
“Selamat pagi sayang…”
“kamu sudah bangun duluan? Sudah mau pergi kerja?” melihat sam yang sudah rapi
“iya.. tuh liat sudah jam berapa?” sambil menunjukkan jam di dinding kamar mereka
“aduuu.. aku kesiangan ya, maaf ya..”
“nggak papa kok.. kamu bobo lagi gih, kamu pasti lelah sekali..”
“nggak kok.. aku sudah gak bisa tidur lagi.. keiko sudah bangun?”
“belum.. ya sudah, aku pergi dulu ya.. Love you..” sambil mencium kening dan bibir istrinya yang masih duduk diranjang itu
“iya.. aku antar ke depan..”
“gak papa aku bisa sendiri, daaa sayang…”
“daaaa…”
Sam pergi ke kantor, fay bangun dan lekas membersihakan dirinya sebelum keluar dari kamar.
“bi, keiko sudah bangun?”
“belum sepertinya non..”
“oo ya sudah, nanti saya coba lihat ke kamarnya..”
“iya non..”
“keiko sayang……” sambil membuka pintu kamar keiko
“eh.. kamu baru bangun ya?”
“iya ma..” sambil mengucek – ngucek matanya
“bagaimana tidurnya, nyenyak? Mimpi gak?” mengusap kepala gadis kecil itu
“gak mimpi ma, tapi nyenyak tidurnya”
“syukurlah… emm.. ini yang semalam papa janjikan, hadiah buat kamu sayang..”
“horeee.. makasih ya ma..”
“iya.. nanti bilang makasih juga ya sama papa.. sekarang mama bantuin kamu mandi ya.. lalu kita sarapan, oke?”
“iya ma…” meletakkan mainannya di meja
Selesai membantu gadis kecil itu mandi, mereka sarapan bersama di ruang makanan dengan hidangan yang sudah tersedia di meja makan. Setelahnya mereka bermain bersama sepanjang hari. Tanpa terasa waktu sudah sore, matahari sudah mulai pulang ke peraduannya. Langit sudah mulai menggelap, dan suaminya kembali ke rumah. Fay menyambutnya, membawakan tas, dan membantu melepaskan jas nya.
“kamu ngapain aja seharian?”
“Cuma menemani keiko bermain”
“gak pergi jalan – jalan?”
“nggak ahh..”
“haha.. kirain ke mal..”
“kalau aku pergi, pastilah aku minta ijin dulu sama kamu”
“iya juga sih..” mengusap kepala istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah
“papa….”
“hei… cantik..”
“wahh kelihatannya kamu sangat bahagia”
“tentu saja.. Aku ditemani mama seharian, paa.. terima kasih ya hadiah nya..”
“iya, sama – sama sayang.. ya sudah, papa mau mandi dulu ya..”
__ADS_1
“iya paa…”
“Keiko, mama mau siapin baju papa dulu ya.. kamu main dulu ya di kamar sama suster”
“iya ma..”
Fay masuk ke kamar mereka mengikuti suami nya. Menyiapkan pakaian bersih untuk dikenakan suaminya
“ayo.. mandi sama aku..” sam memeluk fay dari belakang
“ihh.. nggak ahh.. nanti keiko tiba-tiba ngetok pintu lagi..”
“haha… sebentar aja..”
“nggak ahh..” berlalu pergi meninggalkan suaminya sendiri di kamar
“emmm… payah…”
Selesai membersihkan diri, sam melihat mereka berdua sudah duduk di ruang makan menunggu nya. Mereka makan malam bersama, berbincang , bersenda gurau bersama setelahnya, keiko menceritakan apa yang dia lakukan di rumah selama papa dan mamanya pergi. Malam sudah larut, fay membujuk anak itu tidur dan masuk ke kamarnya ditemaninya dirinya. Setelah anak itu tidur, fay kembali ke kamarnya.
“duarrrrrr…” sam berada di depan pintu mengagetkan fay..
“ishhh kamu ini….” Memukul dada sam
“hahaha… kaget ya…?”
“nggak kok gak kaget” (“awas aja kamu, besok aku kerjain gantian”)
“alahhh bohong…” mencuil dagu fay dan mengunci pintu kamar mereka, fay merebahkan diri di ranjang
“emmm.. ngomong – ngomong akta kelahiran keiko, apa sudah jadi?”
“sudah..kenapa?”
“aku perlu foto kopi nya, mau daftarin keiko sekolah”
“ooo gitu… ya sudah, besok aku kasih ya..”
“kamu sudah mau tidur?”
“iya nih, aku capek banget..”
“yahhh kok gitu..” bergegas mematikan lampu kamarnya
“kok gitu apanya?”
“sssttttt….” Sam menutup bibir fay dengan satu jarinya.
Pria itu mulai mencumbu satu per satu bagian tubuh istrinya, tangan sam sudah bergerak aktif di dalam pakaian pasangan nya, menjelajahi sekujur tubuh istrinya yang sudah mulai terbuka sebagian, tanpa membuang waktu suaminya itu melepaskan semua pakaian istrinya dan dirinya. Sam melakukannya secepat-cepatnya menghindari adanya gangguan- gangguan yang mungkin akan datang hingga mereka tertidur pulas malam itu.
