
“aku sudah sampai di rumah sakit, suster sudah pulang bersama sopir”
“oo.. oke sayang.. keiko sudah tidur?”
“belum, masih belum tidur..”
“oo ya sudah, kamu temani saja, keiko dulu, kamu jangan tidur malam – malam ya”
“iya sayang..”
Sam menemani keiko sepanjang malam, hingga mereka tertidur. Pagi datang, perawat di rumah sakit mulai menyiapkan sarapan dan persiapan mandi untuk keiko. Perawat membantu keiko mengelap badannya, dan sam membantu keiko menyuapi sarapan. Tak lama fay datang bersama suster dengan membawa berbagai perlengkapan.
“pagi sayang….”
“mama…”
“bagaimana keadaanmu sayang?” memegang kepala keiko
“masih gak enak ma..”
“iya, badan mu masih panas..”
“kamu harus banyak istirahat ya.. kamu sudah sarapan?”
“sudah ma.. “
“bagus sayang.. makan yang banyak ya..”
“aku bawain kamu sarapan sayang.. kamu makan dulu ya..” memberikan suaminya sarapan yang dia bawa dari rumah
“iya.. kamu sudah makan?” menerima pemberian istrinya
“sudah kok.. dokter sudah berkunjung?”
“belum.. mungkin sebentar lagi”
“oo.. oke”
“kamu bawa banyak banget barang, apa aja itu?”
“oo.. ini aku buat jus jambu biji merah untuk keiko, bagus untuk demam berdarah, bawa roti dan cemilan juga”
“ooo.. pantes penuh..”
“hehe..”
“selamat pagi….”
“selamat pagi dokter…”
“bagaimana rasanya badanmu hari ini nak?”
“masih sakit dok..”
“emm.. panasnya masih belum turun.. kamu banyak istirahat ya nak..”
“gimana dok keadaan anak saya?” tanya sam
“emm.. mari ikut saya ke ruangan saya pak, saya akan bacakan hasil lab kemarin”
“baik dok..”
“nanti sore, dokter kesini lagi ya nak.. kamu makan yang pintar ya, banyak minum air”
“iya dok..”
“jadi gimana dok hasil lab nya?” tanya sam sesampainya mereka di ruangan dokter
“jadi begini pak.. dari hasil lab ini, trombosit keiko rendah sekali, itu harus dinaikan, dengan banyak minum air, guava jus, makan makanan bergizi pastinya, dan istirahat yang cukup. Dari hasil ini juga, keiko memerlukan donor darah”
“oo.. begitu dok, ambil darah saya saja dok, golongan darah keiko apa ya dok? Saya belum pernah tau juga”
“dia golongan darah B+ pak”
“hahh..?” (“darahnya gak sama kayak aku, setau aku perempuan itu juga golongan darahnya sama kayak aku O+)
“iya pak, kalo golongan darah bapak sesuai, silahkan saja langsung ke ruang transfusi, untuk di cek dahulu”
“oo iya dok.. terimakasih..”
“untuk sementara informasi ini saja yang bisa, saya berikan, harap segera menyediakan donor darah ya, pak”
“aa iya dok..” meninggalkan ruangan dokter menuju ruangan keiko
“ada yang gak beres sepertinya.. aku harus cari tahu dulu”
__ADS_1
“sayang.. gimana hasilnya, apa kata dokter?”
“aa.. keiko butuh donor darah sayang, trombosit nya juga rendah sekali”
“oo gitu.. keiko golongan darah apa?”
“B+”
“O.. sama donk kayak aku.. biar aku aja yang donor sayang”
“kamu gak papa?”
“iya gak papa lah.. kamu ada – ada aja nih..”
“makasih ya sayang..”
“emm.. aku ada keperluan sebentar, aku tinggal dulu gak papa kan?”
“iya gak papa sayang, ini weekend kan ya, kantor libur donk..”
“iya aku mau ada ketemu temanku sebentar”
“oo.. iya.. kamu hati – hati ya..”
“iya…”
Sam bergegas meninggalkan rumah sakit itu menuju ke rumahnya untuk mencari berkas data mama nya keiko itu. Dia membuka laci – laci dengan sangat tergesa – gesa
“selamat pagi, tuan”
“aa iya bi..” bergegas menuju ruangan kerjanya
“kemana kertas itu sih… seharusnya ada di sekitar sini..”
“ayolah… kemana….”
“nah…. Ini dia… coba kita lihat…”
“nahhh.. bener kan.. golongan darah dia juga O, berarti keiko…. “
“ahhhh shittt…”
“tut tut tut tut…”
“haloo.. tumben bro…”
“dirumah lah..”
