
Fay sudah mendapatkan buku yang dia inginkan, dia lekas menyelesaikan pembayaran di toko buku itu dan pergi ke tempat lain yang masih di dalam area mal.
“mau kemana lagi sayang?”
“mau kesitu..” menunjuk sebuah toko pakaian tidur
“wah… ini dia yang aku tunggu”
“hahh?? Mau ngapain?”
“mau milihin baju tidur buat kamu lah”
“ihh aku bisa cari sendiri..”
“ooo.. gitu ya.. jadi aku gak boleh milihin nih?” menatap tajam penuh arti pada istrinya
“hadehhh.. terserah kamu lah..”
“hahaha…”
Mereka masuk ke toko itu dan mulai mencari – cari
“sayang.. ini kayaknya bagus buat kamu” memegang sehelai lingerie tembus pandang yang sangat sexy
“emmm…”
“kok emmm sih..”
“sekalian aja gak usah pakai apa – apa lebih memudahkan kamu kan” berbisik mendekati telinga sam
“hahahahaha… kok kamu jujur banget sih.. jadi enak nih..”
“ya ampun…”
Beberapa kali sam menggoda istrinya memilihkan beberapa lingerie sexy untuknya, namun tidak ada yang disukai fay, meski begitu sam tetap membeli untuk istrinya itu. Setelah selesai dan mendapatkan pakaian tidurnya, fay mengajak suaminya ke toko mainan untuk membelikan keiko mainan agar gadis kecil itu senang, fay memilihkan mainan masak – masakan keluaran terbaru yang tampak seperti asli.
“selesai dari sini kita mau kemana?” tanya sam saat fay sedang melakukan pembayaran
“pengen makan sushi sayang..”
“oo.. ya sudah.. nanti kita kesana ya..”
Mereka keluar dari toko mainan menuju tempat makan sushi sambil bergandengan tangan, sam membawakan semua belanjaan istrinya itu.
“Aww…” fay ditabrak oleh seorang wanita yang terlihat sangat buru – buru
“eh, sorry sorry, saya lagi buru – buru..” wanita itu kembali meminta maaf kepada fay yang ditabraknya
“ahh iya nggak apa – apa”
“sorry ya sekali lagi.. eh… Sam…”
“emm.. ayo kita jalan sayang (menarik tangan Fay)”
“hey tunggu” wanita itu memanggil dan menghentikan jalan mereka
“haduuuh apa lagi sih..”
“haiii.. kamu istrinya Sam ya? Salam kenal, aku vinny” mengulurkan tangannya kepada Fay
“oo.. iya.. salam kenal, aku fay..” sam terlihat tidak nyaman dengan situasi ini
“kamu cantik.. pantas Sam tergila – gila padamu”
“ee.. terima kasih..”
“sudah sudah, kamu pergilah, bukannya tadi kamu bilang terburu – buru”
“galak banget sih sam, aku kan cuma mau kenalan dengan istri barumu”
“ayo pergi…” sam menarik tangan fay meninggalkan wanita itu dengan cepat
“sayang, kamu kayaknya gak suka sama wanita tadi?”
“sudahlah, jangan dibahas lagi…” muka sam menjadi sangat kesal membawa istrinya kembali ke dalam mobil
“ooo.. oke… ngomong – ngomong, bukannya kita mau makan sushi?”
“kita makan sushi ditempat lain saja”
“baiklah..” fay hanya bisa menurut dan tidak berani banyak bicara, melihat wajah suaminya yang sangat kencang
Sam melajukan mobilnya, dan berhenti di depan sebuah restoran sushi yang cukup terkenal di kota itu. Mereka bergegas masuk ke dalam , dan memesan beberapa makanan dan minuman.
“kamu capek ya sayang?”
__ADS_1
“nggak juga..”
“oo.. gitu.. kamu juga suka sushi?”
“lumayan..”
“oo.. kamu sering kesini ya?”
“alex suka ngajak aku kesini”
“oo.. pantas.”
Makanan yang mereka pesan, datang dan sudah tersaji di hadapan mereka, siap di santap.
“emm ini enak sekali… aku baru pertama kali, makan disini”
“syukurlah kalau kamu suka, makan yang banyak..” sam mengusap kepala fay
“Aaaa…” fay meminta sam membuka mulutnya.. menyuapi sushi memakai sumpitnya, sam menerimanya dengan senang hati, kini wajah sam sudah mulai bisa tersenyum.
“kenyang sekali.. kalau makan banyak seperti ini terus, badanku bisa gemuk nih”
“hahaha.. emang kenapa kalau gemuk?”
