
Bu Selly menghubungi Raka dan memintanya untuk datang sekarang bersama dengan istrinya ke rumah.
Raka begitu senang saat Bu Selly menyuruhnya datang bersama dengan Maureen. Raka berfikir Bu Selly sudah mau menerima Maureen, sejak kejadian Maureen dan Tiara bertengkar beberapa hari lalu Raka tak pernah datang ke rumah Bu Selly bahkan menanyakan keadaan Tiara juga tak pernah. Raka marah atas apa yang Tiara lakukan tanpa tahu sebabnya kenapa Tiara berbuat seperti itu. Raka hanya mempercayai Maureen saja, mungkin karena saking cintanya hingga logika tiada.
datang berdua bersama Maureen ke rumah Bu Selly dan di sambut hangat oleh Bu Selly membuat Raka cukup senang begitu juga Maureen
"kalian duduk dulu kita berbincang sambil menunggu seseorang"
"iya ma"
"bi Lastri"
Bu Selly memangil asisten rumah dan bi Lastri langsung menuju ke ruang tamu
"ada apa nya?"
"tolong buatkan minum untuk anak dan menantu saya, jangan lupa sama roti yang tadi saya beli juga tolong di hidangkan "
"baik nya" bi Lastri pergi meninggalkan ruang tamu menuju dapur
"bagaimana dengan perusahaan ka?"
"perusahaan baik-baik saja ma, ya walaupun kemarin sepat ada sedikit masalah namun masih bisa aku atasi"
"baguslah kalau begitu "
"bagaimana kabar kamu Maureen?"
"baik ma. kalau mama bagaimana?"
"seperti yang kamu lihat"
Bu Selly mengajak Maureen dan Raka berbincang sambil tersenyum walaupun hati Bu Selly begitu marah namun ia berusaha menahannya sampai seseorang yang di nanti datang
"selamat malam Bu"
"malam "jawab Bu Selly
"silahkan duduk pak"
"terimakasih Bu"
"ma kenapa pak Handoko ke sini apa ada sesuatu yang penting?"tanya Raka sambil melihat pak Handoko setelah itu beralih ke Bu Selly
__ADS_1
"iya ka nanti pak Handoko yang akan menjelaskan. silahkan pak jelaskan pada anak saya"
"baik Bu"
"begini mas Raka sebelum pernikahan mas dengan mbak Tiara,mas Raka telah menanda tangani surat dari Bu Selly bukan dan saya akan bacakan surat itu "
"surat.."tanya Raka bingung
"iya waktu itu kamu tanda tangan setelah pulang dari luar negeri"
"oh ya ma sekarang Raka ingat surat itu"
"bisa dilanjutkan"tanya pak Handoko
"silahkan pak"jawab Bu Selly
"jadi dalam surat tersebut menyatakan bahwa mas Raka akan kehilangan semua aset warisan dari pak Andre dan juga jabatan mas Raka di perusahaan tidak berarti lagi itu berlaku saat mas Raka bercerai dengan mbak Tiara dan surat ini sah secara hukum"
"hah..."kaget Raka dan Maureen bersama
"ma nggak bisa gitu donk, sebenarnya yang anak mama siapa si disini"ucap Raka sedikit emosi
"kamu memang anak mama tapi Tiara juga anak mama bahkan dia berjasa dalam hidup mama dan papa"
"kamu mau mama berlaku seperti apa?mama sudah mencoba baik sama kamu dengan membiarkan kamu tetap hidup enak tapi kamu...."ucap Bu Selly dengan suara yang sedikit menggebu-gebu
"kamu begitu tega terhadap Tiara bahkan kamu membiarkan dia kesakitan di saat dia membutuhkan pertolongan. apa kamu tahu dari sikapmu itu mama harus kehilangan 2 orang sekaligus? mama harus kehilangan Tiara bahkan cucu mama yang belum sempat melihat dunia"ucap Bu Selly sambil mengeluarkan air mata
"maksud mama?"
"Tiara hamil anak kamu tapi karena kejadian tempo hari Tiara keguguran,sekarang kalian sudah puas bukan Tiara sudah pergi dari rumah ini"
"ma.."
