
Setelah satu Minggu berlalu kini Raka berada di ruangan dokter.Ryu untuk membuka perban. Bu Selly dan Tiara masih harap-harap cemas dibuatnya karena takut operasi ini akan gagal nantinya
Setelah dokter membuka perban di mata Raka lalu dokter meminta untuk Raka membuka matanya secara perlahan-lahan. Terlihat wajah tegang di antara Bu Selly juga Tiara saat ini
"buka matanya secara perlahan-lahan pak Raka"
Raka membuka mata secara perlahan dan dilihatnya dua wanita yang sangat ia sayangi sedang berdiri di depannya
"mama, Tiara"
"Alhamdulillah sayang kamu bisa melihat lagi"ucap Bu Selly
__ADS_1
"pak Raka, coba dekatkan mata bapak kesini"tunjuk perawat pada benda berbentuk teropong. Raka mengikuti arahan dari perawat
"buka matanya pak Raka, tahan beberapa detik"perintah dokter.Ryu
dokter itu lalu melihat kornea mata yang baru di pasang seminggu yang lalu
"bagus, sekarang tinggal proses pemulihan jadi selama 6 bulan bapak nggak berenang, nggak boleh mengangkat yang berat-berat dan hindari juga menekan dan. Menggosok mata selama masa pemulihan. Jangan lupa minum obat dan obat tetes matanya juga dipakai secara rutin ya pak"
"kalau begitu hari ini pak Raka sudah di perbolehkan pulang dan jangan lupa untuk rutin kontrol ya pak."
"ya dok"
__ADS_1
bahagia itulah yang dirasakan oleh Raka saat ini. Raka bisa melihat lagi wajah Tiara yang saat ini semakin cantik menawan, auranya seakan terpancar saat Tiara sedang hamil. Berdebar jantung Raka saat melihat senyuman di wajah cantik Tiara tersenyum kepadanya. Puas memandang wajah Tiara sekarang beralih ke arah perut Tiara yang membuncit disana ada anaknya. Mata Raka berkaca-kaca melihat perut Tiara, ia merasa tak percaya jika sebentar lagi akan menjadi seorang ayah
"sayang sekarang kamu sudah bisa melihat lagi, mama senang sekali"
"iya ma Raka juga senang banget bisa melihat setidaknya nanti jika anak ku lahir aku bisa melihatnya ma dan doakan aku bisa jalan lagi ya ma supaya bisa mengajaknya bermain"
"iya sayang"
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di sebuah kamar hotel seorang wanita sedang merintih kesakitan akibat mendapatkan cambuk kan di punggung belum lagi di area sensitifnya yang terasa perih akibat perbuatan seorang laki-laki yang menggagahinya dengan brutal tak berperasaan. Laki-laki itu meminta untuk melayani nafsu bejatnya berulang kali bahkan disaat wanita itu merintih memohon agar berhenti malah membuat laki-laki itu bertambah menggila. Ya wanita itu adalah Maureen ia baru saja melayani seorang klien bisnis dari om Dirga. Maureen terpaksa melakukan itu karena mendapat ancaman dari om Dirga yang akan menjualnya ke luar negeri sebagai budak. Maureen tak ingin hal itu terjadi jadi ia mau tak mau menuruti kemauan om Dirga. Maureen bukan hanya memuaskan nafsu om Dirga saja namun beberapa dari Klein om Dirga juga harus ia layani jika mereka sedang meminta untuk mendapatkan pelayanan khusus. Rasa capek juga sakit sekarang yang sedang Maureen terima, memang ia mendapatkan fasilitas yang sangat mewah dari om Dirga saat ini dari apartemen, mobil, juga kartu ATM yang tak ada limit namun semua itu juga harus ia balas dengan tubuhnya yang siap untuk kapan saja om Dirga membutuhkannya
__ADS_1
"aku capek sekali, hiks hiks aku ingin seperti dulu saat bersama mas Raka atau dengan saga aku nggak mau seperti ini. Tapi bagaimana caranya aku lepas dari jeratan om Dirga?"