cintaku di balas dusta

cintaku di balas dusta
Bab 24_makian Maureen


__ADS_3

seperti biasa Tiara berangkat bekerja dengan di jemput oleh Marcell. hubungan mereka sudah dekat bahkan Marcell sudah pernah menyatakan perasaannya dan mengajak Tiara untuk ta'aruf setelah selesai perceraiannya.


Tiara tak menolak maupun mengiyakan dia ingin jalani sesuai skenarionya tuhan namun Tiara tetap melaksanakan sholat istikharah untuk mendapatkan petunjuk.


"Tia bagaimana dengan tawaran aku agar kamu buat kue dan di jual di resto, apa sudah kamu pikirkan?"


"sudah kak, kalau boleh jujur aku tidak enak dengan pak Aldo karena beliau koki di sana"


"kan pak Aldo sudah bilang beliau senang jika kamu mau membuat kue dan beliau juga akan membantu kan?"


"iya kak ya sudah nanti aku buat bersama pak Aldo"


"nah gitu dong, maaf Tia bukan maksudku memaksa tapi pelanggan banyak yang nanyain kue buatan kamu dan mereka sangat antusias ingin makan kue buatan kamu"


"iya kak aku akan buat kue seperti yg kemarin-kemarin kita bagikan dan semoga restoran akan jauh lebih ramai dari yang sebelumnya, Amin"


"amin" sahut Marcell


...****************...


jam makan siang restoran cukup ramai dikunjungi oleh para karyawan kantor, Tiara ikut membantu melayani karena Kania dan Devi sudah kerepotan.


pelanggan yang tahu ada kue yang mereka inginkan langsung pada memesan kue tersebut, Tiara bahagia jika apa yang dibuatnya diminati oleh masyarakat


"ya Allah terimakasih atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku"ucap Tiara sambil tersenyum


seorang suami istri masuk ke restoran dan memesan ruang VIP dan Kania yg sudah tahu pasangan itu siapa langsung menunjuk tempat VIP restoran


"maaf nyonya dan tuan mau makan apa atau saya panggilkan tuan Marcell"tanya Kania lembut dan sopan


"kamu tahu dengan siapa biasanya Marcell makan siang?"


"oh tahu nyonya"


"tolong kamu panggil kesini saya ingin bertemu"


"baik nyonya"


Kania meninggal ruang tersebut dan mencari Tiara


"mama nggak sabar pa ingin tahu wanita itu"


"sabar dong ma"


"mama penasaran pa sudah lebih 2 Minggu Marcell jarang makan di rumah dan setiap kali di tanya pasti dia makan masakan perempuan yang sedang dekat dengannya"


"iya ma sabar dong ini papa juga bela-belain nggak ikut meeting hanya agar bisa temani mama"


"iya pa makasih ya, mama ajak papa tu supaya kita bisa sama-sama menilai perempuan itu cocok tidak dengan Marcell "


"iya ma"


tang berselang lama Tiara masuk ke ruangan VIP tersebut dengan was-was dan gugup


"permisi tuan dan nyonya ada yang bisa saya bantu"sapa Tiara


"oh ini perempuan yang sedang dekat dengan anak ku cantik ternyata"batin mama Marcell


"saya dan suamiku mau makan masakan kamu "


"maaf nyonya tapi disini ada koki yang biasanya memasak menu disini"


"saya tahu tapi saya mau makan masakan kamu, apa kamu mau menolak permintaan saya"


"tidak nyonya, baiklah saya akan buatkan.


masakan apa yang nyonya dan tuan inginkan"


"terserah kamu, apa saja yang penting enak"

__ADS_1


"baiklah saya akan membuatnya"


"ya"


"kalau begitu saya permisi tuan nyonya "


Tiara meninggalkan tempat itu lalu bergegas menuju dapur


"maaf pak Aldo saya minta izin untuk memasak karena ada pelanggan yang ingin menikmati masakan saya apa boleh saya memasak"


"tentu silahkan nak"ucap pak Aldo mempersilahkan karena tahu siapa tamu yang ingin menikmati masakan Tiara dari cerita Kania tadi


Tiara pun memulai masakannya menu ikan bakar madu dan ayam bakar madu beserta sambal dan lalapan juga capcay sebagai pelengkap tak ketinggalan Tiara membuatkan puding mangga.


Marcell mencari Tiara karena sudah waktunya makan siang


"lho Tiara kok nggak ada"


"Kania kamu tahu dimana Tiara?"tanya Marcell


"sedang memasak tuan"


"memasak kan dia tadi sudah bawa bekal kenapa harus masak lagi?"


