cintaku di balas dusta

cintaku di balas dusta
Bab 34_pendekatan Martin


__ADS_3

saat malam datang Tiara duduk di taman belakang setelah melaksanakan sholat Maghrib. memandang langit yang di hiasi bintang-bintang dengan bersholawat dan sesekali mengelus perutnya mencoba memberi tahukan kepada sang anak akan ciptaan Tuhan yang begitu indah


handphone Tiara berbunyi notifikasi telepon masuk dan di lihatnya nomor baru karena penasaran Tiara mengangkat telepon itu


"assalamualaikum cantik, bagaimana kabar kamu dan sedang apa sekarang?


"walaikum salam, ini siapa ? Alhamdulillah baik dan sekarang saya sedang lihat bintang" "aku Martin "


"oh kamu to oh ya dapat nomor hp aku dari siapa "pura-pura bertanya padahal Tiara sudah bisa menebak jika Martin dapat nomornya dari tante Tika


"mama, maaf Ra jika aku lancang minta nomor kamu tanpa izin dari mu. aku hanya ingin berteman dengan mu dan bertukar kabar"


"iya aku maafin"


"Ra boleh tidak jika besok kita bertemu kebetulan aku ingin mengajak mu jalan"


"em maaf Martin aku tidak bisa"


"kenapa Ra, please aku butuh temen buat cerita "


"sekali lagi maaf aku tak bisa karena aku harus bekerja "


"gimana kalau malam?"


"tetep nggak bisa maaf "


"kenapa?"


"aku mau mengikuti tausiyah ustadz Adi di masjid At-Taqwa "


"boleh ikut sekalian aku jemput kamu"


"gimana ya "

__ADS_1


"boleh ya please "


"baiklah "


"makasih Ra"


"iya, Martin ini udah malam aku mau istirahat dulu jadi aku tutup teleponnya "


"yah Ra inikan baru jam 8, aku masih mau ngobrol ma kamu "


"maaf tin aku harus istirahat "


"baiklah "ucap Martin lesu


"assalamualaikum,kamu juga istirahat ya"


"ya dan walaikum salam "


Tiara sebenarnya kurang nyaman jika harus berbincang di telepon takutnya bisa terjerumus setan entah membicarakan orang lain atau lainnya


seperti biasa Marcell sudah menunggu Tiara di depan gerbang sebenarnya Tiara sudah melarangnya namun Marcell tetap ngotot dengan alasan keselamatan Tiara dan kandungannya.


Tiara mengunakan kemeja Nevi dan kerudung coksu begitu pas untuk penampilannya bahkan Marcell yang melihatnya begitu kagum karena Tiara memakai baju apa pun pasti akan cantik dan penampilannya akan membuat orang tak menyangka dengan statusnya sekarang


mereka naik mobil dan pergi menuju restoran namun sebelum ke restoran Marcell mampir sebentar ke minimarket untuk membeli sesuatu


"Tia ini buat kamu"ucap Marcell menyerahkan kantong plastik kepada Tiara setelah menutup pintu mobil


"ini apa kak"tanya Tiara sambil membuka plastik


"ya Allah banyak banget susu kemasannya"


"memang sengaja beli banyak dan aneka rasa biar di restoran ada persediaan"

__ADS_1


"terimakasih kak"


"sama-sama"


Tiara terharu akan perhatian yang diberikan oleh Marcell


"akankah kamu perhatian ma aku mas jika tahu aku sedang mengandung anak mu?atau malah marah dan tak mau tahu?ingin aku bilang ke kamu dan tahu reaksi mu nanti saat tahu kamu akan menjadi ayah namun aku tak bisa melakukan itu aku takut utuk resikonya. ya Allah maafkan hamba jika keputusan ini salah "batin Tiara dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Tiara..... Tiara "panggil Marcell berulang kali


"eh ya kak kenapa "


"kamu ngelamun ya?di panggil-panggil nggak denger, kalau ada masalah cerita Tia siapa tahu aku bisa bantu atau setidaknya bisa membuat hati mu lega. jangan pendam masalah sendiri nggak baik buat anak kamu, ingat ibu hamil nggak boleh stres "


"iya kak, makasih untuk perhatian kakak"


"ya sama-sama Tia, oh ya kamu pengen sesuatu tidak? jika ada katakan saja jangan sungkan nanti akan aku Carikan"


"aku nggak pengen apa-apa kak, Alhamdulillah anak aku ngerti dengan kondisi ibunya "


"syukurlah kalau begitu, nanti kita periksakan kandungan kamu ya Tia "


"aku sudah memeriksakan nya kak"


"sudah USG "


"belum "ucap Tiara sambil menggelengkan kepalanya


"ya sudah nanti sepulang bekerja kita langsung memeriksakan nya"


"tapi kak"


"nggak ada tapi-tapian pokoknya harus mau biar kamu tahu usia kandungan mu dan perkembangan janin dalam perut mu"

__ADS_1


"baiklah "ucap Tiara pasrah


Marcell akan meluangkan waktu untuk nanti sore dia pokoknya harus ikut dan Marcell juga pengen tahu kondisi janinnya


__ADS_2