"sudahlah Raka kamu tak usah jelasin apa-apa lagi mama tak ingin dengar apapun itu.mama selama ini membiarkan mu karena Tiara yang bilang kamu berhak bahagia namun setelah kamu hancurkan harapan mama maka mama akan bertindak tegas atas sikap kamu."
"ma Raka minta maaf Raka tidak tahu jika Tiara hamil ma"
"jika kamu tahu apa yang akan kamu lakukan? nggak ada kan"
"ma"
"sudahlah mulai besok kamu mama pecat menjadi CEO di perusahaan Bagaskara dan mobil yang kamu pakai sekarang kamu tinggalkan di rumah ini kamu hanya bisa membawa mobil yang dulu kamu beli dengan tabungan kamu dan semua kartu atas nama kamu sudah mama blokir"
__ADS_1
"tapi ma"ucap Raka memelas
" itu konsekuensinya atas perbuatan kamu, masih mending mama punya hati tetap membiarkan kamu tinggal di rumah kamu itu dan tak mengambil barang-barang mewah lainnya.mama sudah selesai dan ingin istirahat, mama capek di hari tua bukanya bahagia malah harus kecewa karena sikap kamu"ucap mama sambil menghapus air matanya
"pak Handoko terimakasih sudah mau datang"
"iya Bu sama-sama. kalau begitu saya permisi Bu, selamat malam" ucap pak Handoko sambil beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah Bu Selly
"pulang lah KA mama ingin istirahat"Bu Selly masuk ke dalam meninggalkan ruang tamu
"iya ma"
Raka dan Maureen keluar rumah menuju garasi mobil dan Raka membuka mobil Honda jazz berwarna merah
"hah ini beneran mas kita pulang pakai mobil ini"
"iya"jawab Raka lesu
"mas kamu masih bisa bujuk mama mas pasti mama akan luluh"
"sudahlah Maureen mas capek ingin istirahat"
"tapi mas"
"Maureen tolong mengertilah untuk saat ini"
"baiklah" ucap Maureen sedikit emosi
Raka tahu Bu Selly sangat kecewa terhadapnya karena terlihat jelas dari raut wajahnya yang menggambarkan kesedihan mendalam. Raka akan bicara lain waktu dengan Bu Selly jika suasana hati Bu Selly sudah membaik.
Raka juga cukup shock saat mengetahui kenyataan bahwa ia akan menjadi ayah hal yang sangat di impikanya. usia yang sudah matang dan pantas memiliki anak namun semua itu hilang.sedih sekarang yang ia rasakan harus kehilangan anaknya.
sepanjang perjalanan pulang Raka dan Maureen saling diam mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing
"maafkan papa nak karena papa kamu tiada, maaf nak. jika papa tahu mamamu sedang hamil mungkin papa akan bersikap jauh lebih baik agar papa bisa melihat kamu ketika lahir. sekali lagi maafkan papa nak"ucap Raka dalam hati tak terasa air matanya menetes buru buru Raka menghapusnya agar Maureen tak tahu.
berbeda dengan Raka, Maureen juga gelisah jika Raka sampai jatuh miskin bagaimana keadaannya nanti ia bahkan tak bisa hidup susah bahkan apapun Maureen lakukan asal hidupnya enak.
"ini nggak bisa di biarin aku harus cari cara agar Raka nggak jatuh miskin jika dia jatuh miskin terpaksa aku tinggal dan mencari laki-laki lain yang jauh lebih mapan.oh ya bukankah masih ada Farid ! aku sampai lupa dengannya beberapa hari ini. bagaimana kabarnya?oke besok aku akan bertemu dengan Farid untuk melepas rindu "batin Maureen dengan sedikit menyunggingkan senyum
entah akan seperti apa kehidupan Raka kedepannya setelah keputusan yang di berikan oleh mamanya.
mampukah Raka bakit kembali?akankah Maureen terus bersamanya saat susah?
__ADS_1
semua ini terngiang di benak Raka saat ini