"itu tuan ada nyonya besar dan tuan disini mereka ingin memakan masakan Tiara "


"apa mama sama papa disini? mereka dimana"ucap Marcell kaget


"di ruang VIP tuan"


Marcell langsung ke ruangan VIP


"mama sama papa kesini kok ngak kasih tahu si"


"mama memang sengaja biar kamu nggak ajak perempuan itu pergi kan kamu susah banget untuk kenalin ke kami"


"bukan begitu ma cuma Marcell nunggu waktu yang tepat aja"


tak berselang lama Tiara masuk dengan Kania membawa makanan, mereka langsung menyajikan di atas meja


"silahkan di makan nyonya dan tuan"


"iya terimakasih"


"kami permisi"pamit Tiara meninggalkan ruangan tersebut


"kita makan bersama Cell"


"iya ma"


satu suap masuk ke mulut


"enak,pantes Marcell selalu makan masakannya"batin mama Marcell


"wah ini enak ma masakannya,sambalnya capcay bahkan ayamnya jauh lebih enak "puji papa Marcell


"iya pa pantas anak kita selalu makan bareng dan lupa masakan mama"


"uhuk uhuk"tiba-tiba Marcell terbatuk-batuk


"minum dulu"ucap papa memberikan air putih


"mama "rengek marcell


mama hanya tersenyum melihat tingkah Marcell


...****************...


malam hari Raka bersama Maureen berkunjung ke rumah Bu Selly mereka ingin mengambil hati Bu Selly.

__ADS_1


makan malam bersama dan setelah itu ngobrol bareng di ruang tamu bersama namun tidak dengan Tiara yang lebih memilih ke taman belakang rumah


saat di sana Tiara melihat bintang dan menikmati malam


"ya Allah indahnya ciptaan Mu"gumamnya sambil memandang langit


Maureen datang menghampiri


"eh kamu kenapa kamu masih di rumah ini pasti numpang hidup enak ya di sini dasar nggak ada malu"


"maaf mbak saya bukan orang seperti itu"


"Halah bohong mana mungkin kamu ngaku,oh atau jangan-jangan kamu sengaja ya memperlama perceraian supaya nggak pindah dari rumah dan menikmati fasilitas yang ada ini. iya kan"


"ya Allah mbak saya tak pernah seperti itu memang prosesnya perceraian lama dan saya tak pernah sedikitpun memperlama"


"Halah atau jangan-jangan kamu mau menguras harta mama setelah itu kabur iyakan dan aku tak akan membiarkan itu terjadi karena harta ini akan jadi milik mas Raka dan aku"


"astaghfirullah terserah mbak mau bicara apa"


"kamu berani ya sama aku"Maureen maju hendak menampar Tiara


"berhenti"


"jangan coba-coba melakukan itu,dan harus kamu tahu bahwa Tiara di sini karena saya yang menyuruhnya dan soal perceraian kamu tenang saja saya akan menyuruh pengacara keluarga ini untuk mempercepat proses perceraian itu. ayo nak kita masuk" ucap Bu Selly mengandeng Tiara meninggalkan Maureen


"awas saja kamu Tiara cepat atau lambat kamu akan di usir dari rumah ini, aku tidak akan membiarkan kamu menikmati harta ini sedikitpun"ucap Maureen menggebu-gebu


...****************...


di tempat berbeda orang tua dan anak sedang ngobrol bersama di ruang tengah


"nak mama suka dengan perempuan tadi siapa namanya mama lupa dan masakannya enak"


"Tiara ma, ini beneran mama setuju jika aku dengannya?"


"iya nak tentu saja"


"tapi dia janda ma apa mama masih setuju tapi dia wanita yang baik sopan bahkan Solehah ma dan jago masak pula"


"emang kenapa kalau janda?dulu mama juga janda saat menikah dengan papa?"


"beneran pa"


"iya nak. kalau menurut papa soal status tidak masalah yang penting anak papa bahagia dan perempuan itu juga baik bukan begitu ma"


"iya papa betul sekali dan mama suka dengan Tiara kelihatanya dia juga wanita yang penyayang pasti jika dia jadi istrimu akan membahagiakan mu lahir batin nak"


"makasih ma, pa untuk restunya dan semoga Allah mempermudah segalanya dan Tiara jodoh ku.amin"


"amin"


"kapan kamu menikahinya nak "


"masih nunggu proses perceraian selesai dulu pa"


"oh begitu, jangan lama-lama entar malah jadi dosa "nasehat papa


"iya pa secepatnya aku akan menikahinya. papa sama mama doakan saja "


"terimakasih ya Allah atas kemudahan yang engkau berikan "batin Marcell


"sudah malam sebaiknya kita istirahat semua"ucap mama


"iya ma"


...****************...


dalam kamar Tiara wudhu dan setelah itu membentangkan sajadah membaca Alquran dengan sepenuh hati karena dengan hal ini Tiara merasa jauh lebih damai.

__ADS_1


apapun yang akan terjadi biarlah atas kuasa Allah tak akan ada yang bisa menolak,merubah bahkan mencegahnya jika Allah sudah "Kun fa yakuun"


seperti apa orang menghina tak akan pernah sakit hati jika kita menyikapinya dengan berserah kepada Allah. manusia di ciptakan untuk beribadah dan mengagungkan Allah agar selamat hidupnya. ini yang menjadi pedoman Tiara


__ADS_2