cintaku di balas dusta

cintaku di balas dusta
Bab 33_ memberikan jawaban


__ADS_3

Tak ingin membuat Marcell tambah berharap kepadanya Tiara akhirnya memberanikan diri untuk memberi tahu apa keputusannya agar perasaan Marcell tak bertambah dalam yang akan membuatnya sakit hati, jujur Tiara merasakan nyaman bila di dekat Marcell laki-laki baik penuh perhatian dan sopan namun Tiara sadar tak boleh egois karena Marcell berhak mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik darinya, keputusan Tiara juga berdasarkan hatinya yang memang hanya bisa menganggap Marcell sebagai sosok kakak laki-laki untuknya. entah kenapa sampai saat ini hatinya masih di isi penuh dengan nama Raka. saat dia berusaha keras untuk melupakan Raka maka hanya ada Raka di pikiran nya, bahkan di sepertiga malam pun Tiara selalu memohon kepada sang pencipta untuk menghilangkan rasa dihatinya dia berkeyakinan bahwa Allah yang berikan rasa itu untuk tumbuh di hatinya dan Allah pulalah yang akan menghapusnya. bahkan Tiara berharap akan ada rasa cinta yang tumbuh di hatinya di ganti dengan nama lain, nama yang jauh lebih baik akhlaknya dan mampu membimbingnya menuju janah.


saat ini Tiara duduk di belakang restoran tempat dimana dia dan Marcell selalu makan bersama. Tiara memang sengaja menunggu Marcell lebih dulu karena tadi dia juga sudah memberi tahu kepada Marcell bahwa ada hal penting yang ingin di bicarakan. tak menunggu lama Marcell datang menghampiri


"maaf Tia jika lama soalnya hari ini aku agak sibuk"


"nggak kok kak aku juga baru disini"


"oh ya katanya ada yang mau kamu bicarakan ma aku dan katanya penting,soal apa ya Tiara?apa kamu sudah ada jawaban untuk ajakan ku ta'aruf?"


"kita makan dulu ya kak setelah itu aku akan kasih tahu"


"baiklah"


mereka berdua menikmati makanan dalam diam hanya dentingan sendok yang terdengar. sedikit gugup yang sedang Tiara rasakan saat ini namun dia mencoba menyebut nama Allah(Asmaul Husna)dalam hati untuk memantapkan niatnya. selesai makan Tiara membereskan kotak bekalnya dan dia menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan. menatap wajah Marcell dan mencoba tersenyum tulus


" begini kak sebelum aku menyampaikannya aku harap Kakak tak membenciku"


"katakanlah Tiara jangan buat aku penasaran"


"kak ini keputusan aku mengenai niatan kakak untuk mengajak ku ta'aruf"


"lalu apa keputusan mu semoga kamu mau menyambut baik niatan ku itu.Amin"


"sebelum aku benar-benar minta maaf kak tapi aku tak bisa memenuhi keinginan kak Marcell. kakak laki-laki yang sangat baik bahkan hampir mendekati sempurna tak sepantasnya mendapatkan wanita sepertiku, kakak berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari ku dari segi apapun, jangan mengorbankan diri kakak hanya untuk wanita seperti ku"


bagai disambar petir di siang bolong mendengar ucapan Tiara hatinya hancur akan keputusan itu namun Marcell akan tetap berusaha meyakinkan Tiara bahwa dia wanita yang pantas untuknya

__ADS_1


"kenapa kamu bicara seperti itu Tiara? apa karena memang diriku ini tak pantas untukmu ? kenapa kamu tak mau membuka hati mu untuk ku, apa kamu tak bisa merasakan perasaan ku padamu?aku benar-benar serius ingin menikahi mu setelah masa Ida mu "tanya Marcell sungguh-sungguh


"jujur aku merasakan semuanya kak tapi maaf kak aku benar-benar tidak bisa"


"beri aku satu alasan agar bisa menerima keputusan mu"ucap Marcell pelan dengan mencoba mengatur rasa yang ada


"apa perlu alasan"


"ya aku butuh alasannya"


"a...a ku u" ucap Tiara gagap


"aku apa Tiara?"


