Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Konsultasi yang Menegangkan


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, semua berjalan normal seperti biasa, alex dan fany juga sudahkembali bekerja setelah menghabiskan bulan madu mereka di Pulau Dewata.


Beberapa hari yang lalu, sam sudah memeriksakan dirinya ke Ginekolog untuk mengetahui ada tidaknya masalah reproduksi pada dirinya, hari ini hasil dari pemeriksaan akan diberikan kepada sam. Sam memeriksakan dirinya seorang diri tanpa diketahui oleh istrinya, fay.


“kring kring kring kiring..” ponsel sam berdering saat dia sedang berada di ruangan kantornya


“hallo..” sam mengangkat telepon dari nomor yang tidak tersimpan di ponselnya


“Selamat siang, apa benar dengan Bapak Samuel saya berbicara saat ini?”


“iya benar, maaf dengan siapa ini?”


“O.. iya pak, kami dari Rumah Sakit XX tempat bapak memeriksakan diri kemarin pak”


“oo… iya iya.. bagaimana bu, apa hasil pemeriksaan saya kemarin sudah keluar?”


“iya benar pak, saya ingin memberitahukan bahwa hasil pemeriksaan anda sudah bisa diambil, untuk lebih lanjut dokter yang menangani anda yang akan menjelaskan ya pak”


“kalau boleh saya tahu, apa ada masalah dalam hasil pemeriksaan saya itu?”


“sepertinya begitu pak, tapi anda jangan kuatir, dokter akan memberikan solusi yang terbaik untuk anda pak”


“baik bu.. nanti saya akan kesana, terima kasih infonya”


“baik Pak.. selamat pagi.. dan terima kasih kembali” mematikan telepon mereka


“yang aku takutkan apakah benar akan terjadi.. aku belum siap mendengarkan berita yang tidak baik ini, argghh…” gumam dalam hati sam, sambil meremas rambutnya karena kesal


Setelah mendapatkan kabar dari rumah sakit di telepon tadi, sam merasa semangatnya hilang, dan tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja, sam memutuskan untuk keluar dari kantor mencari angin dan menenangkan dirinya. Sam masih ragu untuk pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan dirinya itu namun kini dia sudah berada di parkiran sebuah rumah sakit, tempat dia berkonsultasi kemarin, namun dia masih berada di dalam mobil, kakinya terasa berat untuk melangkah, tiba – tiba dia di kejutkan dengan dering ponselnya yang ternyata telepon dari istrinya


“sayang.. kamu lagi dimana?”


“oh.. aku lagi di luar sayang, ada keperluan sebentar, ada apa sayang?”


“nggak, tadi aku ke ruangan mu, nganterin berkas, kamu nya gak ada, karena aku penasaran, aku telepon kamu”


“oo… gitu.. aku pergi sebentar aja kok.. nanti jam makan siang, aku kembali ke kantor”


“ya sudah, hati – hati sayang..”


“iya sayang.. daa..” mematikan teleponnya


“aku gak bisa begini, kalaupun aku ada sakit, aku harus berobat, ini juga untuk fay kan.. aku harus berani menghadapi semuanya, iya benar.. aku harus berani.. ayo sam.. kamu bisa..” sam keluar dari mobilnya dan mulai melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit itu


“selamat pagi, saya samuel, mau bertemu dengan ginekolog yang menangani saya kemarin”


“iya selamat siang.. bapak yang tadi di telepon ya?”


“iya benar sus..”


“mari saya antarkan, kebetulan sedang tidak ada pasien di dalam”


“iya, terima kasih sus..” mengikuti suster ke ruangan ginekolog kemarin


“dok, ini ada Bapak Samuel yang kemarin, mau menemui anda..”

__ADS_1


“iya, persilahkan masuk..”


“selamat pagi, bapak samuel.. silahkan duduk..”


“iya dok, terima kasih.. saya ingin penjelasan tentang hasil pemeriksaan saya kemarin dok..”


“baik.. setelah pemeriksaan kemarin, hasil nya ternyata sedikit kurang baik ya pak, tapi anda tenang saja, kita bisa memberikan solusi terbaik untuk bapak”


“iya dok, ada masalah apa pada diri saya dok? Apa itu yang menyebabkan istri saya belum juga hamil?”


“tenang dulu pak.. menurut hasil ini anda menderita azoospermia, dimana kondisi jumlah ****** pada air mani sangatlah sedikit, yang mengakibatkan persentase terjadinya kehamilan itu mengecil”


“apakah ada solusi dok?”


“tentu ada pak.. ada beberapa solusi.. diantaranya inseminasi dan bayi tabung”


“ahh.. iya saya penah mendengar tentang bayi tabung”


“iya benar, sudah banyak yang melakukan program bayi tabung dan berhasil”


“oo.. gitu ya dok.. saya harus memikirkan nya dahulu dan berbicara kepada istri saya dok”


“iya tentu pak, itu harus anda bicarakan kepada istri anda, untuk kepentingan bersama”


“iya dok.. baik kalau begitu.. saya permisi dulu dok.. apabila saya dan istri saya sudah siap, saya akan kembali”


“baik pak, jangan pernah putus asa, dan tetap berdoa Bapak Samuel Winata.. anda pasti bisa”


“eh.. maaf dok.. nama saya bukan samuel winata”


“nama saya Samuel Prayoga Candra”


“astaga… maaf Pak Samuel, ini si suster kelihatannya salah mengambil hasil pemeriksaan anda.. silahkan duduk kembali pak, saya akan mengecek terlebih dahulu”


“baik dok..”


