
Setelah makan siang, mereka kembali ke ruangan masing – masing, tidak seperti biasa sam tidak menggoda alex atau menyapanya hingga membuat alex lumayan bingung
“tumben tuh orang, biasanya ngajak ribut” ujar alex di dalam hati
Sesampainya di ruangan, sam mengambil teleponnya dan menelepon ke suatu tempat pemesanan bunga dan memesan sebuah bucket bunga mawar merah untuk seseorang wanita.
Tak lama kemudian seorang kurir datang membawa sebuah bucket bunga yang disambut oleh Pak Satpam
“Selamat siang, Pak, apa benar disini ada seseorang yang bernama Fany di bagian personalia?”
“iya benar..”
“ini ada kiriman untuk ibu Fany pak.. bisa tolong diwakili dan di tanda tangani disini” tanya kurir pengantar bunga sambil menyodorkan tanda terima
“oohh iya.. bisa.. nanti saya berikan kepada ibu fany di ruangannya, disini ya tanda tangannya?”
“iya pak, disini”
“sudah saya tanda tangani”
“terima kasih ya pak, saya permisi”
“ya , sama – sama”
Setelah kurir pergi, Pak Parto, meminta tolong kepada Dita untuk mengantarkan kiriman bunga tadi kepada fany di ruangan personalia, karena security harus tetap berada di depan, kecuali saat ada teman sesama security yang bisa menggantikan tempatnya saat dia sedang pergi.
“selamat siang.. permisi bu lanny, ini ada kiriman bunga untuk ibu fany”
“wah.. fany.. pacar mu romantis juga ya” ucap bu lanny
“hahh untuk aku?”
“iya untuk ibu fany” jawab dita
“ada angin apa ya?” ucap fany sambil mengambil bucket bunga itu
“permisi semuanya..” dita baru akan beranjak dari ruangan itu
“terima kasih dita..”
“iya bu..”
“ciyee ciyee… ada suratnya tuh fan”
“eh iya.. I LOVE YOU” membuka kartu ucapan di dalam bunga itu
“wahhh.. Pak Alex romantis juga ya..”
“ee.. ee.. hehehe..”
Sesuai dengan janjinya dengan chef di toko kue, alex datang kembali ke toko kue itu untuk mengambil pesanan kue yang sudah di pesannya. Setelah mendapatkannya, dia segera membawa kue tersebut ke rumah, dan menyembunyikann nya di dalam ruangan kerjanya. Setelahnya dia kembali lagi ke kantor menunggu waktu pulang kerja.
__ADS_1
Sore menjelang, para karyawan menyudahi pekerjaan mereka, dan bersiap – siap untuk pulang, begitu juga dengan kedua pasangan di kantor itu, fany keluar dengan senyum sumringah sambil memeluk buket bunga mawar merah itu, alex dan sam sudah menunggu di front office menunggu pasangan mereka masing – masing sambil mengobrol dengan security kantor itu. Alex yang sudah melihat fany dari jauh, merasa bingung, melihat fany yang sedang memegang bucket bunga mawar yang tampak seperti pemberian dari pria. Sam yang sudah melihat fay, segera mendekatinya, dan bergegas mengajaknya pulang tanpa berbasa basi lagi kepada alex atau yang lain.
Alex pun segera mengajak fany masuk ke mobil dan memberanikan diri untuk bertanya tentang sesuatu yang membuatnya penasaran sedari tadi
“fan..” sembari menyetir mobil meninggalkan kantor
“iya..”
“boleh aku tanya?”
“iya, ada apa?”
“emm.. bunga itu cantik ya.. kayak kamu..”
“hihihi.. kamu jangan gombal terus, nanti atap mobil kamu ini bisa jebol”
“hahaha.. emm.. ngomong – ngomong kalau boleh tau, siapa yang ngirimin kamu bunga?”
“hahh?? Bukannya ini dari kamu?”
“aku gak kirimin kamu bunga tuh”
“terus ini dari siapa donk?”
“lha.. mana aku tau.. kamu tanya aku, aku tanya siapa?”
“aku pikir ini dari kamu, soalnya tulisannya I….”
“I.. apaa?”
