
pagi hari di kediaman raka masih terlihat sepi.raka terbangun dari tidurnya lalu bergegas mandi setelah itu ia akan mencari pekerjaan lagi siapa tahu dapat hoki di hari ini.
berada di meja makan dengan memakan sepotong roti juga segelas susu hangat yang Raka siapkan sendiri tak lama Maureen datang menghampiri Raka di meja makan duduk di samping Raka
"mas bagi uang aku mau ada acara arisan ma teman-teman"ucap Maureen sambil mengambil sepotong roti
mendengar sang istri meminta uang Raka merogoh saku celananya mengambil dompet dan mengeluarkan uang 5 lembar berwarna merah di taruhnya di atas meja
"ini"
"hah cuma segini mana cukup mas jangan permalukan aku ya mas di depan teman-teman ku, uang segini cuma cukup buat aku jajan doang"
"maaf sayang mas cuma punya itu, sementara kamu pinjam dulu ya ma teman kamu nanti kalau mas udah kerja mas yang ganti"
"ihh nyebelin bikin malu aja dasar pengangguran" ucap Maureen mengambil uang tersebut lalu pergi meninggalkan Raka
"ya Allah kenapa istri ku seperti itu sekarang di saat aku susah bukannya mendukung malah mencaci"ucap Raka sambil mengusap dada
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maureen sangat senang hari ini karena akan bertemu dengan sang pujaan hati di hotel. ia benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama Farid laki-laki yang bisa memberikan kepuasan juga royal akan uang.
menuju kamar hotel nomor 358 Maureen segera masuk kedalam disana sudah ada Farid yang sudah menunggunya.
Farid yang melihat Maureen datang langsung menghampiri sang kekasih dipeluknya tubuh Maureen lalu di lumatnya bibir merah milik Maureen mereka bertukar Saliva cukup lama.
Farid yang sudah terbakar oleh gairah tak sabaran langsung melucuti pakaian Maureen lalu pakaian sendiri tak ingin lama-lama Farid langsung menghujamkan batangnya ke sawah Maureen. mereka melakukan penyatuan dengan penuh nafsu bahkan kamar itu sudah di penuhi oleh suara erangan dari keduanya namun saat posisi Maureen sedang berada di atas tubuh Farid tiba-tiba datang dua wanita dengan tampilan yang begitu elegan menghampiri mereka karena saking keenakan mereka sampai tak mengetahuinya
"oh jadi ini yang kamu sebut dengan meeting penting mas"ucap sang wanita
mendengar suara yang begitu familiar Farid menoleh dan betapa terkejutnya ternyata sang tunangan berada di kamar itu juga bahkan melihat posisi mereka.
__ADS_1
Farid langsung mendorong kuat tubuh Maureen
"aduhh" ucap Maureen saat bokongnya mencium lantai
"sayang aku bisa jelasin" ucap Farid beranjak dari tempat tidur dengan menarik handuk untuk menutupi batangnya
"nggak perlu. apa yang aku lihat sudah menjelaskan semuanya"
Maureen langsung berdiri dan memakai kimono
"oke.aku akui aku salah sayang tapi aku seperti ini karena kamu tak mau aku ajak bercinta coba kalau kamu mau pasti tak akan seperti ini yank" Farid mencoba membela dirinya
"seharusnya kamu tahu mas kenapa aku tak mau lakuin itu karena aku nggak yakin sama kamu dan ternyata firasat ku terbukti bahwa kamu tak bisa berubah"
"sayang "
wanita itu tak menggubris perkataan Farid ia berjalan mendekati Maureen lalu menamparnya
"Auh"
"sayang jangan sakiti dia" Farid berusaha memeluk sang kekasih saat akan melakukan tindakan anarkis. sedang wanita satunya sedang memvideokan semuanya
"kamu belain dia mas?"
"bukan begitu sayang aku cuma nggak mau kamu berurusan dengan polisi karena menganiaya dia sayang"
"Halah bohong kamu mas, kamu benar-benar membuat aku kecewa mas kamu akan lihat besok apa yang akan terjadi selanjutnya"
"sayang tolong dengarkan aku dulu"ucap Farid
"hai gaes lihat ni wanita pelakor yang ketahuan ngamar sama tunangannya sahabat ku dan gue yakin gae kalau ni cewek adalah seorang jal***. hapalin ya gaes wajahnya" ucap salah satu wanita lagi dengan kamera mengarahkan ke wajah Maureen
__ADS_1
setelah itu ia menyusul sang sahabat keluar dari kamar hotel Farid yang ingin mengejar sang tunangan terhenti kala mengingat penampilannya Farid lalu masuk ke dalam mencoba memakai bajunya kembali dengan tergesa-gesa.
"sayang kamu mau kemana?"tanya Maureen
"diam lah"
"tapi..."
"aku bilang diam ya diam kamu tak tahu wanita itu adalah tunangan ku sekaligus penentu masa depan perusahaan ku" bentak Farid
"lalu kamu anggap aku apa hah?"
"kamu beneran mau tahu?"
"iya"bentak Maureen
"kamu hanya pemuas nafsu ku saja tak lebih dari itu jika kamu mau tahu"
"jadi selama ini?"
"kamu salah jika aku melakukan semua itu dengan hati karena kenyataannya aku hanya mengunakan nafsu"
"kenapa kamu jahat Farid kenapa"
"sudahlah aku tak punya waktu untuk meladeni kamu" ucap Farid berlalu pergi meninggalkan Maureen setelah pakaiannya terpakai
Maureen merasa kecewa dengan Farid ternyata laki-laki itu hanya memanfaatkan tubuhnya saja.
tak berapa lama ia mendapati notifikasi pesan video yang sedang menunjukkan perbuatannya tadi dengan tulisan
"gue akan sebarkan video lho ini, bersiaplah untuk hancur setelah apa yang sudah kamu perbuat hingga membuat orang yang aku cintai pergi"
__ADS_1
"nggak ini nggak boleh terjadi aku akan malu nanti...aghhh s**l." ucap Maureen emosi