cintaku di balas dusta

cintaku di balas dusta
Bab 39-rencana Maureen


__ADS_3

sesuai dengan permintaan istrinya tadi pagi sekarang Raka mengajak Maureen untuk menginap di rumah Bu Selly.


sesampainya di depan rumah Maureen tersenyum licik. dia sudah membayangkan bisa melakukan rencananya mulai malam ini


memasuki rumah itu dengan perasaan yang senang.


Maureen menuju dapur dang langsung menuju Ke kulkas untuk melihat susu Tiara dan saat di buka ternyata susu itu tak ada disana


"s***, pasti ada yang mengetahui susu itu sudah aku kasih sesuatu."


derap langkah kaki sedang menuju ke dapur, Maureen yang sedang fokus dengan isi kulkas tak menyadari hal itu


"non cari apa." tanya bi.lastri


Maureen terlihat kaget dengan kedatangan bi.lastri dan entah mengapa membuatnya menjadi gugup namun dia berusaha untuk menutupi kegugupannya.


"aku sedang cari buah bi, kenapa?."


"oh kirain non butuh sesuatu biar bibi saja yang buatkan"


"tak perlu bi terimakasih "


Maureen pergi meninggalkan dapur menuju kamar tamu.




ke esok harinya Tiara bersiap untuk bekerja dan dia tak mengetahui jika Raka dan Maureen menginap.semalam selepas selesai makan malam Tiara langsung istirahat dan tak keluar kamar hingga pagi.


"selamat pagi Tiara." sapa Maureen


"pagi mbak"jawab Tiara dengan sedikit terkejut


"oh ya Tiara aku tadi coba buat nasi goreng apa kamu bisa mencobanya dan kasih tahu aku kurangnya dimana?"ucap Maureen sambil menyodorkan piring berisi nasi goreng


"maaf mbak sebelumnya, tapi aku lagi puasa hari ini"


"kamu kok puasa kan ini bukan hari Senin ataupun Kamis"


"memang bukan mbak namun aku lagi berpuasa utuk melunasi hutang puasaku di bulan ramadhan tahun lalu"


"oh... tapi kan kamu bisa puasa lain kali dan bukankah itu sunah jadi please coba kamu rasakan nasi goreng ku ya ya mau ya." Maureen masih berusaha membujuknya

__ADS_1


"sekali lagi maaf mbak aku tidak bisa. mbak bisa minta bantuan sama bi.lastri kalau tidak pelayan lainnya. kalau begitu aku pamit mbak takut telat, assalamualaikum"


Tiara pergi meninggalkan Maureen di ruang tengah.


Maureen sangat kesal karena rencananya gagal. Tiara seakan enggan menerima sesuatu darinya namun Maureen tak kehilangan akal untuk terus berusaha membuat Tiara keguguran.


sesampainya di dalam taksi Tiara mengambil ponselnya di dalam tas ia sedang membalas pesan dari Bu Selly dan juga Marcell yang menanyakan kabarnya




Di negara lain seorang pria sedang tersenyum mendapatkan balasan pesan dari wanita yang sedang ia rindukan. berjauhan dengannya membuat hatinya gelisah takut wanita di sebrang sana kenapa-kenapa belum lagi rasa rindunya semakin menyiksanya.


ingin segera menyelesaikan urusan di sini dan kembali ke sana untuk selalu berada dekat dengan wanita pujaannya


"aku harus segera menyelesaikan urusan ku di sini karena aku tak sanggup jauh dari Tiara dan setelah kembali dari sini aku akan langsung melamar Tiara kepada Bu Selly. semoga cepat selesai urusanku disini, semangat aku harus semangat"ucap Marcell menyemangati diri sendiri




Martin mendatangi restoran bersama ketiga temannya setelah mengerjakan tugas kampus karena mereka lapar.


Martin dan teman-temannya menyebutkan pesanan mereka dan sang pelayan mencatatnya.


teman Martin melihat seorang pelayan keluar dari arah dapur menuju tempat kasir dan dia kagum saat melihat wajah pelayan itu


"cantik banget."ucapnya sambil terkagum


"siapa."tanya teman lainnya


"tuh ...."tunjuknya kepada orang yang di sebut dan mereka menengok ke arah yang di tunjuk


"iya cantik." jawab yang lainnya


karena merasa penasaran Martin mengangkat pandangan dari ponselnya dan melihat ke arah teman-temannya memandang


"Tiara"ucapnya


"kamu kenal cewek itu?"


"iya dia wanita yang aku ceritakan pada kalian"

__ADS_1


"seriusan"


"iya. kenapa emangnya?"


"ini mah cantik tin, gue juga mau kali. ya walaupun janda ngak papa deh yang penting cantik dan dia kelihatan Solehah paket lengkap itu mah."


"nggak ada itu udah incaran gue dan kalian nggak boleh ikutan. ingat sama janji persahabatan kita."


"iya"jawab mereka serempak


Martin berdiri dan berjalan menghampiri Tiara


"Tiara"sapa Martin


"Martin "ucap Tiara melihat lelaki itu berdiri di depannya


"kamu kerja di sini.?"


"iya, kamu kesini sama siapa.?"


"tuh sama teman-teman."sambil menoleh kearah temannya dan teman-temannya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda perkenalan


Tiara juga melakukan hal yang sama


"kalau begitu aku ke sana dulu ya."


"ya dan selamat menikmati makannya."


Martin meninggalkan Tiara dan kembali duduk di tempatnya menikmati makan dan sambil sesekali melihat Tiara. wajah cantik yang menyejukkan hati jika melihatnya.


teman-teman Martin juga merasa bahagia melihat Martin bahagia karena mereka tahu jika Martin anak yang baik dan pantas untuk bahagia




malam menjelang bi.lastri menyiapkan makanan untuk makan malam sedang Maureen sedang menumpahkan minyak goreng di depan pintu kamar Tiara supaya jika Tiara melewatinya akan terjatuh hingga bisa membuatnya pendarahan dan keguguran.


setelah selesai Maureen kembali ke meja makan dan ternyata Raka sudah ada di sana menunggunya. Maureen mengambilkan makanan di piring untuk Raka. sambil menikmati makanannya Maureen berharap Tiara keluar dari kamar dan akan terjatuh.


sedang Tiara yang merasa lapar memilih beranjak dari tempat tidur untuk keluar kamar. bayi dalam kandungannya membutuhkan nutrisi karena seharian diajak berpuasa oleh ibunya. gagang pintu kamar dibuka oleh Tiara


"Kreeekkk "

__ADS_1


__ADS_2