Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Kembali Bekerja


__ADS_3

Malam telah tiba, penghuni rumah satu per satu masuk ke ruang istirahat mereka masing – masing. Begitu juga dengan sam dan Fay.


“sayang, kamu sudah mengantuk?”


“iya, hari ini cukup melelahkan, bawaannya ngantuk”


“aku mau cerita sesuatu”


“apa sayang?” fay langsung duduk bersandar di ranjang mereka berdampingan dengan suaminya


“soal yang tadi siang di mal”


“emm.. soal teman kamu itu?”


“iya.. dia itu sebenarnya mama kandung keiko”


“hahhh.. mantan istri mu?”


“hadeh.. kenapa harus bilang mantan istri sih..”


“kan emang iya”


“tapi kan gak sah”


“iya deh, ooo.. itu mama keiko.. di liat – liat matanya memang mirip keiko”


“sudah, jangan bandingin anak itu dan mamanya, mereka berbeda 180 derajat”


“hahaha.. iya deh.. pantas kamu langsung jelek mukanya, aku sampai gak berani lihat kamu”


“kamu gak papa?”


“gak papa nih, emang kenapa?”


“ya gak papa sih.. I love you, sayang..” mencium bibir istrinya


“Love you too sayang..” membalas ciuman suaminya sambil melingkkarkan tangannya di belakang leher suaminya


“mau bermain?” pria itu menghentikan ciuman mereka


“bermain apa sayang?”


“bermain baby maker”


“hahaha.. mau buat baby”


“ngomong – ngomong pakai baju yang tadi aku beliin donk”


“ihh males ahh..”


“kok gitu sih..”


“uda ah ribet.. uda langsung aja gak usah pake baju kenapa?” sambil membuka bajunya sendiri menyisakan pakaian dalam saja


“hahahaha… sudah mulai nakal ya kamu..”


“kamu suka kan aku nakal?”


“suka, asal nakal nya cuma sama aku”


“ya iyalah, mang mau sama siapa lagi?”


“sssttt…” sam langsung mencium bibir wanita di depannya itu semakin mendalam dan bertautan satu sama lain


Tangan sam tidak tinggal diam, dia membuka pakaian nya dan pakaian istrinya yang masih tersisa. Tangan itu kini mulai menjalar di setiap lekuk tubuh istrinya hingga membuat wanita itu meracau dan mendesah. Sesekali sam mencumbu bibir istrinya agar tidak menimbulkan suara yang terlalu kencang. Sam mulai menciumi setiap bagian dari tubuh istrinya dengan penuh kelembutan dan cinta, membuat tubuh istrinya bergelinjang menikmati setiap sentuhan yang di ciptakan suaminya. Tanpa mengulur waktu pria itu menerobos pertahanan istrinya yang sudah cukup basah. Istrinya terlihat sangat menyukai setiap kelakuan suaminya padanya menmbuat dia kecanduan terhadap perlakuan suaminya diatas ranjang.


Permainan berlangsung untuk beberapa waktu sampai mereka kelelahan dan tertidur pulas sampai pagi.


Pagi menjelang, rutinitas kembali menyambut, bedanya kali ini fay kembali kerja di kantor bersama suaminya. Setelah membereskan keperluan sekolah keiko, fay bersiap – siap membereskan keperluan nya dan suaminya untuk berangkat ke kantor. Fay sangat senang sekali bisa kembali bekerja dan berjumpa dengan rekan kerjanya. Setelah semua persiapan selesai, mereka bergegas pergi ke kantor bersama.


“selamat pagi, Pak.. Bu..” sapa seorang security membukakan pintu

__ADS_1


“selamat pagi Pak parto” jawab fay dengan senang, sam hanya menepuk pundak security itu


“Selamat pagi Pak.. Selamat pagi bu Fay..” terlihat kaget melihat fay kembali ke kantor, Sam mengangguk mengangkat tangannya


“Selamat pagi Dita..” sembari tersenyum, tidak lupa fay pergi absen kedatangan terlebih dahulu dan kemudian bergegas mengikuti suaminya masuk ke dalam menuju ruangan personalia.


“Selamat pagi…” Fay membuka pintu ruangan itu dan menyapa rekannya yang ada di dalam..


“Fay…. Eh… Bu Fay…” ucap fani sambil mendekati fay


“hahaha.. fay saja ah, emangnya aku sudah tua banget tah?”


“haha.. iya fay, aku senang bisa ketemu kamu lagi” fani memeluk fay


“selamat datang kembali ya fay, ruangan ini sepi gak ada kamu”


“terima kasih bu lanny.. mohon bimbingannya kembali” fay pergi ke mejanya, dan duduk di tempatnya


“ehem ehemm ehemmm sudah selesai reuni nya?”


