
“sudah siap bro?” alex menjemput sam ke ruangannya untuk pergi bersama menemui vinny
“iya.. sudah, ayo pergi..” meninggalkan ruangan, melajukan mobil mereka
“inget jangan ngegas, santai aja..”
“semoga..”
“kok semoga sih..?”
“ya namanya orang ditipu, gimana sih bro? aku sih gak masalah dengan anak itu, dia sudah seperti anak aku sendiri, masalahnya cara dia nipu saya bertahun – tahun ini bro..”
“iya iya.. aku tau.. Cuma minta kamu bisa lebih menahan diri tidak marah menggebu – gebu bro..”
“iya.. aku usahakan”
“nah gitu donk.. bukan apa, kita kan Cuma pengen dengar penjelasan dia, kalau kita terlalu mendekte dia, dia bisa kabur bro..”
“iya.. iya..”
Mereka sampai di sebuah restoran mewah, di dalam sebuah hotel, di sebuah ruangan privasi yang hanya bisa di pesan oleh orang – orang tertentu. Disana terlihat seorang wanita sudah menunggu di sebuah meja, yang mereka pesan. Wanita berkulit putih, tinggi bak seorang model, berwajah cukup cantik namun kelihatan sangat dewasa. Memakai pakaian kemeja tembus pandang berwarna putih dengan kemben putih yang cukup serasi, dipadu padankan dengan dengan celana jeans biru ketat .
“hai vin..”
“hai lex..”
“hai sam.. kejutan banget ya.. haha.. apa ini sesuatu yang direncanakan?”
“sorry vin”
“jadi bener.. kamu bukan mau berbisnis dengan saya? Kalau gitu say pergi dulu, ini membuang waktu”
“kamu boleh pergi setelah menjelaskan ini” sam mlempar kertas hasil Lab keiko dan fotokopi KTP wanita itu
“maksud kamu apa sih?”
“hahaha.. kamu masih mau bersandiwara?”
“siapa keiko? Aku tidak mengenalnya”
“astaga wanita ini.. keiko itu anak kamu yang kamu lahirkan dan tinggalkan seenaknya saja”
“oo.. anak itu kamu beri nama keiko? Apa dia sakit?”
“itu bukan urusanmu, jadi benar kan, saya bukan ayah kandungnya? Saya tidak pernah merasa menghamili kamu, kamu tau jelas itu”
“hahahahaha… lalu, kamu mau apa hahh? Kita tidak menikah secara sah, kamu tidak berhak tau privasi kehidupan saya”
“kurang ajar..” melayangkan tangannya
“hentikan bro.. ini gak benar.. sabar bro..”
“tampar.. tampar kalau berani..”
“siallll…”
“sabar bro sabar..”
“kamu bener – bener keterlaluan vin, wanita tidak punya hati”
“hahaha.. kamu semua brengsek… kamu tau, karena papa saya memaksa menikah dengan kamu, saya kehilangan pria yang saya cintai selamanya.. sudah sepantasnya kamu mendapat hukuman itu”
“keluarga saya tidak memaksa kamu.. kamu yang datang kepada papa saya”
“ya benar.. saya datang kepada papa kamu, menyetujui pernikahan itu.. karena papa saya mengancam akan membunuh kekasih saya, namun siapa sangka, kekasih saya tetap meninggal walau karena bukan campur tangan papa saya, itu semua karena saya menikah dengan kamu, dia putus asa, dan bunuh diri meninggalkan saya selamanya, puasss kamu puasss”
“saya sangat menyesal tentang itu, tapi bukankah saya tidak melarang kamu memiliki hubungan dengan pria lain, itu ada dalam perjanjian kita”
“hahaha.. saya sudah capek bicara sama kamu, jangan pernah mengganggu saya lagi, atau saya akan membuat hidup kamu menderita, saya tau kamu sudah menikah.. hahaha” pergi meninggalkan 2 pria di depannya itu
“dia benar – benar wanita iblis”
“saya baru melihat sifat aslinya seperti itu, bagaimana bisa papa kamu memilih menantu yang salah”
“sialllll… saya tidak menyangka wanita itu seberani itu”
__ADS_1
“jadi apa rencanamu sekarang?”
“tidak ada.. keiko tetaplah anak saya.. lagipula, akta kelahirannya sudah memakai nama fay”
“oo.. begitu.. baguslah..”
