
Setelah sampai di rumah, alex segera membersihkan diri dan berganti pakaian agar dapat segera pergi lagi menjemput calon istrinya untuk makan malam bersama di luar, mereka sudah janjian saat alex mengantar fany sampai di rumah nya tadi. Alex pun bermaksud membicarakan rencanakan pernikahan mereka nanti. Alex sudah bersiap pergi dan fany pun sudah menunggu alex sembari berbaring memainkan ponsel nya.
“tin tin.. tin tin..” suara klakson mobil terdengar di depan rumah fany beberapa saat kemudian, fany mengintip dari celah jendela untuk memastikan itu alex, setelahnya baru dia keluar dan mengunci pintu rumahnya menghampiri alex yang sudah keluar dari mobilnya
“haii lagi sayang..”
“hai juga lagi.. haha..” sembari mengunci pagar rumahnya
“silahkan masuk tuan putri” alex membukakan pintu mobilnya
“terima kasih pak sopir” goda fany kepada alex
“sopir…??” alex masuk ke mobil dan mulai melajukan kendaraannya
“hahaha…”
“ketawa lagi.. sengaja ya mau buat aku kesel”
“nggak kok.. kan cuma bercanda sayang…”
“nah gitu baru bener.. masa calon suami dipanggil sopir..”
“hahaha.. ihh kamu kayak perempuan kalau lagi dapet aja.. emosian..”
“maksudnya? dapet apa?”
“nggak.. nggak papa.. gak usah dipikirkan..”
“kamu kalo ngomong kebiasaan deh, gak pernah sampe habis.. separo separo bikin orang penasaran”
“hihihi…”
“kita mau makan disini? Alex berhenti di sebuah tempat makan baru yang kemarin dia datangi bersama sam
“iya.. tempat baru nih, kemarin aku sudah kesini sama sam, enak – enak makanannya”
“oo.. gitu ya..”
Mereka masuk ke dalam restoran itu dan disambut oleh seorang pramusaji yang menunjukkan tempat duduk yang masih kosong dan memberikan daftar menu makanan yang tersedia di restoran itu. Setelah mereka selesai memesan makanan , pramusaji meninggalkan mereka ke dalam, untuk menyiapkan hidangan yang mereka pesan.
“setelah ini kamu mau kemana?” tanya alex kepada fany
“entahlah.. aku gak punya tujuan, kamu mau kemana?”
“aku mau membicarakan tentang pernikahan kita, nanti kita cari tempat yang santai ya..”
“iya.. boleh..”
Beberapa saat kemudian, makanan yang mereka pesan, sudah tersaji di depan mereka, dan segera di santap oleh mereka perlahan sampai habis.
“gimana enak kan?”
“iya enak..”
“kamu sudah kenyang belum?”
“sudah donk.. perutku sudah begah bener..”
“haha.. ya sudah.. baguslah..”
__ADS_1
Setelah menyelesaikan pembayaran, alex mengajak fany untuk kembali ke mobil, dan mengajaknya ke sebuah coffee shop di daerah dekat situ untuk membicarakan rencana pernikahan mereka. Setelah sampai di tempat tujuan, alex mengajak fany duduk setelah membeli 2 macam minuman untuk mereka.
“kamu mau ngomong apa?” tanya fany ke alex
“ee.. kamu beneran sudah siap nikah sama aku?”
“sudah.. kenapa?”
“kalau bulan depan kita nikah, gimana?”
“ayoo aja… ehh.. bulan depan? Aku gak salah dengar?”
“nggak, gak salah dengar kok.. tidak usah terlalu meriah dan ramai, undang orang terdekat saja, kerabat aku sih gak banyak, kalau kamu gimana?”
“aku.. aku sudah tidak tau mengenai kerabat papa mamaku.. papa ku dan adik ku juga aku gak tau dimana” menunduk merasa sedih karena fany merasa tidak punya siapa – siapa
“emm.. ya sudah jangan dipikirkan.. nanti minta tolong sam dan fay saja jadi wali kamu.. gimana? Yang penting sah di mata agama dan hukum, sudah jangan sedih gitu..”