“kamu gak papa kalau aku gemuk?”
“kalalu kamu tambah kurus, nanti dikira orang aku nyiksa kamu, gak dikasih makan”
“ishhh kamu ini..”
“mau kamu kurus atau gemuk, tetap aku padamu sayang…”
“Gombal…”
“aku tuh paling gak bisa gombal loh..”
“ya ya ya.. percaya aja deh..”
“hahaha.. kamu kok gitu sih..” mengelus pipi fay
“ya sudah, pulang yuk yang..” sambil berjalan menuju mobil
“kok pulang sih?”
“emang mau kemana lagi?”
“emm.. nanti keiko nyariin kalau kelamaan..”
“iya juga sih.. ya sudahlah, kita pulang saja”
“sayang, jadi, besok aku boleh kembali kerja kan?”
“iya sayang… nanti kerja berangkat dan pulang sama aku”
“yess.. yess.. asikkk”
“ihh kayak anak kecil...”
“hehehe… aku seneng banget, sayang.. terima kasih ya”
“iya.. ucapan terima kasih nya nanti malam, jangan lupa ya.. pakai yang tadi aku pilihin”
“emmm… sayang….” Merengek tidak mau
“pokoknya harus..” mengedipkan mata kepada istri di sampingnya
“huft….”
“hahahaha..” sam sangat senang melihat ekspresi pasrah di wajah istrinya itu
Sesampainya di rumah, fay membereskan barang belanjaan nya. Mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Menemui gadis kecil yang sedang menunggunya di kamar
“haloo sayang…”
“mama…”
“kangen gak sama mama?”
“kangen donk, mama lama amat sih”
“masa sih lama, cuma sebentar deh perasaan..”
“lama mama.. aku sudah bangun tidur dari tadi loo”
“oo gitu ya.. ya sudah, maaf ya sayang..”
__ADS_1
“ini apa ma?” memegang paperbag yang dibawa fay
“oo iya.. ini buat kamu sayang…”
“wahhhh.. terima kasih ma… apa ya isinya?”
“dibuka donk..”
“asikkk dapat masakan baru….”
“kamu suka?”
“suka banget ma..” sembari mencium pipi fay, dibalas pelukan hangat untuk putrinya
“tut tut tut tut..” sam menelpon alex di ruangan kerjanya
“iya.. gimana mas bro? udah seger?”
“seger sih tapi kesel saya…”
“kenapa lah? Gak di kasih jatah ya?”
“dasar kamu…”
“tadi ketemu mantan di mal”
“hahh? Serius kamu?”
“serius lah, emang aku terlihat lagi main – main?”
“haha.. terus terus?”
“dia ngajak kenalan istri aku”
“waduh… seruu nih.. lalu lalu..”
“emm… ya gak suka lah aku”
“haha.. kok bisa pas gitu, lagian ngapain kamu ke mal?”
“nemenin istri aku mau belanja”
“oo.. jodoh kayaknya kalian bertiga..”
“emm.. jangan bikin saya emosi sama kamu ya..”
“hahahaha… santai bos santai…”
“perasaanku gak enak nih”
“sudah.. jangan pikir yang macam – macam”
“kenapa perasaan aku bilang, perempuan itu akan ganggu kami”
“itu hanya perasaan kamu.. jangan terlalu suka berpikiran gimana – gimana, yang penting kamu terbuka sama istri kamu, istri kamu tau dia mantan istri kamu?”
“nggak.. aku belum cerita, aku sudah terlewat kesal”
“lebih baik kamu cerita sekarang, sebelum dia mendengar dari orang lain”
“iya bener juga kata kamu, terima kasih sarannya bro.. gak salah aku angkat kamu jadi direktur”
“emmm.. iyalah.. naikin donk gaji aku..”
“boleh.. aku naikin, tapi aku tambah job descript kamu.. gimana? Oke gak?”
“sadis amat bos… sedihlah aku…”
“wakakakak… kamu lagi dimana? Di kantor lah bos, emang aku boleh pulang sekarang?”
“boleh saja, tinggal hitungan sama bunda..”
“hahaha.. ahh kamu… nyerah aku kalau bawa bunda… grrrrr… seremmmm”
“hahaha… ngomong – ngomong, istri aku besok kembali kerja di kantor”
“kamu bolehin?”
“iya, kasian juga dia sendirian di rumah kalau keiko sekolah”
“ooo gitu.. ya sudah..”
“lumayan, bisa lebih punya waktu berdua”
“wah wah wah.. kayaknya aku bisa membaca yang ada di otak kamu”
__ADS_1
“hahaha..”
Bersambung…