Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Gebetan Alex


__ADS_3

Mereka semua menuju ke kantin , para wanita sedang mengantri mendapatkan makanan, para pria hanya duduk di salah satu meja yang agak lebih banyak tempat duduknya, mereka lebih memilih memesan menu lain kepada salah seorang pramusaji.


“sini.. sini…” sam menjerit memanggil para wanita yang sedang mencari tempat duduk itu


“kamu orang mau makan disini juga?” tanya bu lanny


“iya donk bunda…” para pria duduk di depan berhadapan dengan mereka, fay berada tepat di depan suaminya, dan fany berhadapan dengan alex


“kamu makan apa sayang?” tanya fay kepada suaminya


“sudah pesan soto”


“oo.. gitu.. aku makan dulu ya, kamu mau cicip?”


“nggak sayang.. kamu makan yang banyak.. biar tambah sexy”


“uhuukk uhukkk uhukk” bu lanny dan alex terbatuk – batuk


“ishhh..” fay memukul tangan sam


“aku salah ngomong apa gitu?”


“hadehh..”


“hallo… kami makan dulu ya bapak – bapak, harap jangan berbicara untuk sementara waktu, agar kami bisa menikmati makanan ini” ceramah bu lanny


“siappp komandan…” sahut alex


“ihh apaaan sih.. hadehh” sam keberatan namun akhirnya dia diam dan hanya menatap istrinya makan saja sampai makanan yang mereka pesan datang


Mereka makan bersama, menikmati setiap makanan yang masuk ke dalam tenggorokan mereka.


“ahhh kenyang sekali.. rasanya tidak berubah.. masih enak seperti dulu”


“iya fay.. kamu sih sempat gak boleh kerja, jadi gak bisa makan di kantin deh..” sindir bu lanny kepada sam, sam hanya tersenyum saja sambil menghabiskan makanannya


Setelah makanan mereka habis tidak tersisa, mereka kembali ke ruangan mereka masing – masing bersama – sama.


“daa sayang…” ucap sam kepada istrinya di luar pintu ruangan personalia


“daa fany…”sahut alex sambil melambaikan tangan di luar pintu


“hadehh.. sudah sana pergi pergi.. jangan ganggu anak – anak saya disini” ancang – ancang melempar sepatu


“ihh.. galak banget bunda.. grrrrr.. kabur…..” sam dan alex berlari meninggalkan ruangan itu, takut kena lemparan ibu lanny


“kamu ngapain ikutin aku? Ruangan kamu kan disana..” menunjuk ruangan sam


“ihh suka – suka aku lah mau kemana, gedung ini kan milikku”


“emmm sombong nya… hadehh”


“jadi… kamu lagi ngincar gadis itu?” Mengikuti alex masuk ruangannya


“emang keliatan?”


“keliatan lah.. payah..”


“hahaha…”


“siapa namanya?”


“fany”


“sudah WA atau telponan?”


“sudah”


“wih.. dari kapan?”


“kepo banget kamu..”


“ooo gitu ya.. uda mau rahasia – rahasiaan ya..”


“nggaklah.. haha.. dari sebelum keiko sakit..”


“ooo… pantes waktu aku ke rumah kamu, kamu ada nyindir soal pacar ternyata…”


“emm ehemm ehemmm”


“sudah pernah jalan?”


“sudah”


“cepat juga gerakmu ya..”


“sudah resmi jadi belum nih?”

__ADS_1


“resmi apaan?”


“resmi pacaran lah…”


“udah belum ya.. aku juga bingung.. hahaha”


“kamu sudah pernah ngomong sayang belum?”


“ngomong panggil sayang mah pernah lah”


“bukan panggil sayang pak.. pernyataan sayang gitu loo”


“emang perlu?”


“ya elah, kayak gak pernah nembak cewek aja kamu”


“emang gak pernah, biasanya cewek yang nembak aku..”


“sombong sekali kamu..”


“kamu juga..”


“hahahahaha..” mereka tertawa bersama


“mau aku bantuin?”


“gimana bantuin nya?”


“istri aku kan dekat sama dia, nanti coba aku tanya – tanya”


“tanya – tanya apa?”


“ya apa aja lah.. kamu sudah pernah ke rumahnya?”


“sudah.. dia hanya tinggal sama mamanya”


“Cuma berdua? ayahnya?”


“aku belum berani tanya”


“oo.. ya sudah.. serahkan padaku..”


“gaya kamu.. mau jadi detektif kamu..”


