
pagi hari Tiara dan Bu Selly berpamitan dengan ustadzah saja karena pak ustadz sedang pergi ke luar kota
kepulangan Tiara membuat Adel sedih karena dengan adanya Tiara gadis itu merasa mempunyai kakak, walau baru beberapa hari kenal namun dia begitu dekat dengan Tiara.
Tiara sosok yg lembut, penyayang, sabar dan juga bisa mengayomi yg membuat Adel begitu nyaman berada di dekatnya.
Adel bahkan menangis saat Tiara berpamitan, Tiara yg melihat itu merasa iba namun tak bisa berbuat apa-apa karena Adel masih sekolah.
Tiara hanya bisa berjanji suatu saat akan kembali lagi ke pesantren menemuinya dan jika Adel sudah lulus Tiara akan mengajaknya ke kota mencari pekerjaan dan merubah keadaan yang lebih baik untuk Adel.
selesai dari semua itu Tiara dan Bu Selly masuk ke mobil untuk melanjutkan perjalannya ke kota, sepanjang perjalanan Tiara melihat pemandangan dari kaca mobil pemandangan yang indah nan masih asri
dia jadi teringat akan Raka
"sesampainya di kota aku akan mengurus perceraian kita mas dan semoga kamu bisa bahagia"ucapnya dalam hati
tiba-tiba di tengah perjalanan mobil berhenti karena mogok
"maaf nyonya mobilnya mogok,saya coba cek dulu ya nyonya "mang Ujang memberitahu
"iya pak"jawab Bu Selly
karena merasa gerah di dalam mobil akhirnya Tiara mencoba keluar untuk mencari udara segar. tak berapa lama ada mobil berhenti di depan mobil Bu Selly
"kenapa mobilnya pak?"
"ngak tahu ni nak tiba-tiba saja mogok"
Bu Selly keluar dan menghampiri mang Ujang
"masih lama pak"
"Tante "sapa Marcell
"masih coba di perbaiki nyonya "
"Tante mau kemana?"tanya Marcell
__ADS_1
"Tante mau kembali ke kota Cell"
"gimana kalau tante bareng aku aja dan soal mobil ini nanti aku panggilkan montir orang sini kebetulan aku ada kenalan"
"emang nggak ngerepotin kamu nak"
"nggak lah tante kan satu arah biar sekalian, bagaimana"
"boleh. sebentar ya tante panggil Tiara "
Bu Selly menghampiri Tiara dan mengajak untuk menumpang di mobil Marcell.
mereka melanjutkan perjalanan ke kota dan meninggalkan mang Ujang.
di dalam mobil Marcell mencuri pandang ke arah Tiara melalui kaca spion. dalam hati dia begitu mengagumi Tiara
"cantik dan Solehah"gumamnya lirih sambil tersenyum
"Cell kamu kembali ke kota apa sudah selesai dengan restoran nya"
"belum sih tante tapi mama telepon katanya papa sakit jadi Marcell buru-buru pulang tan "
"makasih tante"
"sama-sama "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain Raka sedang sarapan dengan Maureen
"yank kasih uang donk aku mau kumpul bareng temen-temen. uang aku dah habis"
"bukanya Minggu lalu aku dah kasih kamu uang cukup banyak yank"
"ya habislah kan kebutuhan ku banyak jangan pelit napa "
"maaf yank, ya sudah nanti aku transfer "
__ADS_1
"nah gitu dong yank,makasih ya"ucapnya sambil mencium pipi Raka
"sebenarnya aku ingin Maureen berhemat tapi mau ngasih tahunya gimana ya aku jadi bingung"monolog Raka dalam hati
selesai sarapan Raka melanjutkan pergi ke kantor
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Marcell memandang Tiara dari kaca mobil jantungnya berdebar debar melihat kecantikan yg di miliki Tiara. sedang Tiara terlalu fokus melihat pemandangan luar dari kaca samping mobil jadi dia tidak tahu jika Marcell memperhatikannya.
Di pertengahan perjalanan terdengar kumandang adzan dhuhur.
Tiara yg mendengarnya pun memberi tahu Marcell untuk mencari masjid terdekat guna melaksanakan sholat dhuhur. mendapatkan teguran dari Tiara, Marcell mencari masjid terdekat. padahal jika mereka mau mereka bisa melaksanakan sholat di rumah karena sebentar lagi mereka akan segera sampai,namun berbeda dgn prinsip Tiara yg selalu berusaha melaksanakan sholat tepat waktu bagaimana pun keadaannya.setelah mendapat masjid terdekat Marcell menepikan mobil di parkiran masjid.
Tiara membangunkan Bu Selly dan mengajaknya untuk turun dan melaksanakan sholat.setelah selesai sholat mereka melanjutkan perjalanan.
Marcell mengantar Bu Selly dan Tiara sampai kediaman mereka.namun Marcell tak sempat mampir karena terburu-buru ingin segera sampai ke rumah sakit menemui papanya yang sedang sakit.
Bu Selly mengajak Tiara masuk kerumahnya dan menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Tiara.
Bu Selly tahu Tiara pasti butuh istirahat makanya langsung mengantar Tiara ke kamar yg ada di lantai satu bersebelahan dengan kamar Bu Selly.
sesampainya di kamar Tiara masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah itu dia ingin merebahkan tubuhnya di ranjang karena sudah merasa lelah
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
perusahaan Raka yang mengalami kesulitan beberapa hari ini akhirnya bisa sedikit tertolong dengan bantuan dana yg di berikan oleh teman kuliah waktu di luar negeri.
sekarang Raka bisa sedikit lega karena perusahaannya tidak sampai kolaps.
Raka lebih giat dalam bekerja untuk sekarang karena tidak mau lagi terjadi hal yg sama dgn apa yg sudah di lakukan oleh Mutiara grup yg kecewa dgn kinerjanya
"aku tak boleh mengecewakan Romi karena dia sudah baik mau memberikanku pinjaman dana sehingga perusahaan ini akan terus berjaya seperti dulu lagi" ucapnya tersenyum lebar karena merasa masalah sudah mulai teratasi.
Sedangkan Raka tidak tahu saja nanti jika Bu Selly tahu ada yg membantunya pasti akan di kasih pelajaran,
tak ada yg tahu sebenarnya Mutiara grup masih dalam pengawasannya yang di percayakan kepada orang kepercayaannya dan perusahaan itu sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar di ibu kota dan hal ini tidak ada yg mengetahui kecuali asisten pribadi suaminya dan perusahaan itu di wariskan kepada Tiara nanti setelah usia Tiara 21 tahun.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...