Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Malam Pertama


__ADS_3

“ayo mandi bareng sayang..”


“hahh.. ihh ga mau ah… kamu duluan aja..”


“kan kan… ayooo…” (memaksa melepas pakaian istrinya)


“aduu… iya iya.. aku lepas sendiri”pipinya panas memerah


(sam tertawa dan melepas pakaian nya juga) “ayoo..” menuntun istrinya masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower air hangat


air membasahi tubuh mereka, mereka saling menggosok punggung dan semua bagian tubuh mereka berlawanan sambil sesekali bercumbu mesra, tak jarang terdengar suara desahan desahan kecil akibat aktifnya tangan sam yang menjelajahi seluruh titik bagian tubuh fay.


Selesai mandi, fay memakai handuk kimono sambil mengeringkan rambutnya yang basah, suaminya turun ke bawah membuatkan minuman hangat untuknya.


“minum ini, sayang.. “ sam berbalut kimono handuk memberikan minuman itu kepada istrinya.


“terima kasih sayang..” meminum minuman dari suaminya


Sam menunggunya duduk disamping ranjang. Melihatnya sudah mematikan hair dryer, sam mengunci pintu dikamarnya.. menutup rapat semua tirai dan mematikan lampu dikamar itu..


Sam melepaskan kimono yang dia dan istrinya pakai.. menggendong dan merebahkan istrinya ke ranjang, mengelus wajah wanita dihadapannya, mengecup keningnya.. mencium pipi dan mencumbu aktif bertautan dengan istrinya. Tangannya menjalar meremas dua buah puncak himalaya, sembari terus mencumbu.. mencumbu mesra leher dengan tangan yang sudah bermain di bagian bawah tubuh yang sudah mulai membasah..


desahan tak tertahan istrinya pecah dalam ruangan saat pria itu bermain menjelajahi bagian bawah tubuhnya..


“I love you…” ucap sam


“love you, sayang…” balas fay dengan suara berat


Melihat fay yang sudah basah, sam melancarkan serangan pertamanya yang sudah cukup sering tertunda.


“sakit sayang….”


“iya.. tahan ya… lama-lama juga gak sakit” mencumbu bibir istrinya supaya melupakan rasa sakit serangannya berkali-kali sampai mereka kelelahan dan tertidur pulas.


Malam itu sam merasa puas berhasil merenggut keperawanan Fay, dia sudah memiliki istrinya seutuhnya tanpa ada gangguan.


Matahari mulai menusuk masuk ke ruangan kamar yang tertutup tirai itu, memberi kehangatan pada tubuh yang hanya berbalut selimut. Fay terbangun dari ranjangnya perlahan, berusaha tidak membangunkan suaminya. Dia bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya, dan tubuh bagian bawahnya yang masih terasa perih sisa serangan suaminya semalaman.


Setelah selesai mandi, dia keluar dari kamar itu menuju ke dapur di lantai bawah. Perutnya lapar, dia membuka kulkas dan rak-rak lemari di dapur itu, dia menemukan mie instan di lemari dan telur di kulkas. Dia memasak, dan memakan nya.


“kamu lapar?” sam mengagetkan fay yang sedang makan di dapur


“ish.. ngagetin deh” memukul dada sam


“haha.. kamu ngelamun apa sampai kaget begitu?”


“nggak kok, lagi serius makan tau.. (dengan pipi memerah) kamu sudah mandi?”


“kenapa? Mau mandi bareng ?” mendekatkan wajahnya ke fay


“ihhhh.. apaan sih..”


“apaaan sih apaan sih.. tapi suka kan..”


“emmm…” melirik tajam sam


“jangan jutek jutek, aku makan nanti kamu, happpp (menggigit pundak fay)”


“hahaha.. kamu mau aku masakin mie juga?”


“boleh.., kamu habiskan dulu makanan kamu..” sambil memandangi wajah istrinya itu


“iya..”

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanannya, fay memasak mie instan juga untuk suaminya. Suaminya melahap habis makanan itu.


“mau jalan-jalan keluar?”


“mau banget…”


“masih sakit gak itu(menunjuk bagian bawah tubuh istrinya)” menuntun istrinya keluar dari pintu villa itu keluar menjajaki pasir di pantai itu


“masih agak perih.. hihi..” tersipu malu


“kalau sering, pasti gak bakal sakit lagi..”


“masa sih?”


“iyalah.. gak percaya?”


“sama mama keiko, kamu sering ya?”


“ssssttttt.. ( menutup bibir fay dengan satu jarinya) dilarang membahas orang lain selama kita disini, oke?”


“iya iya.. maaf..”


“soal yang tadi itu kan pengetahuan logika saja, namanya barang baru istilahnya pasti susah kan, kalau sudah lama, pasti gampang”


“iya sih.. hehe..”


“kamu mau punya anak berapa?”


“hahhh?”


“kok hahhh? Jangan bilang, kamu belum siap?”