“Ciiiiitttttt” alex menghentikan mobilnya sembari mengambil bucket bunga di tangan fany dan membaca kartunya
“kamu marah ya? Aku beneran gak tau, itu dari siapa, gak ada nama pengirimnya”
“nanti kita bicarakan di rumah” alex membuang bucket bunga itu ke bangku mobil di belakang, fany hanya bisa diam, karena melihat wajah alex yag tampak sangat serius tidak seperti biasanya, banyak senyum dan tawa.
Sesampainya mereka sampai di rumah alex, alex mengeluarkan bucket bunga itu dan membuangnya ke tong sampah di depan pagar rumahnya, dan setelahnya dia masuk ke dalam diikuti fany.
“duduklah.. “ pinta alex kepada fany meintanya duduk di ruang tengah
“iya..”
“kamu.. apa benar tidak punya pacar, atau teman dekat sebelum kamu menerima jadi pacar aku?”
“aku beneran gak punya pacar dan aku sudah jomblo lama, apa kamu tidak percaya sama aku?”
“bukan begitu.. aku hanya memastikan saja.. karena hubungan kita yang menurut aku serius ini”
“terserah kamu deh, mau percaya sam aku atau gak, malam ini aku tetap mau pulang ke rumah ku, permisi” meninggalkan alex masuk ke kamarnya dan membereskan barang - barangnya
“fan.. tunggu fan..”
__ADS_1
“tok tok tok…”
“fan… aku mau ngomong sebentar, buka donk pintunya”
“tok tok tok.. fan… maafin aku donk.. please..”
Fany yang masih di dalam kamar nya tetap enggan membukakan pintu, dan sibuk membereskan barang – barangnya untuk segera pergi dari rumah itu. setelah membereskan barang – barangnya, dia memesan taxi online. Beberapa saat kemudian, taxi online menghubungi nya bahwa sudah akan sampai pada lokasi tempatnya berada, membuat fany, akhirnya membuka pintu sambil membawa koper dan beberapa tas lainnya
“fan.. kamu mau kemana, kita bisa bicarakan baik – baik, maafin aku..” sambil memegang tangan fany menghentikan jalan gadis itu
“sudah deh.. aku lagi malas berdebat, lepasin tangan kamu, aku mau pulang”
“oke oke.. aku antar oke..” melepaskan tangan fany
“nggak usah.. aku sudah pesan taxi.. permisi”
“fan.. aku mohon beri aku kesempatan..”
“aku masih males ngomong sama kamu, jangan ganggu aku, dan terima kasih atas tumpangannya selama ini, aku akan membayar semuanya nanti”
“kamu ini ngomong apa sih, aku gak minta kamu bayar aku, aku tulus bantu kamu” memegang lengan fany
“ahh sudahlah, aku capek.. lepasinn gak… kalau gak, aku teriak”
“huft… oke oke.. aku bantu ya” alex pasrah dan mengikuti fany keluar dari rumahnya
“gak usah.. aku bisa sendiri”
“pikirkan sekali lagi oke, aku akan nunggu kamu”
Fany tidak menggubris apa yang alex katakan, dan pergi tanpa melihat ke alex lagi.. alex cuma bisa pasrah, dan merasa putus asa, karena hari yang seharusnya menjadi sangat special menjadi berantakan, karena kesalahpahaman. Alex bingung harus berbuat apa lagi, dan akhirnya memutuskan untuk menghubungi sam, tempat satu – satunya dia bisa berkeluh kesah
“tut tut tut tut..”
“kok gak diangkat - angkat sih, angkat bro, aku lagi butuh bantuanmu”
“ahhhh siallll… otak aku sudah gak bisa berpikir lagi”
“siapa? Kok gak diangkat sih?” fay yang baru saja selesai mandi melihat suaminya yang sedang duduk bersandar di ranjang melihat ponselnya yang sedang berdering
“alex.. biarin aja.. aku mau kasih dia pelajaran”
“maksud kamu?”
“haha.. ada deh.. “
“emm.. pantes kamu tadi ngajak aku cepat – cepat pulang, ngomong – ngomong, fany tadi dapat bucket bunga dari alex, romantis banget ya ternyata Pak alex..”
“emm ehemmm ehemmm emang aku gak romantis gitu?”
“romantis kok sayang… gitu aja ngambek.. hihi”
__ADS_1
“nggak lah ngapain aku ngambek” ( “ kamu gak tau aja kalau bunga itu aku yang rencanakan, hahaha..”)
Bersambung…