
Keesokan paginya, fay sudah bangun terlebih dahulu, seperti biasa, dia menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk keiko pergi sekolah, serta untuk dia dan suaminya untuk pergi bekerja ke kantor.
Setelah keiko pergi ke sekolah, fay membangunkan suaminya untuk bersiap – siap pergi ke kantor. Fay baru saja masuk ke kamar, tiba – tiba sam mengigau, membuat fay bingung dan tertawa
“jangan pergi sayang… jangan.. please… maafin aku sayang… aku janji gak gitu lagi, please sayang please…” sam terus mengigau sampai fay membangunkannya
“hey… ayo bangun… sudah siang…” sambil menggoyang – goyangkan badan sam untuk membangunkannya, setelah beberapa waktu akhirnya sam terbangun
“sayang sayang… kamu ternyata ada disini.. huft… untung cuma mimpi…” sambil mengelus dadanya
“mimpi apa?”
“oohh nggak… nggak mimpi apa – apa kok”
“ooo… “ (“hihihi.. dipikirnya aku gak tau kamu mimpi apa.. dasar jaim..”)
“wah aku kesiangan, aku mandi dulu.. kamu sudah sarapan?”
“belum, kan aku nungguin kamu”
“oo.. iya iya.. wait a minute.. aku mandi dulu oke..”
“ya ya ya.. aku tunggu di ruang makan ya?’
“iya.. sayang..” sambil berjalan ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi
“hadeh… sampai kebawa mimpi, gara – gara dia marah sama aku semalam” ujar sam dalam hati
Setelah selesai mandi, sam segera keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan dan menghampiri istrinya yang sudah menunggunya di ruang makan
“maaf ya sayang, membuat kamu menunggu”
“iya, gak papa, ayo kita makan”
“iya.. ayo makan..”
Setelah menghabiskan sarapan mereka, mereka bergegas berganti pakaian, dan ke kantor. Di dalam perjalanan menuju ke kantor, sam kembali mencoba mengajak bicara istrinya soal masalah kemarin dan meminta maaf.
“sayang.. soal kemarin, aku sungguh menyesal.. aku minta maaf ya.. kamu jangan marah lagi sama aku, aku gak sanggup diginiin sama kamu”
“emang aku ngapain kamu gitu? Kan aku gak ngapa – ngapain, lagian aku juga sudah maafin kamu kok, toh fany sudah maafin kamu juga kan, sudah jangan di bahas lagi”
“eee iya deh.. makasih ya sayang.. kapok aku..”
“hahaha… makanya usil itu jangan kelewatan”
“hihihi…” menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Sesampainya mereka di kantor, sam mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke ruangannya dan sempat mengintip ruangan istrinya, yang ternyata belum ada yang datang, begitu juga ruangan alex yang kelihatannya masih kosong. Beberapa menit kemudian seseorang membuka pintu ruangan sam tanpa mengetuk pintu saat dia sedang memeriksa berkas yang harus dia tandatangani
“selamat pagi yang empunya perusahaan”
“emm.. wahh kalo diliat dari ekspresi saat ini, kelihatannya semalam berjalan sukses ya”
“hahaha… makasih lo brother.. aku gak tau kamu pake cara apa buat bujuk dia, tapi akhirnya dia mau maafin aku dan menerima lamaranku, thanks a lot brother..” sambil merangkul sam
“aishh.. lepas lepas.. geli tau gak, nanti dikira aku sama kamu, apaan lagi”
“hahaha.. sampai – sampai aku mimpi indah semalam brother.. leganya…”
__ADS_1
“enak kamu mimpi indah, nah aku mimpi buruk..”
“hahh.. mimpi apa kamu?”
“emm.. sudahlah males ingat – ingat yang buruk”
“haha.. iya sih bener, aku juga males ingat kejadian buruk kemarin, apes bener aku”
“haha..” (“untung dia gak tau, itu kerjaan aku, kalau nggak, habis aku..”)
“ya sudahlah, aku mau kembali ke ruangan ku, kita hari ini ada mau ketemu klien dari luar itu kan?”
“oohh iya.. bener.. untung kamu ingatin.. berkas dari mereka sudah kamu periksa?”
“sudah boss.. so far so good.. “
“okee sipp.. lanjutkan..”
“ya sudah, aku balik ke ruanganku dulu..”
