
Alex dan Fany kini sudah menghabiskan makanan mereka, mereka kembali ke kamar. Fany duduk bersandar memainkan ponselnya sedangkan Alex bergegas membersihkan dirinya serta berganti pakaian. Setelahnya dia duduk bersandar disamping istrinya itu.
"Lagi waan sama siapa? Seru bener?" Ucap Alex penasaran yang melihat istrinya asik memainkan ponselnya sambil tersenyum senyum
"Sama Fay.."
"Oo.. ngomongin apa?"
"Ihh rahasia wanita.."
"Ahh ga seruu.. kamu sukanya main rahasia - rahasiaan"
"Hihihi.. habis nanti kalau aku cerita, kamu cerita lagi sama suami Fay, aku gak enak sama fay"
"Janji deh gak kasih tau suaminya.. apa donk.. kasih tau donk sayang"
"Janji ya.. gak kasih tau suami Fay.. " megulurkan kelingking nya kepada alex
"Iya janji.." mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Fany
"Si Fay kayaknya sudah telat datang bulan, kata Bu Lanny itu ciri - ciri hamil.."
"Oo yaa.. terus.. dia periksa ke dokter gak? Kalau periksa ke dokter pasti kan suaminya ikut"
"Belum.. Bu Lanny bilang pakai respek dulu jadi kayaknya tadi dia sudah beli tespek pulang kantor, katanya besok pagi baru mau di coba tes, saran apoteker lebih ampuh kalau pakai urine pertama pas bangun tidur"
"Oo.. gitu ya.. kamu juga kayakny belum haid sayang dari kita nikah jangan - jangan kamu hamil"
"Ihh.. aku kan baru selesai haid sebelum hari H, belum juga sebulan lagi"
"Oo gitu ya.. hihihi.."
"Ya sudah.. kita bobo yuk.. aku ngantuk banget nih"
__ADS_1
"Ngantuk beneran apa boongan nih"
"Beneran sayang... Mang kamu belum ngantuk"
"Belum sebenernya.. tapi ya sudah.. aku temenin kamu bobo.. kalau - kalau nular ketiduran kan"
"Haha.. iya.. "
Mereka tidur berhadapan saling berpelukan. Fany tertidur terlebih dahulu karena memang badannya merasa lelah sekali. Untuk beberapa saat Alex masih terjaga, lambat laun Alex pun ikut mengantuk dan ikut tertidur bersama istrinya.
Di lain tempat dan waktu Keesokan paginya, Fay terbangun lebih pagi untuk tespek memastikan dirinya sedang hamil atau tidak. Sementara Sam masih tertidur pulas efek kelelahan semalam memproses buah hati mereka yg belum kunjung menampakkan pertanda kehamilan.
Fay bergegas masuk ke kamar mandi, sambil membawa tespek yang kemarin sudah dia beli. Untuk beberapa saat Fay menunggu hasil tespek yang baru pertama kali dia gunakan. Betapa terkejut dan bahagia nya saat dua garis merah muncul di alat itu. Dia sudah membayangkan suaminya yang akan sangat bahagia melihat hasil tespek ini.
Setelahnya Fay meletakkan hasil tespek itu di kamar mandi di dalam kamar mereka. Fay kembali ke ranjang dan mencoba tidur kembali agar tidak mengantuk saat nanti bekerja di kantor.
Hari sudah mulai pagi, matahari berusaha menerobos masuk ke dalam kamar melalui celah jendela kamar yang masih tertutup tirai putih, membuat hawa ruangan terasa hangat dan terang menyilaukan pemandangan mata. Fay yang masih tertidur, kaget terbangun saat mata nya sudah menatap jam dinding kamar nya yang sudah menunjukkan pukul 07.30.
Fay bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, tiba - tiba dia tersadar akan sesuatu yang sudah tidak ada pada tempatnya pada saat sedang menggosok gigi. Hasil Tespek
nya hilang dan dia berusaha secepat mungkin mandi dan mengenakan pakaian kantornya. Fay keluar dari kamar dan melihat suaminya sudah berada di ruang makan sendirian.
"Sayang.. maaf ya aku kesiangan.. Keiko sudah berangkat sekolah ya?"
"Iya gak papa, santai aja sayang.. Keiko sudah berangkat sekolah.. " Sam terus tersenyum memandang ke istrinya
"Kamu sudah makan?"
"Belum, aku nunggu kamu.."
"Oo.. ayo sekarang kita cepat sarapan"
"Ngapain cepat - cepat?"
__ADS_1
"Kan mau ke kantor"
"Hari ini kita gak usah ke kantor, aku lagi mau dirumah sama kamu"
"Hahh.. kenapa?"
"Apa ada yang mau kamu jelaskan sama aku?"
"Emm.. kamu sudah lihat hasil tespek ya?"
"Hahaha... Iya tadinya aku mau bangunin kamu, tapi dipikir-pikir kamu pasti sudah bangun terlebih dahulu tadi buat tes ini"
"Iya..aku ngantuk banget tadi jadi aku tidur lagi"
"Iya gak papa sayang.. selamat ya kamu sudah mau menjadi ibu.. jaga baik - baik anak kita, dan diri kamu juga"
"Iya.. terus kenapa kita gak ke kantor hari ini?"
"Karena suasana hatiku sedang bahagia, aku gak mau ada yang membuat suasana hatiku berubah, jadi hari ini kita dirumah saja, oke"
"Enak ya jadi bos.. bebas..."
"Jadi istri bos, enak juga kan?"
"Hahaha..."
" Sudah.. makan gih yang banyak.. habis itu kita ke dokter kandungan , periksa kandungan kamu, aku penasaran sudah berapa umur kandungan kamu"
"Oo.. oke.."
Mereka sarapan bersama pagi itu, setelahnya Sam mengajak istrinya ke dokter kandungan referensi dari temannya selang beberapa waktu setelah mereka menghabiskan sarapan mereka. Sam sangat bahagia mendapatkan kabar bahagia dari istrinya, dan tidak sabar menantikan perkembangan demi perkembangan selanjutnya akan buah hati mereka.
Bersambung...
__ADS_1