“saya benar – benar tidak mengerti, bukankah sebagai seorang ibu, seharusnya dia tidak merelakan buah cintanya kepada orang lain?”
“kalau dia waras, seharusnya begitu.. bukan kah kamu tadi sudah melihat, apakah kamu melihat dia waras?”
“benar juga.. kasian keiko..”
“ya sudah tidak usah dipikirkan lagi..”
“yukk cabut…”
“iya…”
“keiko sudah dirumah kan?”
“iya.. aku mau main ke rumah kamu, boleh gak?”
“main mah main aja kali..”
“hahaha.. kan beda bro.. sekarang kan sudah ada nyonya rumah.. “
“hahaha..”
“ ngomong – ngomong, adek keiko kapan nih diluncurkan?”
“coming soon, doain bro..”
“pasti..”
“ini kamu mau langsung, aku antar pulang, atau ke kantor dulu?”
“antar aku pulang aja lah, lagi mumet”
“hahaha..”
“ya” sam membalas WA vinny , dan langsung menghapusnya
“perempuan itu WA aku”
“serius kamu?”
“serius lah”
“ngomong apa dia?”
“minta maaf, dan minta tolong jaga keiko”
“wahhh… masih ada sifat kemanusiaan ternyata.. baguslah..”
“lelah sekali bro hari ini”
“hahaha… sebentar lagi sampai, istirahat kamu”
“iya.. thank you brother..”
“besok kamu gak usah ke kantor, kusut liat muka kamu.. istirahat dulu kamu” sesampainya didepan pagar rumah sam
“ide bagus.. hati – hati kamu..”
“iya..” meninggalkan sam, sam masuk ke dalam rumah.
“eh.. kamu sudah pulang sayang?”
“iya… sudah makan?”
“sudah sayang, tadi makan di luar sama alex”
“oo… kamu kelihatan lesu sekali sayang”
“iya nih, aku butuh kamu..” bersandar di dada istrinya yang jauh lebih pendek darinya..
__ADS_1
“emmm.. kamu istirahat dulu saja ya..” menuntun suaminya ke dalam kamar
“keiko tidur?”
“iya, baru saja tidur siang”
“oo.. ayo kamu juga tidur sama aku”
“haha.. aku temenin aja ya..”
“mau lebih dari temenin juga gak papa sayang, aku rela kok..”
“ihh kamu..(mencubit perut sam) sudah sana ganti baju dulu..”
“bantuin gitu sayang, aku lemes banget..”
“haha.. sini sini.. kamu kayak anak kecil aja deh..”
“hehehe..”
“nah sudah.. ini minum dulu.. baru tidur..”
“iya sayang.. kamu temenin aku dulu ya..”
“iya..”
Tak lama pria itu tertidur, banyak tenaga dan pikiran yang dikerahkan belakangan ini, baik masalah pribadi maupun masalah dalam kantornya.
“kamu terlihat lelah sekali andai aku bisa, dan kamu mau, aku rela merasakan lelahmu juga” mengelus rambut pria yang tertidur di sampingnya
Sam tertidur dengan pulas, fay meninggalkannya keluar dari kamar, melihat keadaan keiko. Gadis kecil itu ternyata sudah terbangun
“sayang.. kamu sudah bangun? Sebentar sekali tidurnya..”
“aku lapar ma..”
“oo kamu lapar lagi?”
“hooh.. mau makan nasi lagi?”
“iya.. mama suapin lagi ya?”
“iya sayang, sebentar ya.. mama ambilkan nasinya dulu..”
“sayang… I’m coming…”
“hihihi…”
“sudah pipis belum?”
“sudah kok, barusan..”
“good girl..”
“Aaaa….” Membuka mulutnya
“minum dulu ya sayang..”
“iya ma..”
“nah ini dia… aaaaaa…..”
“aaaaa…”
“eemmmm.. enak?”
“enak banget ma.. kamu suka sayur sop ya?”
“iya.. apalagi masakan mama ini”
“ahh kamu..bisa saja..”
Fay memberi makan putri kecilnya itu sesuap demi sesuap hingga tak terasa sudah pada suapan terakhir. Keiko sangat bahagia mendapatkan mama yang sangat perhatian seperti fay, anak kecil tidak pernah merasakan salah dalam nuraninya, dari pertama mereka berjumpa, keiko sudah sangat menyukai fay dan berharap mendapatkan mama seperti dia.
Bersambung...
__ADS_1