
semua urusannya di luar negeri selesai Marcell segera kembali agar bisa mencari tahu apa penyebab Tiara pergi dari ibukota.
Marcell merasa tak tenang selalu memikirkan keadaan Tiara, apa lagi Tiara pergi dengan kondisi hamil. Marcell takut janinnya Tiara kenapa-napa
dalam hati Marcell selalu berdoa semoga Tiara baik-baik saja dan dalam lindunganNya
berbeda dengan Marcell saat ini Raka sedang mencari pekerjaan dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya namun semua mengatakan tak bisa menerima Raka bekerja disana dengan alasan tak mampu memberikan gaji yang pantas untuk lulusan luar negeri ada juga yang mengatakan karena Raka terlalu tampan lah, terlalu pintar dan lainya.
terduduk lemas di bangku taman ibukota memandang jalanan yang ramai dengan lalu-lalang kendaraan
"kemana aku harus cari pekerjaan?semua perusahaan menolak ku. baru kali ini aku merasakan susahnya mencari pekerjaan. ah sudahlah lebih baik aku pulang" ucap Raka dan setelahnya beranjak dari duduknya menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. Raka masuk mobil dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan rata-rata menuju rumahnya.
setibanya di rumah Raka tak menemukan Maureen di rumah
__ADS_1
"kemana Maureen kenapa tak di rumah? dan tak ada makanan sama sekali padahal aku sudah lapar"ucap Raka saat di dapur
"berbeda dengan Tiara saat aku pulang pasti sudah ada masakan tersedia dan aku tinggal makan bahkan ia tak pernah keluar rumah tanpa seizin ku beda sama Maureen. ah sudahlah ini kan keputusan ku menikah dengan Maureen"
sebenarnya jauh di lubuk hati Raka yang paling dalam ada rasa penyesalan yang mulai timbul setelah bercerai dari Tiara namun ia selalu menepisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Marcell tak langsung pulang kerumahnya ia menemui seseorang terlebih dahulu di restorannya. Marcell menyuruh seseorang untuk mencari tahu apa penyebab Tiara pergi. duduk di dalam ruang kerjanya dengan orang suruhannya
"menurut informasi yang saya dapat, nona Tiara pergi karena bertengkar dengan nona Maureen dan berakhir dengan nona Tiara yang terdorong hingga jatuh sehingga membuat nona Tiara pendarahan. nona Tiara di rawat di rumah sakit selama satu Minggu dan setelah itu nona Tiara memilih pergi untuk melindungi janinnya dan saya belum tahu tujuannya kemana"
"oke terimakasih untuk informasinya dan tolong cari terus Tiara bila ada perkembangan langsung hubungi saya"
__ADS_1
"siap tuan " ucap pria itu dengan berjalan pergi meninggalkan ruangan Marcell
"jadi Tiara pergi karena ulah kamu Maureen, padahal kamu sudah aku peringatkan untuk tidak menggangu Tiara namun kamu menyepelekan ancaman ku jadi jangan salahkan aku yang juga akan menghancurkan mu. kamu sudah membuat ku harus berpisah dengan wanita yang aku cintai dan juga calon anak ku, bersiaplah Maureen untuk kejutan dari ku" ucap Marcell dengan senyum Devils
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiara begitu bahagia setelah memeriksa kehamilannya karena sang janin sehat bahkan Tiara sudah bisa merasakan gerakan janinnya
"sehat terus ya dek bunda nggak sabar pengen ketemu kamu malaikat kecil ku, bunda akan lakukan apapun untuk mu" ucap Tiara dengan mengelus perutnya yang sudah kelihatan membuncit.
saat perjalanan pulang Tiara melihat penjual rujak akhirnya Tiara memutuskan mampir sebentar. Tiara memilih membungkus rujak tersebut agar bisa ia nikmati di taman.
duduk di taman kota dengan melihat anak-anak kecil bermain dan tertawa bahagia membuat Tiara ikut tersenyum melihatnya ia membayangkan anaknya kelak saat tumbuh pasti seperti mereka tertawa tanpa beban
__ADS_1
"dek nanti jika kamu sudah lahir dan bisa bermain-main bunda harap kamu bahagia dan tolong jangan pernah sedih ya dek jika nanti ayah mu tak mengharapkan mu. adek harus ingat selalu bahwa bunda sangat menyayangi kamu, tumbuhlah jadi anak yang Soleh atau Solehah ya dek. bunda sayang ma dedek" ucap Tiara mengelus perutnya dan masih dengan menikmati rujaknya