"aku sedang hamil kak sekarang dan aku tak ingin nantinya kakak malah terkena masalah karena aku jadi lebih baik mulai dari sekarang kita menjauh"ucapnya sambil menundukkan kepalanya


tiara pun mendongak menatap wajah Marcell


"akan aku terima kamu juga dengan anakmu. aku akan menyayangi nya bahkan aku akan menganggap anak itu anak ku sendiri Tiara terlepas dari siapa ayahnya. bahkan aku tak akan pernah memperdulikan omongan orang lain yang terpenting bagiku adalah keluarga ku menerima keadaanmu, itu sudah cukup untuk ku. aku tak mungkin menutup mulut orang lain satu persatu namun masih ada Allah yang tahu kebenarannya dan itu sudah cukup untuk ku"


"kak tolong mengerti aku"ucap Tiara dengan air mata yang sudah mengalir ke pipinya


"jangan menangis aku tak sanggup melihat air mata mu, Tiara aku mohon beri aku satu kesempatan untuk meyakinkan bahwa aku beneran tulus kepada mu"ucap Marcell sambil menggenggam tangan Tiara


"kak"ucapannya sambil menarik tangannya


"maaf Tiara jika aku sudah lancang"

__ADS_1


"tak apa kak"


"Tiara tolong beri aku kesempatan "


"tapi kak aku takut jika nantinya aku menjadi istri mu dan mempunyai anak dengan mu, kakak akan berubah terhadap anak ku ini dan aku tak mau itu terjadi jadi kumohon kakak carilah wanita yang lainnya "


"jika karena ketakutan mu soal anak yang sedang kamu kandung aku berjanji tak akan mempunyai anak lagi cukup anak ini yang menjadi anak kita, akan aku curahkan rasa sayang ku untuk anakmu bahkan jika kamu tak percaya padaku aku akan melakukan vasektomi agar mu tak hamil lagi"


"tapi kak"


"kumohon Tiara beri aku kesempatan"ucap Marcell memohon dan dari sorot matanya memancarkan cinta untuk Tiara


"baiklah kak kita jalani sesuai kehendakNya tapi aku tak bisa menjanjikan apa-apa karena janji itu hutang, dan aku tak mau nantinya di tagih oleh Allah"


"iya terimakasih Tiara"


"sama-sama kak"


Tiara beranjak dari tempat itu menuju musola untuk melaksanakan sholat. Marcell melihat punggung Tiara berjalan menjauh


"akan aku buktikan kepada mu Tiara bahwa aku tulus mencintaimu"


"ya Allah berikanlah aku kesempatan untuk bersama Tiara, izinkan kami saling melengkapi dan izinkan aku berjodoh dengan Tiara dan semoga kami bisa bersama-sama menuju janah Mu, dia wanita yang baik yang pantas untuk di bahagiakan "


tak sengaja Kania mendengar obrolan mereka dan Kania tak habis pikir kenapa Tiara bisa menolak Marcell padahal banyak wanita yang ingin di cintai Marcell. bahkan dirinya sendiri juga ingin seperti itu namun sayang dari pertama kali berkerja tak sedikitpun Marcell meliriknya bahkan sikap Marcell terkenal cuek hanya akan bicara seperlunya berbeda setelah ada Tiara bahkan Marcell juga sering tersenyum dan lebih perhatian kepada karyawannya.


Tiara melaksanakan sholat seperti biasa dan setelahnya dia membaca Alquran untuk menenangkan hatinya, dia bingung harus bagaimana, ingin menjauh dari kota ini dan hidup cukup dengan dirinya dan anaknya saja namun teringat Bu Selly yang begitu menyayanginya akhirnya Tiara berserah kepada Allah meminta petunjuk untuk jalan terbaik yang harus dilakukannya

__ADS_1


__ADS_2