“bukan gitu.. aku kaget aja.. sedapetnya aja lah”


“busetttt banyak amat… 2 aja kali yang”


“hahahahaha.. tadi kamu bilang sedapetnya?” mengelus kepala fay


“hihi.. iya sih..”


“itu tempat apa yang?”


“jualan makanan, siap saji gitu kayaknya”


“Ooo.. kamu bawa dompet gak? Merogoh kantong suaminya


“haha.. sudah berani ya sekarang?”


“hehe… bawa uang gak? Kalo-kalo mau beli sesuatu, mau liat kesana”


“iya bawa, ayo kesana (menggandeng tangan istrinya)”


“sayang, aku mau beli itu (menunjuk restoran prasmanan) kayaknya enak-enak.. lumayan kan buat nanti kita makan pas pulang”


“iya.. ini bawa dompet aku, aku tunggu disini” sam menunggu duduk di depan restoran itu


“iya..” fay masuk membeli beberapa sayur dan nasi untuk dibawa ke villa


“sayang, aku mau itu..” menunjuk penjual es krim di dekat situ..


Fay membeli es krim cokelat “kamu mau sayang?”


“nggak, kamu aja”

__ADS_1


“oo.. oke”


“sini aku bawain makanannya, lihat kamu ribet banget”


“hihihi.. makasih sayang” mereka berjalan bergandengan menapaki pasir kembali ke villanya


“kamu beneran gak mau? Enak loo..” fay menawarkan es krim nya kepada sam, sam berhenti berjalan, mengambil tangan fay yang memegang es krim, menyentuhkan es krim itu ke bibir fay, dan dia menciumnya


“begini cara makan es krim yang benar” (mengelus kepala fay)


“sayang….” Fay malu bercampur senang


“ayo jalan… uda mulai terik mataharinya nanti kamu gosong”


“iya..” sambil menghabiskan es krim nya


“akhirnya sampai juga..” mereka sampai ke villanya, dan mengunci pintu rapat. Sam merebahkan diri di sofa villanya. Fay ke dapur membereskan makanan yang tadi dia beli..


“kamu beli apa aja? Enak sepertinya.. “ melihat istrinya membuka makanan satu persatu


“kamu sudah mau makan?


“emmm.. boleh deh.. uda siang juga”


“iya.. “


Mereka menyantap makanan diatas meja. Setelahnya fay menyimpan makanan yang tersisa di dalam kulkas, supaya nanti malam bisa dihangatkan lagi saat mau makan. Fay mencuci piring, dan membersihkan meja..


Sam mendekati istrinya, memeluknya dari belakang, menghujani dengan cumbuan-cumbuan di leher disertai tangan yang sudah masuk ke rok istrinya.


“sayang…. Jangan disini ah.. malu…”


“gak ada orang..”


“kalo tiba-tiba pengurus rumah datang gimana?”


“haha..” sam tersenyum dan menggendong istrinya ke kamar atas


Sesampainya di kamar, pria itu mengunci pintu, membuka pakaian nya satu persatu, mendekati istrinya dan membukakan pakaiannya tanpa sehelai benang pun tersisa, sam mulai menghujani istrinya dengan cumbuan mesra dari atas sampai ke bagian bawah tubuh istrinya. Melancarkan serangan bagian tubuhnya yang sudah mengeras dari tadi, sesekali fay menahan desahan nya dengan tangannya..


“lepaskan tanganmu.. aku suka mendengar kamu begitu?” sambil mencium bibir istrinya semakin dalam


“sayang….. love you”


“love you so much”


Siang itu dihabiskan pasangan itu didalam kamar dengan sangat bergelora. Sam menyerangnya dengan berbagai macam gaya yang berbeda sampai fay kewalahan, diluar dugaan fay, sam sangat liar diatas ranjang, membuat pengalaman pertamanya berkesan. Mereka menyelesaikan nya saat matahari sudah mulai pulang ke peraduannya membuat kamar itu mulai menggelap. Setelah itu mereka membersihkan diri bersama. Turun ke bawah untuk mengisi perut yang sudah bernyanyi, karena sudah menghabiskan begitu banyak tenaga. Mereka menghabiskan makanan yang sudah dihangatkan itu, habis tak tersisa.


“kenyang…. Bangettt…” ucap sam


“iya.. haha”


“aku beberes dulu”


“sini aku bantu..” sam memeluk fay dari belakang yang sedang mencuci piring, memegang tangannya yang juga memegang spon cuci piring, sama-sama menggosok-gosokan spon itu ke piring-piring kotor.. hingga cucian piring selesai tercuci semua.


Setelah beres didapur, sam kembali menggendongnya ke kamar atas dan melancarkan serangannya seperti tadi siang.


“sayang.. kamu gak capek apa?” sambil mencumbui tubuh istrinya yang sudah tidak berpakaian


“nggak”


“ya ampun sayang…”

__ADS_1


Sam melepaskan semua hasratnya yang sangat besar itu kepada istrinya berkali-berkali, tanpa lelah.. sampai mereka tertidur pulas malam itu. Mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua dalam penyatuan yang sempurna..


__ADS_2