
Disebuah cafe tak jauh dari kantor Raka sedang menunggu kedatangan Dimas. Pikirannya benar-benar kacau dan takut kalau sampai dia tak mendapatkan investor maupun suntikan dana untuk perusahaan,takut kalau sampai mamanya tahu perusahaan sedang ada masalah.
"gue harus bisa meyakinkan Dimas supaya mau bantuin gue, jangan sampai perusahaan peninggalan papa hancur. nggak itu nggak boleh terjadi"
tak berselang lama Dimas pun datang
"sorry bro lama"
"nggak kok dim, santai aja"
"ngomong-ngomong lho ngajak ketemuan ada perlu apa?"
"langsung aja dim, gue butuh bantuan kamu"
"bantuan apa bro "
"lho bisa nggak bantuin cari investor buat perusahaan gue atau perusahaan lho yg jadi investor juga tidak apa-apa"
"lha emang perusahaan lho lagi ada masalah bro?"
"iya, gue baru saja kehilangan pemegang saham terbesar di perusahaan gue"
"kok bisa "
__ADS_1
"ya karena kelalaiannya gue, kemarin gue terlalu sibuk dgn Maureen hingga lupa meninjau perkembangan pembangunan rumah sakit yg mengakibatkan perubahan pembangunan,dan dari kejadian itu Mutiara grup mencabut sahamnya di perusahaan gue. tolong gue dim"
"coba nanti aku hubungi investor di perusahaan gue biar mereka mau bekerja sama dan masalah lho minta gue jadi investor di perusahaan lho jujur gue nggak bisa karena perusahaan gue juga lagi ada masalah "
"tapi beneran ya dim lho bantuin gue cari investor "
"tentu"jawab Dimas sambil meminum coklat panas yg di pesankan Raka
"sorry ka bukannya aku nggak mau bantu tapi asistennya almarhum papa lho dah ancam gue,dan kalau sampai gue nekat lakuin itu maka akan hancur perusahaan gue, andai lho tahu kalau perusahaan Mutiara grup itu punya istri lho mungkin lho akan pikir 2x buat mainin perasaan Tiara secara perusahaan itu cukup berkuasa di kota ini, semoga saja perusahaan lho nggak hancur seperti lho dah hancurin perasaan Tiara, semoga" ucap Dimas dalam hati
"sorry ka gue harus balik ke kantor, kalau begitu gue duluan ya"
"iya sebelumnya terimakasih ya dim "
"ya sama-sama "
pulang kerumahnya dengan perasaan lelah dan bingung akan nasib perusahaannya.
pintu apartemen terbuka dan tak ada yg menyabut kedatangan, Raka langsung menuju kamar Maureen berharap istrinya itu ada di kamarnya
"sayang Maureen..."teriaknya sambil membuka pintu kamar
"kosong,kemana perginya padahal ini sudah malam, mungkin dia sedang kumpul sama teman-temanya lebih baik aku mandi dulu setelah itu baru aku telpon dia "
__ADS_1
badannya sudah terasa lengket jadi Raka memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah itu dia akan menanyakan keberadaan Maureen
selepas mandi Raka mendapati Maureen sudah berada di kamar
"sayang kamu darimana "tanyanya sambil memeluk dari belakang
"ehh..mas kamu sudah pulang "
"iya udah dari tadi tapi pas sampai kamu tak ada"
"maaf sayang tadi aku habis kumpul bareng temen-temen dan kenapa kamu nggak kasih kabar dulu kalau mau pulang"
"sebenarnya aku mau kasih kejutan ma kamu yank dan aku rindu ma kamu"
"so sweet banget si ni suami aku,jadi tambah cinta deh"ucapnya sambil mencium pipi Raka
"kamu menggoda ku yank "
"enggak "
"tapi aku sudah tergoda "
Raka langsung memeluk pinggang Maureen dan mencium bibirnya.ciuman yg awalnya biasa berubah menjadi menuntut dan ke duanya sudah terbakar gairah. mereka berdua menuntaskan hasratnya untuk mencapai kenikmatan bersama
__ADS_1