“oke.. bro.. “
Di lain ruangan, fany yang juga datang berbarengan dengan alex, melihat bu lanny yang belum datang segera menghampiri fay dan bercerita tentang dirinya yang sudah di lamar alex semalam. Dengan seru fany menceritakan kebahagiaan nya
“fay fay.. tau gak semalam… aku di lamar..” sambil menunjukkan cincin di jari manis nya yang sudah dipasangkan alex semalam
“wah… akhirnya… ciyee ciyee… sudah mau jadi nyonya alex.. hihihi”
“hihihi.. aku kaget loohh.. aku beneran gak tau dia mau lamar aku”
“ya masa, mau kasih surprise ngomong – ngomong..”
“hehe.. iya juga sih..”
“pake kue fay.. kue tart”
“hahh?”
“iya.. kue tart itu aku pikir buat kita orang makan, dia suruh aku potong kue itu, ternyata ada kotak cincin didalam kue itu dibungkus plastik warp”
“wahh.. dia dapat ide kayak gitu darimana ya? Hihi..”
“entah.. haha..”
“congrats ya fan.. mulai sekarang kamu harus lebih percaya sama dia”
“iya fay, terima kasih ya..”
“jadi kapan kalian akan menikah?”
“ee.. itu.. belum diomongin fay sama dia”
“oo.. ya sudah, mungkin sedang dia rencanakan, feeling aku gak lama lagi deh”
“masa sih..”
“ya gak tau juga sih, feeling aja..”
“hihi.. iya..”
__ADS_1
Pembicaraan mereka terhenti saat pintu ruangan personalia tiba – tiba ada yang membuka dari luar
“selamat pagi semua.. aduu.. hari ini saya kesiangan”
“pagi bu..” jawab fay dan fany berbarengan
“kalian sudah pada sarapan?” tanya bu lanny
“sudah bu.. “ jawab mereka berbarengan kembali
“saya belum sempat sarapan, saya beli uduk , kalian mau gak?”
“nggak bu.. sudah kenyang..”
“wah.. kalian kalau lama – lama saya perhatikan sudah seperti saudara kembar deh.. kompakk begitu..”
“hahaha.. “ tawa fay dan fany
“ya sudah, ibu makan sebentar ya disini tidak papa ya.. “
“iya gak papa bu.. di enakin aja lohh bu..” ujar fay
“sip..” memberikan jempol kepada fay sembari mengaduk nai uduk yang ada di depannya
Setelah menghabiskan makanannya bu lanny, memberekan mejanya yang penuh dengan bungkusan sisa makanannya tadi. Tiba – tiba mengajukan beberapa pertanyaan kepada fany membuatnya bertanya – tanya apakah bu lanny juga tahu tentang kejadian kemarin dan semalam.
“fan.. kamu masih tinggal di rumah alex?”
“eh.. aku sudah pulang ke rumahku bu”
“oo.. saya pikir kamu masih di rumah alex, soalnya tidak baik kan kalau anak gadis, berlama – lama tinggal berdua sama bujangan mending nikah dulu kan”
“ee.. iya bu..” fany tertunduk malu dengan ucapan bu lanny, fay yang mendengarnya juga merasakannya
“jangan di ambil hati ya fan, kalian berdua itu sudah seperti anak – anak saya, jadi saya ingin yang terbaik untuk kalian juga”
“iya bu, saya mengerti”
“sam dan alex itu anak yang baik kok, saya sangat tahu tentang mereka, mereka itu dua orang yang sama – sama gila tapi berbeda karakter dalam menangani sesuatu masalah, baik kerjaan maupun soal wanita”
“kalau boleh tahu.. beda mereka apa bu?” tanya fay
“hahaha.. orangnya aja beda fay..”
“hihi.. maksudnya karakter nya bu..?”
“oo.. iya ibu ngerti maksud kamu, sam cenderung serius dan dingin, dia tidak mau ada rasa kasihan, sedangkan alex itu santai dan easy going, kelemahannya suka kasihan sama orang makanya kadang suka dimanfaatkan orang, untungnya dapat sahabat yang kayak sam, hadehh.. mereka saling melengkapi sih menurut saya”
“oo.. gitu ya bu.. hihihi..”
“iya begitu.. jadi hubungan kamu dan alex, sudah serius sampai mana ini fan, kapan mau menyusul fay?”
“ee.. itu.. aku mah perempuan bisanya cuma menunggu ibu.. “
“hahaha.. iya juga sih.. tapi kalo kamu berani agresif sama alex, gak ada salahnya juga, supaya cepet dinikahin”
“hahaha.. ahh ibu.. aku mah gak bisa begitu bu“
“haha.. lihat mukanya sudah mulai memerah”
__ADS_1
“hahahaha…” fay dan bu lanny menertawakan fany yang sedang malu
Bersambung…