“ya uda, jangan kemana – kemana , aku mau kesana”
“wahh ada apa nih.. aku jadi takut…”
“sudah.. diem aja kamu disitu..” sam mematikan telepon bergegas ke rumah Alex
“mau makan tuan?” sapa bibi
“ahh nggak bi, saya sudah makan tadi, saya pergi dulu bi, buru – buru”
“iya tuan..”
“tok tok tok..”
“woi… what’s up bro…?”
“bro bra bro bra bro” langsung masuk ke rumah alex, membuka kulkas dan mengambil minuman
“serius banget nih agaknya, ada apaan sih?”
“nih.. coba kamu liat sendiri, kamu sepemikiran gak sama aku?” mengeluarkan kertas hasil lab keiko yang ada tertulis golongan darahnya dan fotokopi ktp mama keiko
“apaan nih bro?”
“kamu baca aja dulu”
“keiko sakit?” sambil membaca hasil lab
“iya.. dia lagi butuh donor darah”
“darahnya B, eh, beda bro sama darah kamu, kamu bukannya O”
“yupp.. coba kamu liat darah emaknya apa”
“O juga disini bro… lahhh jadi keiko anak siapa bro..?”
“kamu tanya aku, aku tanya siapa? Kan kamu yang lebih kenal sama orang itu”
__ADS_1
“emmm.. aku kan kenal karena pernah satu sekolah, gimana sih kamu..”
“kan setidaknya kamu lebih kenal”
“iya ajalah.. terus gimana donk nih? Kamu sudah dapat donor darahnya?”
“fay golongan darahnya kebetulan B”
“syukurlah..”
“kamu masih suka hubungan sama perempuan itu?”
“Cuma lewat IG aja bro.. kadang komen – komen “
“coba minta ajak ketemuan”
“mau ngapain.. ??”
“mau beresin ini lah bro.. dia bohongin aku bertahun - tahun, kan aku sudah pernah bilang sama kamu, aku gak pernah ngerasa pernah nidurin dia”
“iya sih.. aku inget kamu pernah cerita.. “
“dia jebak aku bro..”
“iya iya.. aku ngerti sabar – sabar..”
“sana coba ajak ketemu perempuan itu, tanya nomor hape nya, tapi jangan bilang aku yang suruh kamu”
“hadehhh.. iya.. iya.. coba aku DM dia dulu.. dari kapan keiko sakit?”
“kemarin”
“oo… istri kamu sekarang lagi nunggu disana donk?”
“iya..”
“sendirian?”
“nggak lah, sama suster nya keiko... aishh.. rasanya pengen marah sekali aku ini”
“sabar sabar…. “
“sudah di bales lum itu?”
“belum lah.. kalo sudah aku kasih tau kamu..”
“ya sudah, aku mau tiduran dulu, ngantuk banget”
“ada – ada aja nih orang untung saya belum punya pacar.. ganggu nih kalau nggak”
“apaa?”
“oo nggak.. nggak.. sudah sana tidur aja, dari pada kamu marah –marah”
“hai vin.. apa kabar? Boleh minta nomor hape kamu gak?” DM Alex ke Vinny
“hai lex.. baik nih, kamu gimana? Boleh 0811xxxxxx”
“oke.. lanjut wa ya..”
“oke lex..”
“vin.. ini alex, kamu lagi dimana sekarang? Masih dikota ini?”
“aku sih sesekali pulang kesana, tapi aku lebih sering di luar kota, kenapa lex?”
“oo.. nggak apa – apa.. bisnis kamu sepertinya tambah sukses yaa..”
“ahh bisa saja kamu, bantu tanam modal donk di bisnis aku.. haha…”
“hahaha… harus di bicarakan lebih seksama nih, nanti kalau kamu pas pulang, kita ngobrol lagi gimana?”
“seriusan kamu?”
“serius lah.. kalau prospek nya bagus, why not?”
“oo.. oke – oke.. minggu depan kayaknya aku pulang, nanti aku kabarin kamu lagi ya..?”
“oke sip.. ditunggu vin..”
“ya sudah, aku lagi mau ada meeting, nanti lanjut lagi ya.. thanks lex..”
“ya.. sama – sama “
Alex membiarkan sahabatnya itu tertidur , sementara dia memasak makanan sederhana untuk mereka makan nanti. Alex sudah terbiasa melakukan semua pekerjaan rumahnya sendiri, sebelum sam mengenal fay, sam sering ke rumah alex untuk menghilangkan penat di rumah, sama – sama bermain game atau nongkrong di tempat makan, tidak jarang mereka kenalan dengan beberapa wanita, namun tidak dianggap serius oleh mereka. Hanya untuk berteman.
__ADS_1
Bersambung…