
Keramaian ibukota tak menyurutkan langkah Tiara untuk mengajukan gugatan perceraian.
setelah berpamitan dengan Bu Selly Tiara menuju ke pengadilan dengan di antar oleh mang Ujang sesuai permintaan Bu Selly, kenangan akan masa lalu terngiang di pikirannya
# Flash back on#
seorang pemuda yg sedang mengadakan syukuran atas apa yg sudah dia capai yaitu menjadi sarjana S1 bisnis manejemen dgn nilai terbaik mengundang para anak yatim sesuai perintah dari orang tuanya.
dan kebetulan panti asuhan tersebut adalah panti yg di tempati Tiara, semua anak panti datang ke acara tersebut karena pak Andre sudah menyiapkan mobil juga travel untuk memudahkan mereka.
pertama kali Tiara melihat Raka dia langsung terpesona akan ke tampannya,tubuh yg proposional dan kulit yg putih membuat Raka begitu mempesona di usianya yg 23 tahun.
Tiara tak tahu kenapa jantungnya berdebar kencang bila melihat Raka padahal dia masih belia karena masih duduk di kelas 2 SMP, dia masih awam akan persoalan cinta dan belum pernah mengenal pacaran.
acara berlangsung dengan baik, semua anak panti di berikan makanan yg enak enak oleh pak Andre.
Tiara merasa kebelet ingin pipis pun bertanya kepada pelayan di sana dimana letak toilet.
setelah selesai dari toilet Tiara ingin kembali ke depan karena acara belum selesai namun tanpa di sengaja Tiara menabrak seseorang dan dia jatuh terduduk di lantai.
"eh maaf dek Kakak tdk sengaja"ucap Raka sambil membungkuk di depan Tiara
"mari kakak bantu"sambil mengulurkan tangannya
Tiara yg fokus mengelus bokongnya yg sakit karena mencium lantai pun melihat ada tangan yg terulur pun menyambut uluran tangan itu dan mendongak ingin melihat siapa orang yg telah menabraknya.
terpesona akan wajah yg sedari tadi ia kagumi dan kini wajah itu tepat ada di hadapannya jantung Tiara serasa ingin meloncat dari tempatnya,
"ya Allah tampan sekali kakak ini, semoga suatu saat aku mempunyai suami seperti kakak ini yg tampan . Amin "doanya dalam hati
"adek gak papa kan?maaf ya kakak tadi buru-buru jadi tak melihat jalan "
"iya kak, aku nggak papa kok"
"ya sudah kalau begitu kakak tinggal ya"
"iya kak"
sejak kejadian itu Tiara menjadi selalu memikirkan Raka bahkan dari situ dia berawal benih cinta itu tumbuh
__ADS_1
#flash back of#
air mata mengalir di pipinya mengingat masa dimana dia mencintai Raka namun dia akan mencoba ikhlas
"mungkin inilah takdirku aku harus rela dengan yg terjadi"gumamnya pelan
sejatinya manusia adalah menerima semua takdirnya karena semua sudah ada skenario nya sesuai kuasa Allah tinggal manusia itu bagaimana menyikapi kehidupan yg dia jalani
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan tubuh yang gemetar Tiara mencoba memaksakan diri untuk masuk ke gedung pengadilan.
Tiara menuju ruang pendaftaran dan menyerahkan berkas yg di butuhkan untuk mengajukan gugatan.
selesai dari urusan itu Tiara meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan hancur dan sakit. setibanya di mobil Tiara meminta mang Ujang untuk singgah di masjid karena dia ingin bercerita kepada sang pencipta.
sholat Dhuha iya laksanakan dengan khusyuk dan hikmat bacaan surat Al-Qur'an pun Tiara mencoba meresapi. tak ada lagi air mata seperti sebelumnya karena dia sudah berjanji tak akan lemah lagi setelah keluar dari pengadilan agama.
selepas sholat Tiara melantunkan ayat-ayat Alquran setelahnya dia baru mengutarakan isi hatinya kepada sang pencipta
"mulai hari ini aku akan selalu melibatkan Mu ya Rabb di setiap langkah dan keputusanku, selalu bimbing aku menuju ridho Mu, tegurlah aku jika aku berbuat salah dan dosa, temani lah aku jika aku merasa sendiri, dan akuilah aku sebagai hamba Mu,hanya kepadaMu aku akan kembali. kabulkan lah semua doa dan permintaanku ini.Amin"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hal ini membuat Raka menjadi senang karena bisa memperkenalkan Maureen kepada ibunya dan mendekatkan mereka bagaimana pun caranya.
Raka langsung menghubungi Maureen
"halo sayang ada apa?"saat telepon terangkat
"kamu dimana yank dan sedang apa"tanya raka
"aku sedang di salon yank kenapa?"
"setelah itu langsung pulang ya"
"kenapa emangnya "
"aku mau mengajak kamu bertemu dgn mama yank"
__ADS_1
"beneran kamu mau ajakin aku ketemu sama mama kamu yank"
"iya beneran"
"ya setelah ini aku langsung pulang I LOVE U yank"
"Meet to emuaah"
sambungan telepon pun berakhir dan Raka melanjutkan pekerjaannya kembali
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah selesai urusannya dengan sang pencipta Tiara meminta mang Ujang untuk mampir ke toko buku sebentar.
di toko buku Tiara mencari buku tentang hadits-hadits.
seorang ibu menghampiri Tiara menanyakan buku mana yg bagus untuk di belinya antara masakan tradisional atau Chinese food dan Tiara memilihkan buku masakan tradisional menurutnya masakan daerah jauh lebih enak.
"maaf nak nama kamu siapa?"sapa ibu itu
"Mutiara Tante, kalau tante namanya diapa"
" Tika nak"
"Tante Tika suka masak ya?"
"iya nak. tante mengisi waktu luang dengan mencoba resep-resep masakan.kamu sendiri beli buku apa nak? "
"ini Tante tentang hadits-hadits "
"gadis ini sepertinya baik dan kalau dilihat dia Sholehah sangat cocok untuk anak ku"ucap Bu Tika dalam hati
"emm nak bagaimana kalau tante ajak kamu minum dulu?
"terimakasih Tante mungkin lain waktu saja jika kita bertemu kembali tan"
"ya sudah tdk apa-apa" '
mobil melaju meninggalkan tempat itu
__ADS_1