
matahari menampakan sinarnya dengan malu-malu di balik awan hembusan semilir angin pagi begitu sejuk.
Tiara selepas sholat subuh melakukan olahraga pagi dan setelah itu ke dapur untuk membuat makanan yang akan menjadi bekal bekerja nanti.
senyum merekah tak pudar di bibir Tiara, hatinya bahagia sekarang karena akan menjalani rutinitas barunya dengan bekerja.
selesai memasak Tiara bergegas membersihkan diri dan bersiap berangkat bekerja.
"ma Tiara pamit untuk bekerja dulu ya, assalammualaikum"ucap Tiara berdiri setelah selesai sarapan lalu mencium punggung tangan Bu Selly
"hati-hati nak, walaikum salam biar di antar pak Ujang ya berangkat nya"
"nggak usah ma Tiara naik angkutan umum saja"
"nggak boleh,mama nggak mengizinkan "
"baiklah kalau itu keputusan mama terpaksa aku nurut deh" ucap Tiara dengan wajah cemberut
"jangan cemberut begitu nak, kamu jadi jelek.
mama lakuin ini biar mama tenang karena mama takut kamu kenapa-kenapa"
"iya ma makasih ya ma"ucap Tiara sambil tersenyum
"dasar anak nakal"mama mencubit pipi Tiara
"hehehe maaf ma"
"iya. sudah sana berangkat nanti telat"
Tiara berangkat bekerja dengan diantar mang Ujang sampai tujuan.kebetulan Tiara datang bertepatan dengan Marcell yg baru juga datang
"selamat pagi Tiara"sapa Marcell
"pagi kak,eh maksudnya pak Marcell"
"kok pak si emang aku sudah kelihatan tua ya"
"bukan begitu kak, ya kan sekarang aku kerja dan kakak kan atasan aku jadi aku harus panggil pak lah kak biar sopan"
"jangan panggil aku pak Bangil aku kakak aja seperti biasa karena aku bukan bapak-bapak"
"maaf kak"ucap Tiara sambil tersenyum
"ya Allah senyuman itu, subhanallah"batin Marcell
"ayo masuk biar aku kenalkan dengan yang lain dan juga aku jelaskan pekerjaan kamu."
"hemm"jawab Tiara dengan menganggukkan kepalanya
sesampainya di dalam Tiara di perkenalkan dengan teman kerjanya oleh Marcell
"perkenalkan ini Mutiara dia karyawan baru di sini"
"halo semuanya perkenalkan namaku mutiara kalian bisa panggil aku dengan Tiara dan salam kenal semuanya"
"iya salam kenal"sahut mereka serempak
"itu namanya Kania dan yang itu Devi kalau koki nya bernama pak aldo"Marcell memperkenalkan karyawannya
"selamat bergabung di resto ini Tiara"
__ADS_1
"iya kak"
"ya sudah sekarang mulai bekerja dan semangat dan kamu Tiara ikut saya biar saya jelaskan cara kerja kamu di sini"
"baik tuan"
mereka bekerja sesuai bagian masing-masing dan Marcell menjelaskan tata cara Tiara bekerja sebagai kasir
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sepasang sejoli yang sedang makan di depan meja makan terlihat bahagia.
seorang pria yg tersenyum puas karena pagi ini mendapatkan servis dari istrinya,dan wanitanya juga bahagia karena mendapatkan tas yang di incarnya
"yank nanti mungkin aku pulang terlambat karena harus meninjau perkembangan pembangunan"
"iya nggak papa penting kasih kabar ya"
"iya sayang"
..."yes akhirnya aku bisa bersenang-senang dengan gebetan baruku tanpa di ketahui mas Raka, dah dapat uang dari mas Raka sekarang akan bertambah dengan uang dari gebetan baruku setelah aku bisa memuaskannya nanti, nggak sabar pengen coba bermain dengannya nanti"ucap Maureen di dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan...
tanpa Raka ketahui sebenarnya Maureen suka menjalin hubungan dengan laki-laki lain bahkan Maureen juga sering melakukan hal itu dengan sahabatnya sendiri yang sudah beristri.
