Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Keiko Sakit


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, dilewati dengan sukacita keluarga barunya, Fay sangat menikmati perannya menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu untuk putri suaminya itu. Bila pagi sudah datang, dia mulai sibuk mempersiapkan keperluan untuk suaminya yang akan pergi bekerja dan putrinya yang akan pergi ke sekolah. Kini Keiko sudah tak lagi kesepian karena memiliki banyak teman di sekolah dan sesekali datang main ke rumahnya. Sesekali Fay menunggui Keiko di sekolah, namun lebih sering suster yang menunggu nya hingga pulang sekolah, karena perintah dari suaminya untuk berjaga - jaga apabila Keiko memerlukan sesuatu.


Suatu malam Keiko bercerita tentang teman - temannya kepada mama papa nya. Mereka sangat senang melihat putri mereka bahagia


"Papa, apa aku akan punya adik? Teman - temanku punya adik yang lucu - lucu..


"O yaa... kenapa mau punya adik?" Tanya Sam


" Buat nemenin aku main lah pa.."


" Oo.. gitu ya.. mau adik perempuan atau laki - laki ?"


"Pengennya sih perempuan tapi apa aja deh boleh"


"Hahahaha..." Suami istri itu tertawa mendengar jawaban anak mereka


"Kalau punya adik, harus disayang ya.. harus bantuin mama juga jagain adik nanti, oke?"


"Pasti ma.."


"Sipp lah.. banyak berdoa ya sayang.. semoga bisa lekas punya adik"


"Iya maa.."


"Nahh.. sekarang kan sudah malam, besok kan mau sekolah, kamu bobo ya sekarang?"


"Temenin aku dulu ya ma.. sampai aku bobo"


"Iya.. sayang.."


"Aku temenin Keiko bobo dulu ya.."


"Iya.. aku tunggu di kamar.."


"Selamat malam pa.." sembari melambaikan tangan kepada papanya


"Selamat tidur keiko sayang.."


Tak lama Keiko tertidur , Fay kembali ke kamarnya.


"Cepat juga anak itu tidur"


"Iya dia pasti lelah karena kegiatan di sekolah"


"Oo.. iya juga sih"


"Kamu dengar kan tadi anaknya minta apa?" Memeluk pinggang istrinya yang sudah disampingnya


"Haha.. iya.. terus kenapa?"


"Ya proses lah sayang.." tangannya yang mulai aktif masuk ke dalam pakaian tidur istrinya


"Apa aku harus ke dokter, program hamil?"


"Ide yang bagus.. besok aku temani, mau?"


"Mau donk.."


"Ya sudah, sekarang kamu diem dulu, mari kita bekerja"


"Hahaha.. geli yang geli..."


"Ssttt..." Menutup bibir istrinya dengan bibir nya


Malam penuh gelora mengisi sunyinya malam itu hingga mereka tertidur pulas.


Keesokan paginya kembali ke rutinitas seperti biasa


"Keiko... Ayo bangun sayang... Loohh badan mu panas sayang.."


"Mama.. aku sakit ma.."


"Ya ampun nak.. kamu kenapa.. sebentar mama cari termometer dulu"


"Mama.. mama.."


"Iya iya... Mama disini nak.. coba mama cek suhu badan kamu dulu ya"


"Sakit ma... Badannya gak enak"


"39 derajat, astaga.. bibi... Bibi..."

__ADS_1


"Iya non...iya... Ada apa non?"


"Coba bibi jagain Keiko sebentar disini.. saya mau bangunin papanya Keiko badannya panas sekali"


"Iya non.."


"Sayang... Bangun... Bangun... Yang.. "


"Masih pagi yang... Mau ngajak lagi ya?"


"Ihh aku seriusan, ayo bangun.. Keiko sakit... Badan nya panas, ayo bawa ke rumah sakit"


"Hahh serius kamu.."


"Iya serius.."


"Aku cuci muka dulu.. kamu beresin baju - baju anak itu"


"Iya"


"Sudah siap semuanya? Keiko kamu kenapa nak?"


"Sakit pa.. sakit"


"Apanya yang sakit..?"


"Semuanya"


"Ayo kita ke dokter ya" Sam menggendongnya pergi ke rumah sakit diikuti Fay


Sam melajukan mobilnya dengan secepat mungkin, pergi ke rumah sakit terdekat. Sesampainya disana, Keiko langsung dibawa ke UGD, ditangani oleh beberapa perawat dan seorang dokter. Infus sudah dipasangkan ditubuh gadis kecil itu. Dokter memeriksa nya beberapa saat.


