"ucap Tiara kaget
"kenapa Tiara?."tanya Marcell
"ini kak bi.lastri terjatuh aku tutup dulu teleponnya kak"
"iya"
"assalamualaikum"
Tiara ingin segera menghampiri bi Lastri namun di cegah oleh bi Lastri
"nak Tiara jangan kesini nak tetap di situ saja ini bahaya nak karena ada tumpahan minyak"
"ya Allah kok bisa bi"
"bibi juga nggak tahu nak, tolong kamu tetap disitu"
"iya bi"
Raka dan Maureen juga kaget mendengar suara orang menjerit mereka langsung bergegas menghampiri sumber suara
"loh bi kok malah di lantai dan siapa tadi yang teriak "
"maaf den tadi bibi yang teriak karena jatuh dan terkejut sekali lagi maaf den"
maka mencoba membantu Bu Lastri Bagun
" kok bisa jatuh bi? tapi bibi tidak apa-apa kan"
"tidak den saya baik-baik saja"
"syukurlah" Raka mencoba membantu bi Lastri berdiri
"terimakasih den"
"hm"
Raka meninggalkan tempat tersebut dan disusul Maureen di belakangnya.
Maureen benar-benar kesal karena aksinya gagal lagi.
bi Lastri menghampiri Tiara dengan kaki agak pincang
"bibi beneran nggak papa?"tanya Tiara dengan rasa khawatirnya
"iya nak cuma kaki sedikit sakit"
__ADS_1
"kalau begitu biar Tiara pijitin bi. sini bi"
"ngak usah nak sebaiknya bibi kembali ke dapur dan menyuruh Vita buat membereskan lantai ini dan membawakan makanan untukmu nak. sekarang kamu masuk dan jangan keluar"
"baik bi"
...****************...
setelah kejadian demi kejadian Tiara menjadi lebih berhati-hati lagi dengan Maureen.
dia tidak ingin sampai anaknya kenapa-kenapa dan sebisa mungkin dia menghindari Maureen.
seperti sore ini selepas pulang bekerja Tiara menghindari Maureen walaupun Maureen berusaha baik namun Tiara engan untuk menanggapi
"eh Tiara kenapa kamu seakan menghindar dari ku padahal aku sudah berusaha baik kepadamu"
"berbuat baik?"
"iya"
"berbuat baik yang seperti apa mbak?atau berbuat baik yang hanya untuk mencelakai ku"
"apa maksudmu"ucap Maureen dengan nada sedikit tinggi
"bukankah selama ini mbak sudah mencampur sesuatu kedalam susuku"
"jangan fitnah ya kamu"
"aku nggak fitnah mbak kebetulan ada yang lihat dan aku juga sudah membawa Sempel susu itu ke laboratorium dan hasilnya ada zat yang berbahaya dalam susu tersebut.dan satu lagi aku tahu mbak sudah menumpahkan minyak di depan kamarku agar aku celaka kan mbak?"
"oh jadi kamu udah tahu ya. bagus deh kalau begitu aku tidak perlu bersandiwara lagi di depan mu"
"sebenarnya apa salahku mbak kepada mu?"
"kamu mau tahu.."
"sebenarnya kamu nggak salah sama sekali namun aku benci saat tahu kamu hamil anak mas Raka, itu semua bisa membuat Tante Selly tambah sayang kepadamu bahkan mungkin mas Raka bisa peduli kepadamu maka dari itu aku ingin melenyapkan kandungan mu itu"
"astaghfirullah terbuat dari apa hati mu mbak sehingga tega berbuat seperti itu. kita sama-sama wanita dan bagaimana kalau apa yang terjadi kepada ku juga terjadi kepadamu mbak?bayi ini tak berdosa jadi tolong jangan menyakitinya "
"simpan saja ceramah mu itu karena bagiku kamu dan janin mu itu adalah pembawa sial untuk ku"
"tolong jaga ucapannya mbak"
Maureen yang sangat kesal menghampiri Tiara dan menjambak hijab Tiara juga memukul Tiara.
Tiara melawa Maureen
"lepas mbak...lepas"
bukanya melepaskan Maureen malah tambah menjadi dan tanpa sengaja Tiara mendorong Maureen dan Maureen terjatuh dengan kepala yang membentur sudut meja hingga keningnya berdarah.
Raka yang pulang berkerja mendengar keributan dan langsung masuk.
betapa terkejutnya dia mendapatkan Maureen yang terluka
"apa-apa kamu Tiara"bentak Raka
"mas Tiara mendorong ku tadi saat aku ingin membantunya"
"nggak mas itu nggak benar aku bisa jelasin"
"mas dia itu cemburu sama aku mas makanya tega berbuat kasar sama aku"adu Maureen
"aku nggak nyangka ternyata sikap kamu seperti ini ternyata kamu orang yang munafik"
"mas itu tidak benar"ucap Tiara
__ADS_1
"mas dia itu ingin mencelakai ku"
"siapa yang mau mencelakai apa tidak terbalik mbak, bukankah mbak yang mau mencelakai ku?"
"mas dia memfitnah ku. aduh mas sakit kepalaku"
Raka menatap Tiara dengan wajah penuh emosi Tampa berkata apapun Raka menampar pipi Tiara
"cukup jangan memfitnah istriku"
"mas...aku tak memfitnahnya aku bicara apa adanya "
"cukup ..."
"kenapa kamu tak mau mendengarkan penjelasan ku dia yang mau mencelakai ku mas"
Maureen berdiri dan mendorong kuat Tiara Hinga Tiara membentur sudut meja
"cukup Tiara jangan terus memfitnah ku"
"mas tolong"ucap Tiara merasakan sakit di perutnya karena membentur meja
"sudahlah mas jangan pedulikan dia, dan tolong bawa aku ke rumah sakit"
"iya"
mereka berdua meninggalkan Tiara yang sedang kesakitan
"bi...bibi .. tolong"ucap Tiara meminta pertolongan
"ya Allah jangan sampai anak ku kenapa-kenapa ku mohon jaga anak ku"
"bi ..bibi tolong"
bi Lastri berlari menghampiri Tiara
"ya Allah nak kamu kenapa"
"bi tolong aku"
"sebentar bibi minta bantuan sama mang Ujang " bi Lastri berlari keluar untuk memanggil mang ujang
"mang Ujang... mang tolong"
mang Ujang langsung berlari masuk menyusul bi Lastri yang tadi memangilnya
"mang tolong angkat nak Tiara kita harus segera membawanya ke rumah sakit"
"baik"
mang Ujang langsung membopong tubuh Tiara dan berjalan cepat menuju mobil. bi Lastri langsung membukakan pintu mobil.
mobil pun meninggalkan rumah menuju rumah sakit terdekat
"ya Allah sakit...."
"sabar nak ini kita sedang menuju ke rumah sakit. mang cepat sedikit"
"baik "
kedua orang itu begitu khawatir dengan keadaan Tiara karena pasalnya Tiara mengalami pendarahan.
bi Lastri selalu berdoa semoga Tiara dan janinnya baik-baik saja.
sesampainya di rumah sakit Tiara langsung di larikan menuju UGD untuk mendapatkan penanganan.
bi Lastri sangat cemas menunggu Tiara di depan UGD. bi lastri takut Tiara kenapa-kenapa karena tadi Tiara sudah tidak sadarkan diri setelah mengeluh sakit dengan memegang perutnya
__ADS_1