
8 bulan telah berlalu, perut Fay dan Fany kian membesar , kini kandungan Fay sudah menginjak 37 Minggu dan Fany 32 Minggu, untuk Fany sekarang, dia masih cukup nyaman dengan keadaannya sesekali dia susah tidur tapi tidak begitu dengan Fay, dia mulai mengalami insomnia, dia mulai membayangkan saat - saat dia melahirkan nanti, Sam yang melihat istrinya tidak bisa tidur selalu menemaninya, bahkan Sam mengajak Fay menemaninya untuk melukis, lukisan yang khusus dipersembahkan Sam untuk Fay sudah selesai dan membuat Fay semakin terharu dan sangat bahagia.
Tak jarang Sam mengantuk saat berada di kantor sehingga dia mengambil kesempatan tidur saat sampai di kantor agar saat malam dia bisa menemani istrinya. Pemeriksaan terakhir kemarin diperkiraan Minggu depan saatnya Fay untuk melahirkan. Sesuai hasil USG terlihat bayi laki - laki yang akan dilahirkan nanti dan Sam sudah menyiapkan nama untuk anak laki - lakinya itu Jason Prayoga Candra , Jason yang berarti pahlawan sekaligus pemimpin mengandung suatu harapan bagi Sam dan Fay untuk anaknya kelak.
Hari semakin cepat berlalu, bayi di perut Fay semakin aktif bergerak menendang nendang, yang terkadang membuat Fay terkejut. Sesekali dia merasakan sakit yang cukup menyiksa membuat orang - orang di rumah termasuk Fany yang masih selalu menemaninya di rumah kebingungan, dokter mengatakan bahwa Fay mengalami kontraksi palsu, tanda - tanda waktu melahirkan semakin dekat. Sam mulai siaga dan memilih tidak ke kantor sampai Fay melahirkan, karena saat di kantorpun pikirannya menjadi tidak tenang apabila mendapat kabar Fay yang kesakitan.
Kandungan Fay yang sudah menginjak jalan 39 Minggu, semakin membuat Fay merasa kurang nyaman, dia menjadi sering ke kamar mandi karena merasa selalu ingin buang air kecil. Siang itu saat Fay sedang membaca tiba - tiba dia merasakan sakit yang terlalu membuat Sam yang berada di dekatnya reflek menggendongnya masuk ke mobil tanpa mempedulikan panggilan di sekitarnya. Tas dan barang - barang untuk persiapan melahirkan sudah dipersiapkan sejak Minggu lalu, dan di letakkan di dalam mobil untuk antisipasi.
Hari itu Fany merasa kurang enak badan sehingga Alex meminta izin untuk tidak bekerja dan menemani Fany di rumah. Sam sudah tiba di depan rumah sakit tempat biasa mereka memeriksakan kandungan. Sam langsung menggendong Fay masuk ke dalam rumah sakit, dan beberapa perawat yang sudah mengenali mereka, segera membawakan ranjang dorong, untuk Fay berbaring. Fay segera dibawa ke ruang bersalin, perawat dengan sigap memeriksa keadaan Fay yang sudah penuh dengan keringat menahan sakit, perawat mengatakan bahwa Fay sudah bukaan 3, Sam yang berada disampingnya terus menguatkan Fay agar tetap kuat untuk buah hatinya. Sam tidak berhenti memegang tangan istrinya sesekali mengecup keningnya.
Beberapa jam telah berlalu, Fay sudah bukaan 9, Fay merasakan sangat sakit seakan ingin buang air besar. Beberapa menit kemudian, perawat dan dokter mulai mempersiapkan untuk Fay melahirkan, Fay merasa seakan tenaganya sudah mulai habis, menjerit dan berusaha memberi dorongan kepada bayinya agar lekas keluar, Sam yang melihat perjuangan istrinya merasa sangat terharu, bahkan tak merasakan lagi cakaran dari kuku Fay yang mencengkram tangan dan lengannya.
"Owek... Owekk..." Suara kencang tangisan bayi yang baru saja dilahirkan Fay membuat Fay merasa lega
"Selamat bapak, ibu bayinya laki - laki , lengkap ya.." menunjukan bayi mereka kepada Sam dan Fay.. yang kemudian diletakkan di dada Fay membuat Fay merasa terharu dan reflek mengeluarkan air mata
"Terima kasih dok.." Sam sangat bersyukur bayi mereka akhirnya lahir dengan selamat dan sehat
"Jason ganteng sekali.. mirip sekali sama kamu, sayang" Sam berbicara kepada Fay yang masih fokus melihat ke bayi nya yang sedang belajar menyusu.
"Iya.. dia ganteng ya.."
__ADS_1
"Terima kasih sayang.." Sam mengecup kening Fay dengan penuh kasih sayang
Perawat datang mengambil bayi mereka untuk dibersihkan. Sam menggendongnya sebentar dan memberikannya lagi kepada perawat. Setelah Fay berada di kamar rawat nya, bayi mereka pun kembali diberikan kepada Fay untuk menyusu. Sam sangat bahagia melihat istri dan anaknya sudah melewati masa yang menegangkan tadi.
Telepon Sam berdering ternyata panggilan dari Alex , baru teringat kalau dari tadi Sam belum menghubungi siapa - siapa karena terlalu gugupnya karena ini kali pertama menyaksikan sendiri istrinya melahirkan, saat Keiko lahir dia sedang berada di luar kota sehingga tidak menyaksikan proses kelahirannya.
"Heii.. kamu dimana bro? Dari tadi aku nelpon kamu gak diangkat"
"Sorry bro.. tadi aku silent, soalnya istriku lagi melahirkan"
"Whattt?? Sekarang sudah brojol nih?"
"Iya sudah.. "
"Puji Tuhan sehat semua bro.. bersyukur banget aku.. lega rasanya"
"Syukurlah bro.. tinggal aku nih bulan depan"
"Hahaha.. gimana keadaan istrimu? Kata Fay, lagi gak enak badan"
"Iya nih.. kayaknya karena kurang tidur semalam, jadi lemas dia"
__ADS_1
"Oo ya sudah.. temenin dulu deh istrimu jangan ditinggal - tinggal.. aku kasih kamu kelonggaran.. kerja dari rumah saja kamu.. soalnya aku sudah ngerasain galaunya waktu istri msu ngelahirin"
"Yang bener nih bro.. gak papa?"
"Iya gak papa.. kamu ke kantor siang, ambil berkas yang kamu harus periksa dan tanda tangan kerjain di rumahlah kayak aku"
"Thank you banget bro.. pengertian banget lah bos aku ini"
"Emm.. kamu juga harus pengertian sama aku kan"
"Always bro... By the way.. aku jenguk baby mu tunggu kalian pulang ke rumah saja ya"
"Iya.. santai aja.. jangan lupa bawa kado yang besar.."
"Hahaha.. tenang aja... Besar kotaknya aja kan"
"Isinya juga lah... Zzz"
"Owekk owekkk..."
"Eh sudah dulu ya.. anakku nangis.. daaa..." Sam lekas mematikan teleponnya dan membantu Fay menggendong bayi mereka yang tadi tengah tertidur dan sudah terbangun lagi.
__ADS_1
Bersambung..