"Bagaimana dok, keadaan putri saya?" Tanya sam


"Anak anda terserang penyakit demam berdarah pak, kalau boleh tau sudah berapa hari badannya panas? Panasnya cukup tinggi"


"Baru tadi pagi, dok , tadi malam nggak kenapa - kenapa dok" jawab Fay


"Kita lihat beberapa hari ke depan ya Bu, semoga panasnya lekas turun, nanti kita tunggu hasil lab, baru saya jelaskan perkembangannya"


"Baik dok.."


"Saya tinggal dulu ya bapak, ibu.."


"Kamu kerja saja, aku nunggu disini gak papa "


"Nggak lah, mana bisa fokus kerja lagi begini"


"Iya juga sih.. "


"Kamu sudah pesan kamar, Keiko mau pindah ke ruangan kamarnya kan?"


"Sudah sayang.."


"Ya sudah"


"Aku mau suruh susternya datang kesini buat jaga - jaga nemenin "


"Emm iya.."


"Krukk krukk krukk" perut Fay berbunyi


"Haha.. kamu lapar ya?"


"Emm iya.. tadi belum sarapan"


"Iya sama aku juga.."


"Kita tunggu suster datang dulu ya, biar ada yang jagain disini kalau kita pergi makan"


"Iya.."


Suster yang ditunggu pun datang, keiko sudah akan dipindahkan ke ruangan kamarnya. Setelah dipindahkan ke kamar, barulah mereka pergi ke kantin terdekat untuk mengisi perut mereka yang lapar.


“semalam keiko beneran gak kenapa – kenapa kan yang?”


“beneran, semalam kan dia masih bersemangat cerita tentang teman – teman nya di sekolah. Eh iya aku lupa telepon ke sekolah nya, ijin sakit, habis dari sini aja deh..”


“apa kena nyamuk di sekolah?”


“gak tau juga aku sayang, yang pasti rumah kita harus di semprot ya nanti..”

__ADS_1


“iya sayang.. nah makanan kita sudah datang.. kita makan dulu saja ya” melihat seorang penjual soto datang mendekat


“iya..”


“tadi pesan soto 2 ya pak?”


“iya benar bu..”


“ini pesanannya ya pak”


“oo iya.. terima kasih ya”


“ini soto punya kamu.. yang ini punya aku”


“terima kasih sayang”


“nanti malam kamu pulang saja ya, biar aku yang jaga disini, nanti aku pulang sebentar mandi dan bawa pakaian sekalian antar kamu pulang”


“yahh.. aku ikut donk sayang…”


“nanti kamu kecapekan.. kamu di rumah saja ya.. nurut donk sama aku.. nanti kalau ada kenapa, aku pasti kabarin kamu”


“emm iya deh…”


“kamu gak boleh capek – capek , kan mau program hamil” sambil menngusap kepala istrinya


“iya iya… nanti kabarin aku ya”


“iya pasti sayang.. pasti aku wa in kamu terus..”


“iya… aku sendirian deh di rumah malam ini..”


“nggak lah.. kan ada bibi”


“haha…”


Petang menjelang, matahari sudah mulai terbenam, sudah beberapa kali suster lalu lalang memeriksa keadaan keiko, mengganti infus dan memberikan obat. Suster , papa dan mama keiko menjaga keiko di ruangan itu.


“aku antar kamu pulang ya?”


“iya, sayang.. suster tolong jagain keiko dulu ya.. nanti tuan datang, kamu pulang ya sus, diantar sopir”


“iya non..”


“ditinggal dulu ya sus..”


“iya tuan..”


Sesampainya di rumah, sam membersihkan dirinya, fay merapikan pakaian suaminya dan dimasukkan ke tas ransel untuk di bawa ke rumah sakit.


“sayang, temani aku makan dulu ya sebentar..”


“Ooo iya boleh… ayo kita makan dulu, baju aku sudah kamu beresin kan?”


“iya, sudah sayang..”


“kamu sudah mau pergi?” setelah mereka selesai makan


“iya.. nanti kemalaman kasian suster kan, dia harus istirahat juga.. besok kamu ke rumah sakit sama suster minta antar sopir ya”


“iya sayang.. aku ambilin tas kamu dulu..” fay ke kamr, sam mengikutinya


“jangan tidur malam – malam ya” mencium istrinya itu


“ahh biasanya juga mau tidur, dikerjain dulu sama kamu”


“hahahaha.. wahh sudah mulai berani ya..” ngelitikin fay


“haha… geli yang geli.. ampun..”


“ya sudah, aku pergi dulu ya…”


“iya.. aku antar sampai depan..” sambil bergandengan


“ya sudah, kamu masuk gih.. mandi sana.. kunci pintu kamar nya ya”


“iya iya.. kamu bawel banget deh”


“hehe.. daa sayang…”


“daaa… hati – hati ya, nanti sampai sana, kabarin aku..”

__ADS_1


“iya… tenang aja” melambaikan tangannya..


Bersambung…


__ADS_2