“Eh.. kamu ngapain disitu, kamu mau kerja diruangan sini juga?”


“ya elah bun.. saya kan cuma nganter istri saya loo..”


“alasan… wihh bangga banget nih sudah punya istri”


“banggalah…”


“fay, kamu kok mau aja sih sama orang ini.. gak ada yang lain apa?”


“eee.. hehehe…” fay tersenyum


“Bunda jangan gitu donk, perasaan saya ini selalu tulus sama wanita ini, coba deh kalo gak percaya, belah dadaku” mendekatkan badannya kepada bu lanny


“ihh.. ihh.. apaaan sih.. sana sana… hushh hushhh” mengusir sam


“hahaha.. ahh sudahlah, capek maen sama bunda, gak seru.. titip istriku ya bunda cantik…”


“hihihi..” fay tertawa geli


“ahh dasar pria gila… ada 2 pria gila disini.. suka buat kepala saya pusing” gumam bu lanny


“hihihihi” fay dan fany cekikikan geli melihat bu lanny


“fay, kamu apa kabar?” ucap bu lanny


“Baik, bu.. ibu apa kabar?”


“aku tambah mumet sejak kamu gak ke kantor fay?”


“oo.. kenapa bu?”


“itu cewek disebelahmu lagi suka di samperin pria gila yang satu lagi.. huftttt”


“hahh.. Pak Alex sama kamu fan?”


“ihh belum kok… eh nggak… ehh..”


“nah kan jawab nya aja bingung dia..” jawab bu lanny


“hihihihihi..” fany cekikikan


“2 pria gila itu di lihat – lihat mirip kan? Sama – sama cari yang muda – muda”


“hahahahaha..” fany dan fay tertawa lepas


“ya sudah, kalian mulai selesaikan pekerjaan kalian seperti biasa, saya mau ke toilet dulu”


“iya bu…” sahut mereka berdua


“fan, kamu beneran sama Pak alex?”

__ADS_1


“ssttt.. jangan keras – keras, aku tuh masih bingung hubungan apa ini namanya, dia gak pernah bilang apa – apa soalnya”


“loohh kok.. dia suka hubungi kamu? WA gitu?”


“hooh..” mengangguk


“Pernah ajak jalan?”


“Pernah..”


“suka samperin ke ruangan sini juga?”


“iya, pernah dimarahin sama ibu, Pak Alexnya, soalnya dia duduk di tempat kamu situ, sambil ajak aku ngobrol”


“’hahaha…”


“Pantes ibu marah.. sama.. mereka, hahaha”


“eh, kamu gimana rasanya jadi istri sekarang?”


“hihihi.. aku bahagia sekali fan.. “


“syukurlah… ya sudah kita kerja dulu yuk, nanti kita dimarahin pula”


“iya yukk..”


Mereka mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan mereka dengan sebaik – baiknya, dengan serius meyelesaikan satu per satu tumpukan kertas di atas meja mereka. Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan jam makan siang


“Siang baby….” Alex membuka pintu dan menyapa fany


“hihihi…” fay dan fany tertawa melihat ulah alex


“eh… nyonya Sam sudah kembali bekerja ya.. selamat datang kembali…”


“terima kasih Pak Alex..”


“Panggil Alex aja.. biar terasa dekat..”


“haduhhh saya bisa gila lama – lama berada disini..” celoteh bu lanny


“Selamat siang semuanya…” Sam mebuka pintu ruangan itu juga


“ya ampun… satu lagi.. lengkap sudah penderitaanku..” ujar bu lanny kembali


“hahahahaha…” fay, fany, sam, alex tertawa bersama


“eh.. kamu ngapain kesini?” tanya sam kepada alex


“ihhh suka suka aku lah.. emang kamu aja yang boleh kesini?”


“emm… men cu.. ri.. ga.. kan..”


“sudah, sudah.. saya mau keluar saja dari sini, suka – suka kalian mau ngapain “ sahut bu lanny


“bu lanny, tunggu aku ikut…”


“aku juga” fay dan fany mengikuti bu lanny ke kantin, meninggalkan 2 pria itu


“jiah.. pada kabur.. aku mau ke kantin juga..” berjalan keluar ruangan menuju kantin


“aku juga..”


“tumben kamu mau makan di kantin?”


“kamu juga dulu gak pernah makan di kantin”


“emmm ehemm ehemmm”


“aku mencium sesuatu yang aneh” mendekatkan hidungnya ke badan alex


“ishh.. apaan kali nih orang..” pergi melangkahkan kakinya dengan cepat meniggalkan sam

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2