sungguh malang nasib Raka yang terjebak dengan wanita licik seperti Maureen bahkan dia rela melepaskan Tiara yg jelas-jelas hanya berhubungan dengannya bahkan cintanya tulus hanya untuk raka
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
restoran tak begitu ramai karena itu Tiara mengunakan waktu luang untuk bersalawat Kania menghampiri Tiara untuk mengajaknya bicara
"Tia kalau boleh tahu kamu tinggal dimana"
"aku tinggal di komplek perumahan cempaka"
"bukan mbak"
"lalu"
"kebetulan Mama angkat ku yang tinggal di situ"
"oh begitu tapi kalau orang tua angkat kamu kaya kenapa kamu kerja di sini nggak kerja di perusahaan aja"
"memang kenapa mbak jika aku kerja disini?kan yang penting halal"
"iya si tapi kan lebih enak di perusahaan pasti ber ACC dan yang pasti gajinya gede"
"gaji sedikit ataupun banyak sama saja kak menurut aku tinggal bagaimana kita mensyukurinya"
"kamu bisa ngomong begini karena kamu nggak pernah rasain hidup susah pasti"
"kata siapa mbak? justru aku pernah rasain hal itu karena dulu aku tinggal di panti asuhan"
"ya ampun ternyata nasib kita hampir sama Tia cuma bedanya kamu tinggal di panti asuhan sedang aku tinggal dengan nenek karena orang tua ku sudah Tiara sejak aku masih kecil"
"mbak tetap harus bersyukur karena mbak tahu siapa orang tua mbak Nia sedangkan aku tak tahu sama sekali"
"benar kamu Tia, ternyata ngobrol sama kamu asik juga kapan-kapan maen ya ke tempat aku tar aku kenalin sama nenek ku"
"iya mbak"
ada seorang pengunjung datang dan Kania menghampiri dengan membawa buku menu.
__ADS_1
tak terasa sudah waktunya makan siang mereka sangat sibuk di jam makan siang karena kebanyakan karyawan kantor pada makan di jam segitu.
Tiara membantu melayani pengunjung yang datang dengan sangat ramah.
selesai dari itu semua mereka bergantian untuk istirahat.
sekarang giliran Tiara yang istirahat, dia memilih untuk melaksanakan sholat dhuhur terlebih dahulu setelah itu baru makan siang.
saat sedang asik makan di pinggir meja kasir Marcell datang menghampiri
"kayaknya enak tu masakannya"
"eh tuan Marcell,"
"jangan panggil aku tuan panggil aku seperti biasanya"
"maaf...kak Marcell kalau mau makan aku akan bilang pak aldo buat siapin dulu "
"aku mau makan masakan kamu apa boleh?"
"hahh"ucap Tiara agak syok dengan permintaan Marcell
"kenapa? nggak boleh ya?"
"bukan tidak boleh kak tapi kan ada pak aldo yang jago masak pasti masakan beliau jauh lebih enak dari pada punya ku"
"tapi aku hanya mau makan masakan yang sama dengan mu jika itu boleh jika tidak juga tidak apa-apa"ucap Marcell berjalan menjauh dari Tiara
"kak tunggu "
Marcell berhenti dan berbalik menatap Tiara
"tunggu di sini biar aku ambilkan nasi setelah itu kakak bisa makan masakan aku "
"ya"
Tiara pergi ke dapur untuk mengambil nasi
"yes akhirnya aku bisa makan bareng kamu Tiara, nggak sia-sia aku tadi agak maksa"batin Marcell
mereka menikmati makan siang dengan tenang.selepas makan Tiara membereskan kotak bekalnya
"masakan kamu sungguh enak Tiara membuat aku ketagihan gimana kalau setiap hari yang masak makan siang kamu aja"
"maaf kak aku rasa masakan pak Aldo tidak kalah enaknya jadi biarkan beliau yang masak dan ini kebetulan saya tidak tahu kalau makan siang dapat makan disini"
"kalau begitu aku meminta kamu masakin buat aku untuk makan siangnya dan nanti aku bayar makanan itu bagaimana "
"tapi kak.."
"tidak ada tapi-tapian aku putuskan kamu harus masak untuk aku mulai besok.titik"
"ya Allah..iya deh iya aku hanya bisa nurut pak bos "
"good girl "ucap Marcell menjauh dari Tiara sambil membawa piring kotor ke tempat cuci
semua karyawan melihat aneh akan hal itu termasuk pak Aldo karena tak biasanya Marcell makan di restoran, biasanya Marcell akan makan di rumah menikmati masakan mamanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah Bu Selly mendapatkan kabar bahwa ada yg membantu perusahaan Raka
__ADS_1
"tak apa kamu mendapatkan bantuan itu Raka karena setelah kamu resmi bercerai perusahaan itu akan mama ambil kembali sesuai kesepakatan kita dan semua yang kamu punya mama ingin tahu bagaimana reaksinya istri baru kamu itu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...