“mata – mata cinta.. lebih cocok.. hahaha.. ngomong – ngomog.. ini gak gratis”


“buatin aku fusili 2 porsi oke?”


“aihhh.. kenapa gak beli aja sih..”


“beda rasanya.. lebih suka masakan kamu”


“aku anggap itu pujian.. baiklah.. besok sekalian buat untuk fany juga..”


“ciyee ciyeee… ahaayyyy..”


“sudah sudah.. sana.. aku mau beresin kerjaan aku..”


“iya iya.. ya sudah.. sampai jumpa sobatku yang sedang kasmaran”


“berisik kamu.. sudah sana..”


“hahahaha..”


Petang menjemput, para karyawan mulai membereskan meja dan pekerjaan mereka, untuk kembali pulang ke rumah mamsing – masing. Satu per satu meninggalkan gedung itu. Fay dan sam sudah pulang terlebih dahulu begitu juga dengan bu lanny.


“fany.. kamu sudah mau pulang?” tanya alex bertemu di pintu keluar


“ee iya pak.. motor kamu sudah diperbaiki? Kemarin kan mogok”


“lagi diservis pak, masih di bengkel”


“kamu pulang naik apa?”


“naik ojek aja pak”


“aku antar saja ya..”


“gak usah pak.. aku gak enak banyak yang melihat ke arah sini, permisi pak..”


“anggap saja tidak ada siapa – siapa.. disini cuma ada aku dan kamu” alex menggandeng tangan fany masuk ke mobilnya


“maaf pak, saya merepotkan bapak”


“jangan panggil saya bapak, disini cuma ada kita berdua”


“emm.. iya..”

__ADS_1


“nanti malam kamu bisa temani saya gak?”


“temani kemana ?”


“ke rumah bos besar, saya sudah lama tidak bertemu anaknya”


“oo.. ke rumah fay ya..”


“iya.. kamu bisa ketemu fay disana, mau?”


“iya, boleh..”


“kamu belum pernah kesana kan?”


“belum..”


“ya sudah nanti malam aku jemput ya..”


“iya..”


Mereka berbincang santai dalam perjalanan menuju ke rumah fany.


“aku masuk dulu ya..” fany sudah sampai di depan rumahnya


“iya, nanti aku hubungi waktu mau jemput”


“iya.. hati – hati di jalan”


“emm iya.. bye..”


“bye..”


Sam dan fay sudah sampai terlebih dahulu di rumah mereka. Fay segera menyapa putri mereka, menemani gadis kecil itu bermain sebentar. Mendengarkan cerita saat dia sedang di sekolah, dan apa yang dia lakukan di rumah seharian. Setelah itu fay meminta ijin kepada keiko untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sebelum mereka makan malam bersama. Sam sudah duluan membersihkan dirinya, dan gantian sam yang menemani keiko bermain. Selesai mandi, fay keluar dari kamar, menuju ke ruang makan, disana suami dan putri mereka sudah menunggu.


“wah.. sudah pada disini.. sudah pada lapar nih sepertinya”


“iya ma.. aku lapar..”


“ayo makan sayang.. maaf ya mama lama datangnya”


“nggak kok ma, gak lama.. perut ini aja yang sudah bunyi, hihihi”


“makan yang banyak, sayang..” mengambilkan nasi untuk suami dan putrinya


Selesai makan mereka mengobrol bersama di ruang tengah. Keiko menunjukkan beberapa gambar yang baru saja selesai dia gambar.


“wah bagus sekali sayang.. tugas dari sekolah ya?”


“iya ma..”


“dia memang berbakat seperti papanya kan..”


“ihh ge er…”


“papa memang pintar melukis ma..”


“ahh masa sih..”


“iya.. papa kasih liat donk gambar – gambar papa”


“mama kamu gak bakal percaya nanti”


“mana coba aku lihat…”


“nanti saja ada di ruang kerja..”


“oo yaa..” fay bergegas ke ruang kerjanya


“kamu main di kamar dulu ya sayang, lihat tuh mama kamu jadi penasaran”


“hihihihi.. iya pa.. pasti mama kaget deh pa”


“haha..”


“kamu gak sabaran banget sih” masuk ke ruangan kerjanya, fay sedang membuka buka laci


“dimana sih kamu simpannya..”


(menarik tangan fay ke dadanya)”disini”


“ihh aku serius..”


“ahh kamu.. romantis dikit kenapa..”


“emm.. aku penasaran..”


“hadehhh..” sam memutar sebuah kunci berkode, dibalik lemari buku bacaan disitu dan terbuka sebuah pintu yang menuju ruangan lain dibawah

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2