“iya.. maaf ya.. “
“kenapa harus minta maaf sama aku? Kamu gak salah apa – apa sayang…”
“ee…. “ fany bingung mau menjawab apa
“besok weekend, kita libur kerja, aku mau ajak kamu lihat – lihat gaun dan yang lainnya ya”
“iya.. boleh..”
“oo.. iya yang pertama, harus pesan cincin untuk pernikahan dulu kan.. besok kita bereskan itu dulu”
“kamu, tampaknya buru – buru banget mau nikah”
“ee… iya… sih.. hehe..”
“kamu mau punya anak berapa?”
“uhukkk uhuukk… “ fany tiba – tiba terbatuk – batuk mendengar pertanyaan alex yang sangat tiba –tiba dan segera menyeruput minumannya
“kok kaget gitu? Pertanyaan aku aneh ya?”
“haha… nggak kok.. emm berapa ya.. satu aja lah ya”
“hahh.. cuma satu?”
“emang kamu mau berapa?”
“3 gitu”
“banyak amat sih, 2 aja deh”
“hahaha.. kenapa jadi tawar menawar begini”
“haha.. kalau sudah punya anak, apa aku masih boleh kerja?”
“kalo aku sih, lebih pengen kamu di rumah ngurus anak dan aku”
“oo.. gitu… gak bisa ketemu fay lagi donk..”
“kenapa gak bisa? Nanti aku bilangin sam, biar fay gak usah kerja juga.. gimana.. hahaha.. biar kalian masih bisa ngerumpi bersama kan”
__ADS_1
“haha.. emang bisa begitu?”
“nanti.. bisa di atur itu mah..”
“hihihi… tapi aku kadang kangen makan di kantin”
“yaaelah sayang, kamu tinggal datang aja, makan disitu.. bareng aku kan bisa.. hadehh”
“haha.. iya juga ya..”
“sudah.. jalani saja dulu.. kan itu kalau sudah punya anak..”
“kalau nanti belum dikasih, ya kamu masih bisa kerja, aku cuma takut kamu kelelahan kalau masih harus mikirin pekerjaan di kantor”
“iya.. makasih sayang…”
Malam itu di habiskan mereka berdua denga berbincang santai mengenai konsep pernikahan dan rencana ke depannya nanti, sambil bercanda sesekali supaya suasana tidak terlalu tegang.
Di lain tempat, pasangan lain sam dan fay sedang duduk berdua santai bersandar di ranjang mereka. Sam mulai galau memikirkan tentang fay yang belum kunjung hamil, padahal mereka sudah menikah lebih dari 8 bulan dan ingin membicarakan kembali dengan fay supaya mengikuti program hamil.
“sayang… “ panggil sam kepada istrinya yang berada disampingnya yang sedang memainkan ponselnya
“iya.. kenapa?”
“bagaimana kalau besok kita konsultasi ke dokter kandungan, untuk ikut program hamil?”
“emm.. terserah kamu, aku mah ikut aja”
“kamu gak marah kan soal ini?”
“nggak kok.. aku ngerti kamu mau punya anak dari aku”
“iya.. aku harap kamu mengerti ya..” (“lebih tepatnya aku ingin anak darah dagingku sendiri sayang..”)
“iya aku mengerti sayang.. kamu gak usah khawatir.. kita besok ke dokter kandungan, oke..”
“oke.. terima kasih sayang..” sam mencium kening istrinya dan mulai mencium bibir istrinya dengan tangan yang semakin aktif
“sayang.. maaf aku gak bisa itu.. aku lagi dapat tamu..”
“tamu? Siapa?”
“ya ampun.. maksudnya aku lagi datang bulan loo..”
“ooo.. datang bulan… yahh.. bisa seminggu lagi donk.. pantes kemarin kamu marah – marah terus”
“hihihi… ya maaf…”
“ya sudahlah, kamu tidur duluan saja, aku masih belum ngantuk.. aku mau ke ruang kerja dulu ya…”
“kamu marah ya?”
“nggak sayang.. nggak marah kok.. cuma kalau nanti aku masih dekat kamu, kepala aku jadi pusing gitu.. jadi aku mending ke ruang kerja, meriksa email masuk.. oke..”
“oo… oke deh..”
“good night sayang.. “ sam mencium kening istrinya dan setelahnya keluar pergi ke ruang kerjanya.
bersambung...
__ADS_1