“hahh.. jadi hasil pemeriksaan itu punya orang lain, Ya tuhan.. terima kasih semoga hasil pemeriksaan saya nanti jauh dari kata masalah dan sakit, amin..” sembari dokter kembali membawakan hasil pemeriksaan dirinya


“Maaf ya pak atas ketidaknyamanan ini, membuat anda lama menunggu”


“iya gak papa dok, jadi bagaimana, dok, hasil pemeriksaan saya?”


“berdasarkan hasil pemeriksaan atas nama Bapak Samuel Prayoga Candra.. Selamat ya Pak.. hasilnya semuanya baik.. tidak ada kendala apapun.. mungkin hanya Tuhan belum ngasih saja Pak..”


“yang bener dok..”


“iya benar.. disini semuanya normal pak..”


“Puji Tuhan… terima kasih dok.. saya sudah sempat lemas sih dok tadi”


“haha.. iya pak, maaf dengan kesalahan sebelumya ya pak, kami jadi tidak enak..”


“haha.. gak papa dok.. baik kalau begitu saya permisi ya dok..”


“iya pak, ini hasil pemeriksaan tadi pak” menyerahkan amplop berisi hasil pemeriksaan yang benar yang dijelaskan tadi

__ADS_1


“o iya.. terima kasih dok.. permisi..” hati sam terasa berbunga – bunga setelah mendapatkan hasil yang baik, dan untuk memiliki buah hati nya sendiri, hanya tinggal masalah waktu saja.


Sam kembali ke mobil dan melajukan mobilnya ke kantor dengan penuh semangat, begitu sampai di kantornya, dia langsung masuk ke ruangannya dan mengambil teleponnya menghubungi bagian personalia, meminta Bu lanny agar mengirim istrinya ke ruangannya


“Fay..”


“iya bu..”


“tuh, suamimu sudah datang.. berkas yang tadi kamu bawa kesana, minta dia segera tanda tangani ya.. mau urus gajian nih sudah akhir bulan”


“iya bu.. baik.. aku kesana dulu ya bu..”


“iya.. jangan lama – lama ya.. nanti malah pacaran lagi”


“hahaha.. nggak bu.. tenang aja.. pacaran enaknya di rumah aja bu..”


“sudah pinter nih ya anak – anak ibu..”


“hahaha..” fay baru saja keluar dari ruangannya menuju ruangan suaminya


“tok tok tok..”


“ya masuk..”


“permisi pak.. saya mau mengambil berkas yang tadi, apa sudah di tanda tangani?” menggoda suaminya berlagak seperti profesional antara atasan dan bawahan, sam berjalan mendekat ke istrinya yang sudah berada didepan mejanya dan memeluknya


“aku kangen sama kamu” sambil masih memeluk fay


“hahh.. kamu sakit ya?” memegang dahi sam yang tidak panas


“nggak, aku sehat.. benar – benar sehat kok”


“hahaha.. kamu kayak sudah lama gak ketemu aku aja, jangan – jangan selama ini kamu diculik dan ada pemeran pengganti yang menyamar jadi kamu ya.. OMG.. berarti aku sudah tidur sama orang lain berkali – kali donk”


“wakakakakk… sayang.. sejak kapan kamu jadi selucu ini.. kebanyakan nonton film kamu.. “ mengelus kepala istrinya


“habis kamu aneh.. emm… cepetan gih, tanda tanganin itu, nanti ibu marah sama aku kalau aku lama – lama disini”


“hahaha.. sudah dapat ultimatum ya kamu, coba cium aku dulu” tanpa mengulur waktu, fay langsung mendaratkan ciuman ke bibir suaminya dan disambut sam dengan cumbuan panas sembari berpelukan


“lepas lepas.. ahh.. kamu.. lihat lipstik aku jadi acak – acakan kan” melepaskan ciuman dan pelukan mereka


“nggak ah.. kata siapa.. coba sana ngaca kalau gak percaya.. kan kemarin aku sudah beliin kamu lipstik bagus.. masa ciuman gitu aja hilang lipstiknya” kembali ke tempat duduknya untuk menandatangani berkas yang fay serahkan tadi saat sam sedang keluar


“hadehh… kamu pikir lipstik kayak spidol permanen yang gak bisa hilang gitu?”


“hahaha… iya iya.. cuma dikit aja hilangnya sayang.. maaf ya sayangku.. nanti malam jangan lupa ya..”


“oo.. pantes.. kamu lagi kepengen yah.. pantes aneh.. ihh serem…” sembari mengambil berkas yang sudah di tandatangani sam, dan bergegas keluar ruangan


“gak sopan ya… dicium dulu kek.. baru pergi”


“ogah ah, panjang nanti urusannya..” keluar dari pintu ruangan suaminya dan kembali ke ruangan personalia


“hahahaha… I Love You, sayang..” memandangi istrinya yang baru saja keluar dari ruangannya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2