
Hari berganti hari Minggu berganti Minggu bulan berganti bulan tak terasa kandungan Tiara sudah memasuki trimester terakhir.
Tiara hanya menunggu hari kapan anaknya akan lahir. Raka juga selalu memberikan perhatiannya setiap hari dari pagi hari hingga Tiara akan tidur, perhatian kecil dari Raka membuat Tiara senang karena Raka yang sekarang tak seperti Raka yang dahulu. Raka sekarang jauh lebih perhatian juga romantis berbeda dengan Raka yang dulu dingin dan cuek.
Tiara sekarang berada di taman belakang bersama dengan Nana. Kebetulan hari ini hari Minggu jadi Nana bisa menemani Tiara seharian ini di rumah.
"Tiara kamu kenapa dari tadi pegang pinggang?"
"dari tadi setelah sholat subuh aku merasa pinggang ku sakit, namun nanti hilang sendiri dan akan timbul lagi"
"apa perlu kita ke dokter Ra?"
"nggak perlu Na, ayo temani aku jalan lagi melihat bunga "
"oke baiklah "
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di negara Jepang Raka sedang makan namun perasaannya entah kenapa sedikit gelisah, Raka tadi juga sudah menghubungi Tiara menanyakan kabarnya dan di jawab Tiara jika dirinya baik-baik saja namun entah kenapa rasa gelisah itu tak mau hilang
"kamu kenapa sayang?" tanya Bu Selly menghampiri Raka
"entah kenapa perasaanku nggak enak ma, aku merasa gelisah seakan-akan bakal terjadi sesuatu "
"sayang lebih baik kita sholat agar perasaan kamu lebih tenang, minta kepada Allah yang terbaik untuk kita juga orang yang kita sayangi "
__ADS_1
"iya ma aku selesaikan makan ku dulu"
"iya nak mama tunggu untuk sholat berjamaah "
"iya"
Kondisi Raka sekarang sudah jauh lebih baik, Raka dapat berjalan walaupun masih mengunakan satu tongkat untuk membantunya berjalan karena kaki kanannya masih sakit jika di buat jalan
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Tiara memegang perutnya karena merasa mulas yang luar biasa dan tanpa terasa keluar cairan dari selah selangkangannya. Panik itu yang dirasa oleh Tiara lalu mencoba berteriak memangil bi Lastri
"bi... Bibi.... Bi Lastri"
"ya Allah nak kamu kenapa?"
"bi perut aku mulas dan keluar cairan sepertinya aku ngompol"
"ya Allah nak kamu bukan ngompol tapi ini cairan ketuban, sebentar bibi panggilkan mang Ujang untuk membatu ya nak"
"iya bi" ucap Tiara sambil menahan sakit di area perutnya
Tak berapa lama Bi Lastri dan mang Ujang datang untuk membantu Tiara. Tiara di papah oleh mang Ujang menuju mobil sedang bi Lastri membawa perlengkapan persalinan Tiara yang sudah di siapkan beberapa hari yang lalu. Tiara berjalan sambil sesekali meringis merasa sakit di perutnya. Tak henti Tiara melafalkan istighfar dan doa agar di beri keselamatan saat melahirkan
"loh ini Tiara kenapa bi" ucap Nana menghampiri dari arah luar karena tadi Nana baru saja keluar rumah
__ADS_1
"ini non, nak Tiara mau melahirkan kita mau bawa non Tiara ke rumah sakit"
"ayo bi, mang biar aku yang memapah Tiara mamang bukakan pintu mobil ya"
"iya non"
Setelah masuk kedalam mobil mereka langsung menuju ke rumah sakit. Alhamdulillah jalanan juga sepi jadi mereka segera sampai di rumah sakit
"astaghfirullah, ya Allah ampuni dosaku, lancarkan persalinan ku "ucap Tiara lirih
Sampai di rumah sakit Tiara tiduran di atas brangkar dan di dorong menuju ke dalam ruang persalinan. Tiara meminta bi Lastri untuk menemaninya di dalam. Hari ini Tiara sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan sang anak. Kebetulan pembukaan sudah sempurna jadi dokter segera memberikan arahan kepada Tiara untuk mengejan
"tarik nafas lalu keluarkan dengan sekuat tenaga ya Bu"
"arrghhhhhhhh....." Tiara sambil berpegangan pada ranjang
"lagi Bu"
"arrghhhhhhhh"
Oeak...... oeak...
"selamat Bu bayinya laki-laki, tampan dan tak kurang satupun"
"Alhamdulillah" ucap Tiara sambil mengatur nafas dan istirahat karena merasa lemas
__ADS_1