Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Konsultasi


__ADS_3

Setelah menyuapi bubur buatannya kepada istrinya, meski hanya makan sedikit, Alex bersyukur Fany tidak memuntahkannya lagi. Fany hanya bisa duduk bersandar dengan bantal yang agak ditinggikan karena kepalanya masih terasa pusing. Alex menemaninya duduk di sampingnya sambil menghubungi Sam via WA untuk berkonsultasi tentang apa yang dia harus lakukan selanjutnya karena Sam lebih berpengalaman dari pada dirinya.


"Tringg..." Dering pesan WA masuk di ponsel Sam, Sam yang baru selesai makan siang bersama istri dan anaknya segera masuk ke ruangan kerjanya karena Fay diminta Keiko menemani nya bermain


"Bro.. tadi aku sudah tes seperti yang kamu bilang, istriku ternyata beneran hamil, aku harus gimana sekarang bro, aku bingung dia mual dan pusing, jadi susah makan, aku gak tega bro.."


"Selamat brother... wahh.. istrimu nakal ya hamil nya.. untung istrinya hamil nya enak"


"Emm.. jadi aku harus gimana donk"


"Yahh kamu bawa ke dokter donk.. ada - ada aja nih kamu, emang kamu mau suruh aku yang meriksa istri kamu?"


"Sembarangan... Emangnya kamu dokter.. zzz"


"Nah itu.. aku kan bukan dokter, hadehh.. sudah bawa dulu saja ke rumah sakit tempat istriku periksa kandungan, ini kan weekend, belum tentu ada dokter yang biasa nanganin istriku sih, tapi ada dokter yang lain, minta aja obat biar gak mual dan pusing itu nanti sama dokter"


"Ya sudah aku coba kesana deh.. mumpung istriku baru bangun tidur.."


"Oke.. o iya.. kayaknya kamu harus pakai asisten rumah tangga kalau keadaan istrimu begitu"


"Nahh... Itu bro.. pinjem asisten di rumahmu donk.. kan kamu ada beberapa"

__ADS_1


"Pinjem pinjem.. barang kali dipinjem.."


"Please bro please... cuma buat nemenin istriku kalau aku lagi di kantor, biar aku fokus kerja gitu loo bro"


"Dasar.. kepinteran kamu.. ya sudah, nanti aku tanya sama bibi dulu, gak nginep di rumah kamu kan? cuma nemenin istrimu waktu kamu gak dirumah kan?"


"Iyess bro... Habis aku pulang dari kantor, asisten mu boleh pulang ke rumahmu"


"Oke.. gajinya kamu yang bayar ya"


"Wihh.. perhitungan amat sih bos satu ini"


"Perhitungan pangkal kaya bro.. hahaha.. bercanda.. kamu kasih aja sukarela tambahan buat dia, aku tetep kasih gaji juga disini"


"Oke.. take care bro.. good luck.."


"Thank you brother.."


Alex memasukkan ponsel di kantong celananya dan mengajak Fany ke dokter kandungan seperti yang disarankan sahabat nya tadi. Karena Fany masih terlihat lemas, mau tak mau, Alex menggendongnya dari lantai atas sampai masuk ke mobil dan segera menuju ke rumah sakit yang diberitahukan Sam.


Sam merasa ikut berbahagia sekaligus geli dengan kelakuan sahabatnya yang terlihat sangat grogi menghadapi kehamilan istri sahabatnya itu. Sam keluar dari ruangan kerjanya menghampiri istri dan anaknya yang sedang bermain di kamar sang anak. Sam menceritakan kepada istrinya Fay perihal kehamilan Fany. Fay sangat senang karena temannya juga hamil seperti dirinya tapi Fay juga kasian karena Fany merasakan mual yang pasti menyiksa dirinya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Alex dan Fany sudah sampai di parkiran sebuah gedung rumah sakit yang cukup ternama di kota mereka, rekomendasi dari sahabatnya. Alex menuntun Fany berjalan dengan sangat hati - hati sampai masuk ke dalam rumah sakit dan mencari dokter bagian kandungan. Setelah menemukan bagian kandungan yang di maksud Sam, Fany lantas di periksa terlebih dahulu untuk tensi darah dan berat badannya. Fany yang masih sedikit pusing di berikan beberapa pertanyaan yang dijawabnya sesuai dengan semua yang dia rasakan.


Tibalah saatnya Fany menemui dokter kandungan untuk pertama kalinya, sambutan seorang dokter berjas putih mempersilahkan mereka duduk dengan ramah dan penuh senyum. Dokter membaca berkas pemeriksaan yang diberikan oleh asisten perawatnya mengenai kehamilan pertama Fany ini.


"Ini kehamilan pertama ya?"


"Iya dok, benar ini yang pertama" alex mewakili istrinya menjawab pertanyaan dokter dihadapannya


"Oke.. kelihatannya nona ini mengalami morning sickness yang cukup mengganggu ya, wajah anda terlihat pucat, kepalanya apa merasa sangat pusing?"


"Iya dok.. kepalaku pusing sekali, muter - muter dan terkadang seperti ada bintang"


"sayang.. kamu pasti sakit banget ya.. kasian banget kamu sayang.. andai kamu bisa berbagi rasa sakitmu denganku" Alex reflek mengeluarkan isi hatinya setelah mendengar keluhan istrinya, membuat Fany menjadi tersipu malu di depan dokter


"Hahaha.. anda suami yang cukup romantis ya, itu bagus membuat istri Anda terus bahagia, bisa mengurangi rasa sakit di kehamilan nya"


"Oo yaa.. sungguh dok? Kalau gitu aku akan menghujani kamu setiap hari dengan kata - kata indah sayangku" Alex kembali menggoda istrinya dan membuat pipi Fany memerah sembari mencubit kecil perut suaminya itu memintanya untuk berhenti merayu


"Hahaha.. ya sudah.. kita coba periksa dulu ya.." dokter meminta Fany mengikutinya untuk berbaring di ranjang pasien untuk USG, Alex yang masih awam, hanya memperhatikan saja apa yang sedang dilakukan dokter itu.


Alex melihat dokter mengusap - ngusap perut Fany dengan suatu alat yang sebelum telah memberikan gel pada perut fany. Tak lama kemudian, muncul gambar yang Alex tidak mengerti maksudnya, namun dokter menjelaskan secara detail bahwa kandungan Fany baru berjalan kurang dari 4 Minggu dan masih berupa kantong, belum terlihat janin karena kandungannya masih sangat baru. Setelah mendengar penjelasan dokter, dokter meresepkan beberapa obat untuk mengurangi rasa yang mengganggu kehamilan Fany dan tak lupa vitamin dan obat penguat kandungan.

__ADS_1


Fany disarankan cukup beristirahat dan makan makanan sehat, walau merasa mual, dia harus berusaha untuk tetap makan cukup dan minum susu hamil agar perkembangan janin bisa baik dan normal. Dokter menyarankan kembali melakukan pemeriksaan dua Minggu kemudian. Setelah mendengarkan penjelasan dan saran dari dokter, Alex dan Fany pamit dan meninggalkan ruangan dokter, serta menebus resep yang sudah di berikan. Tidak lupa Alex mampir ke sebuah mini market untuk membelikan susu hamil untuk istrinya itu dan akhirnya mereka kembali ke rumah. Alex kembali menggendong Fany masuk ke kamar mereka di lantai atas, meminta istrinya untuk beristirahat.


Bersambung...


__ADS_2