Pagi itu fay bangun lebih awal, dan segera membersihkan diri ke kamar mandi, saat sedang mengguyur tubuh nya yang masih penuh dengan sabun, tiba-tiba sam masuk dan menggosok dan membersihkan tubuh istrinya dari belakang, pada akhirnya mereka saling bercumbu satu sama lain di bawah guyuran air shower. Karena masih sangat pagi, sam tidak menyia-nyiakan waktu yang berharga ini, sam mulai mengajak istrinya kembali ke ranjang, dan melancarkan aksi nya kembali seperti tadi malam, dengan durasi yang cukup lebih lama dibanding semalam. Setelahnya mereka kembali membersihkan diri, dan siap untuk menjalani rutinitas seperti biasa.
“terimakasih sayang.. untuk waktu dan kesempatan nya..” sambil memeluk fay yang baru selesai mengeringkan rambut
“ihh.. apaaan sih kamu…”
“yahhh.. dulu kan kamu suka membuat - buat alasan kalau aku mau gitu, sudah ketagihan ya kamu..”
“ihhhhhh…..” memukul suaminya dengan pipi yang serasa memerah
“hahahahaha…”
“sayang, akta kelahiran keiko, mana..?”
“oo iya.. sebentar..” mengambilkan surat yang di minta istrinya itu.
“ini sayang… kamu mau daftrain TK?”
“iya.. umurnya sudah pas kan”
“Iya juga sih.. daftar dimana?”
“deket perumahan sini saja..”
__ADS_1
“ooo.. ya sudah, kamu atur aja gimana baiknya… kamu jangan capek – capek ya.. aku berharap bisa segera memberi adik untuk keiko”
“iya sayang…”
“kita sarapan dulu ya, aku sudah lapar nih..”
“haha.. iya ayo sayang..”
Mereka menuju ke ruang makan, sarapan sudah tersedia di meja makan, siap untuk di santap. Mereka menghabiskan sarapan mereka, dan sam bergegas ke kantor setelahnya. Keiko belum bangun, fay mengikuti jejak bibi ke dapur yang sedang menyiapkan sayuran dan daging yang akan di masak untuk makan siang nanti.
“keiko sayang…” membangunkan keiko
“ee.. ee….”
“masih ngantuk ya.. ini uda siang looh.. mama mau ajak kamu ke suatu tempat hari ini”
“mau kemana ma?”
“Ada deh… mau ikut mama gak?”
“Mau donk…”
“makanya.. ayo.. keiko siap – siap dulu.. mandi.. sarapan… baru deh kita pergi”
“iya ma..” keiko bergegas ke kamar mandi dan menyelesaikan sarapan nya pagi itu.
“Selamat siang, bu.. ada yang bisa dibantu?” mereka sampai disebuah taman kanak – kanak
“O.. iya bu, saya mau tanya – tanya dulu tentang daftar sekolah disini untuk anak saya” sambil memegang keiko
“Baik bu.. mari ke kantor saya, supaya bicaranya enak ya bu..”
“iya, mari bu..”
Setelah mendengar penjelasan salah satu guru di sekolah tersebut, fay diberikan brosur, dan diajak berkeliling di lingkungan sekolah, dan kelas – kelas yang ada disitu, terlihat keiko yang sudah sangat penasaran dan ingin segera bersekolah disitu.
“Nak.. kamu mau coba masuk ke kelas?” tanya seorang guru yang menemani mereka sedari tadi
“iya..” keiko mengangguk
“ayo, masuk.. gak papa…”
“tok tok tok” mengetuk salah satu pintu kelas
“permisi, bu guru.. ini calon siswi baru di sekolah kita, mau mencoba belajar di kelas ini” menitipkan keiko di dalam kelas, dan meninggalkannya keluar
“OO.. mari masuk nak.. ayo kemari, coba perkenalkan dirimu, namamu siapa nak” ujar guru yang sedang mengajar, fay hanya melihat dari luar jendela kelas
“namaku keiko”
“O.. namanya keiko.. ayo anak-anak.. sapa teman baru kita… haloo keiko…salam kenal”
“Halooo keiko.. salam kenal…” suara ramai anak-anak mengikuti gurunya..
“Baik.. sekarang keiko, bisa duduk disini ya..” menuntun keiko ke tempat duduknya
“iya bu.. terima kasih..”
“sama – sama keiko..”
“anak ini kelihatannya cukup aktif ya, ma.. dan pintar.. dia juga berani “ ujar guru yang sedang bersama fay diluar kelas.
“iya bu guru.. saya senang kalau dia bisa beradaptasi dengan cepat”
“iya ma.. mama bisa menunggu di kantin sekolah itu ma.. “menunjuk sebuah kantin kecil di halaman sekolah
“baik bu.. terima kasih..”
“Sama – sama ma..” berlalu meninggalkan fay
Hari itu keiko mulai percobaan belajar di sekolah. Gadis kecil itu terlihat sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah nya tersebut.
Bersambung…
__ADS_1